• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Perizinan Penumpukan Batu Bara Wewenang Pemerintah Pusat

by BontangPost
20 Maret 2021, 09:14
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Penumpukan batu bara yang tak jauh dari permukiman dikeluhkan warga. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Penumpukan batu bara yang tak jauh dari permukiman dikeluhkan warga. (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Penumpukan batu bara terlihat di Desa Martadinata, Kutim. Sekitar 300 meter dari perbatasan Bukit Kusnodo, Bontang. Lokasi tepatnya di seberang Masjid Suka Rahmat. Area penampungan itu berhadapan dengan permukiman warga. Jaraknya hanya 10 meter.

Gerbang kawasan penumpukan itu dibiarkan terbuka. Kondisinya mudah terlihat. Walau ditutup pun batu bara tetap tampak. Karena ketinggiannya melebihi ukuran pagar penutup. Konon, batuan sedimen yang dapat terbakar ini akan diangkut menuju Pelabuhan Loktuan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltim Ence Ahmad Raffidin Rizal mengatakan, perizinan dokumen lingkungan pertambangan yang memakai lintas wilayah kabupaten/kota hanya dimiliki PT Indominco Mandiri. Meski kini pengurusan perizinan menjadi wewenang pemerintah pusat.

Baca Juga:  Jalan Loktuan Terancam Dilintasi 16.338 Truk Angkutan Batu Bara

“Kalau itu di desa bukan area tambang kesimpulan besar kemungkinan ilegal,” kata Ence.

Dia pun menjelaskan sebelumnya ada rencana adendum penggunaan Pelabuhan Loktuan dari Pemkot Bontang untuk terminal pengangkutan batu bara. DLH Kaltim pun telah mengkaji rencana itu. Ada kemungkinan memasukkan terminal khusus (tersus) dalam rencana induk pelabuhan. Diketahui Pelabuhan Loktuan masuk klasifikasi pelabuhan pengumpul.

“Sekarang kewenangannya di pemerintah pusat. Kalau dulu amdalnya menjadi ranah kami. Itu yang mau kami jawab. Karena sudah mempelajari aturannya,” ucap dia.

Menurutnya, menjadi tanda tanya besar ketika perusahaan tambang justru menggunakan pelabuhan umum. Dalam waktu dekat DLH Kaltim juga akan menanyakan perizinan dokumen lingkungan milik perusahaan yang ditengarai melakukan penumpukan. Pasalnya, lahan konsesi mereka terdeteksi berada di Marangkayu, Kukar.

Baca Juga:  DLH Kutim Awasi Penampungan Batu Bara di Desa Martadinata

“Kenapa perusahaan tidak membuat pelabuhan sendiri. Kenapa harus menggunakan pelabuhan umum,” tutur dia.

Secara tegas dia menjelaskan perusahaan tambang tidak bisa menggunakan jalan umum untuk mengangkut batu bara. Mengacu Perda Kaltim 10/2012. Harus melalui jalur khusus.

“Perusahaan harus buat jalan sendiri. Kalau mau buat TUKS plus jalan tambang silakan saja. Yang jelas bukan jalan umum,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim Aji Wijaya memastikan penumpukan batu bara di Desa Martadinata belum mengantongi izin. Sebab itu, sekarang wewenang ada di aparat peneggak hukum. “Tidak ada. Tadi sudah saya cek,” sebut Aji.

Menurut keterangan warga setempat, Darwis, penumpukan batu bara itu terlihat empat hari belakangan. Aktivitas distribusi batu bara dari lokasi pengerukan ke tempat penampungan dilakukan malam hari. Di atas pukul 21.00 Wita.

Baca Juga:  Demi KPC, Jalan Nasional Digeser untuk Hauling Batu Bara

“Jenis truk yang dipakai enggak kelihatan, karena malam mereka operasi,” kata Darwis.

Selain itu, pemilik aktivitas penampungan batu bara itu tak pernah mengunjungi warga. Baik untuk meminta izin, atau sekadar sosialisasi. “Tiba-tiba saja, sudah ada penampungan di dekat permukiman warga,” pungkasnya. (*/ak/ind/k8)

Tags: angkutan batu bara
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Video Keluh Kesah Warga Lok Tunggul yang Dipaksa Berdampingan dengan Batu Bara

Next Post

Agus Haris Minta Pemkot Intensif Pantau Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Jelang Ramadan

Related Posts

Hauling Batu Bara di Jalan Nasional Kaltim, Memanfaatkan Konflik Horizontal untuk Kepentingan Penambang
Kaltim

Hauling Batu Bara di Jalan Nasional Kaltim, Memanfaatkan Konflik Horizontal untuk Kepentingan Penambang

8 Juni 2025, 19:40
Demi KPC, Jalan Nasional Digeser untuk Hauling Batu Bara
Lingkungan

Demi KPC, Jalan Nasional Digeser untuk Hauling Batu Bara

30 April 2025, 12:22
Tak Takut Ditindak, Aktivitas Diduga Tambang Ilegal di Jalan Poros Bontang Dilakukan Terang-terangan
Kaltim

Banyak Jalan Umum di Kaltim Rusak karena Dijadikan Hauling Batu Bara

29 April 2025, 12:13
Menagih Komitmen Cagub terhadap Dampak Batu Bara
Lingkungan

Batu Bara Makin Seksi, Harga Melambung Tinggi

4 Agustus 2024, 12:00
Warga Sebut Tumpukan Batu Bara Cemari Lingkungan, Sudah Tujuh Bulan Dibiarkan
Bontang

Pemilik Tumpukan Batu Bara Masih Dicari

15 September 2021, 12:01
Jatam Sesalkan Proses Penegakan Hukum Lamban
Bontang

Jatam Sesalkan Proses Penegakan Hukum Lamban

14 September 2021, 10:43

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.