bontangpost.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan ada kucuran anggaran untuk pengadaan perangkat closed circuit television (CCTv) pada tahun ini. Kabid Penyelenggaraan e-goverment Diskominfo Taufiqurahman mengatakan besaran pos anggaran di APBD terkait itu berkisar Rp 150 sampai 200 juta.
“Pengadaan ini untuk empat titik nantinya,” kata Taufiqurahman.
Nantinya titik yang akan terpasang piranti ini di simpang tiga Jalan Patimura, simpang tiga Kenari Water Park, simpang empat Pisangan, dan tikungan S Rumah Madu. Perangkat baru nantinya menggunakan jaringan fiber optik. Menurutnya ini dipilih lantaran lebih konsisten dalam mengirimkan gambar.
“Kalau CCTv yang pakai radio sering buffering. Muter-muter dulu baru tersambung. Itu terjadi untuk beberapa waktu begitu lagi,” ucapnya.
Tujuan pemasangan ini agar dapat menunjang aspek keamanan. Utamanya bila terjadi perkara kriminal di lokasi tersebut. Selain itu, pemasangan nantinya juga bertujuan untuk mengetahui arus lalu lintas dan memantau terjadinya genangan air di atas ruas jalan. Sebab sebagian lajur kerap terkena imbas banjir kiriman.
“Yang jelas multi fungsi. Semoga bisa secepatnya kami launching. Namanya teknologi walaupun keliatan mudah harus tetap teliti mengerjakannya,” tutur dia.
Ke depan CCTv yang di jalan protokol dapat diakses melalui publik. Sehingga butuh kecepatan jaringan yang konsisten. Agar tidak lelet saat dibuka dengan jumlah pengunjung yang banyak. Sepertinya proses launching akan dilakukan Diskominfo pada Oktober mendatang.
Saat ini sudah ada 12 titik CCTv yang menggunakan fiber optik. Meliputi gerbang masuk Auditorium Tiga Dimensi, halaman Auditorium Tiga Dimensi, Pelabuhan Loktuan, simpang tiga Taman Plaza Bontang, Taman Adipura, samping SDN 001 Bontang Utara, bagian depan gedung BNI Bontang, bagian depan gedung Bank Kaltimtara, dan bagian depan gedung PT Telkom.
Tak hanya itu, perangkat juga ada di simpang tiga Pasar Rawa Indah, simpang tiga RSUD Taman Husada, simpang tiga Jalan Angkasa, dan simpang empat Perum Pesona Bukit Sintuk.
“CCTv pake jaringan FO saja yang kami open, supaya maksimal. Kendala dua tahun ini kan memang budget terbatas jadi bertahap,” pungkasnya. (ak)






