Rusmadi Wongso paham benar, jabatannya adalah amanah. Karena itu saat dipercaya terlibat di pemerintahan, dia berupaya menjalankan tugas sebaik mungkin. Sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Rusmadi tertantang membangun aparatur sipil negara (ASN) yang profesional dan kuat.
LUKMAN MAULANA, Samarinda
Tidak pernah terbayangkan di benak Rusmadi bakal berkiprah sebagai birokrat. Setelah dua dekade sebelumnya menjalani peran sebagai akademisi di universitas. Makanya, dia sempat ragu ketika Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memintanya pindah tugas ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim.
“Saya minta waktu untuk berpikir terlebih dulu. Karena saya tidak membayangkan bakal menjadi birokrat,” kenang Rusmadi kepada Metro Samarinda (Kaltim Post Group).
Dengan keinginan kuat untuk mengabdikan diri, Rusmadi menerima jabatan Kepala Bappeda Kaltim. Dilantik 2 Februari 2009, tidak butuh waktu lama baginya untuk segera mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Apalagi Rusmadi punya bekal pengalaman dalam hal perencanaan dan penganggaran saat terlibat dalam kegiatan-kegiatan non goverment organization (NGO).
“Yang saya tekankan, bagaimana proses penyusunan anggaran ini substansinya dalam program pembangunan. Karena dalam setiap proyek pembangunan itu menggunakan rupiah, maka setiap rupiah harus dirasakan benar manfaatnya oleh masyarakat,” terangnya.
Rusmadi menjelaskan, meski di lapangan banyak proyek dapat terselesaikan, namun kenyataannya pembangunan tersebut tidak dapat digunakan sebagaimana semestinya. Hal ini memunculkan kekhawatiran munculnya proyek-proyek siluman yang merupakan penyelewengan. Sehingga menimbulkan terjadinya kebocoran anggaran pemerintah.
“Saat masuk di Bappeda, saya melihat belum ada sistem yang tepat dalam hal perencanaan pembangunan yang bisa mencegah kebocoran,” sebutnya.
Berangkat dari latar belakang tersebut, Rusmadi lantas merintis pembuatan sistem yang disebut Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPPD) di tahun 2010. Sistem berbasis teknologi informasi ini dibangun sebagai antisipasi praktik-praktik perencanaan yang tidak benar. Sehingga bila ada pejabat yang melakukan penyelewengan, bisa langsung terdeteksi.
“Sistem ini mengupayakan perencanaan dibuat sebaik mungkin. Karena bila terjadi kesalahan dalam perencanaan, pada pelaksanaannya nanti banyak risiko yang dihadapi,” jelas Rusmadi.
Sistem ini, tambah Rusmadi, memberikan jaminan dokumen-dokumen perencanaan siap untuk dilaksanakan. Sehingga masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tidak perlu lagi disibukkan dengan proses entri data yang cukup memakan waktu. Melainkan, lebih pada tugas melakukan tinjauan atau penggantian data yang diperlukan.
“Jadi tidak perlu melakukan input berulang-ulang,” sambung pria yang pernah menjadi Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda ini.
Kualitas sistem yang dikembangkan Rusmadi ini rupanya mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kaltim diganjar penghargaan Pangripta Nusantara dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun 2015. Ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada pemerintah daerah dalam hal perencanaan pembangunan daerah.
Selain SIPPD, Rusmadi turut menjadi inisiator di balik pembuatan sistem informasi geospasial dalam program Bappeda yang diberi nama One Data, One Map. Sistem informasi yang diluncurkan 2 April 2014 ini membuat investasi di Kaltim menjadi lebih mudah. Karena semua orang kini bisa mengakses peta yang memuat lebih dari 100 informasi geospasial.
“Melalui program one data, one map ini, diharapkan kita mampu menyajikan satu kesatuan data dan peta di semua lini, sehingga tingkat keakuratannya terjamin sebagai sebuah informasi bagi pemerintah dan masyarakat atau publik,” kata Rusmadi.
Program pembangunan berdasar lokasi ini lantas membawa Kaltim mendapat penghargaan Bhumandala Award dari pemerintah pusat tahun 2016. Yaitu penghargaan sebagai provinsi dengan sistem jaringan geospasial terbaik di Indonesia. Hebatnya, dalam penghargaan ini Kaltim mengalahkan DKI Jakarta dan Jawa Barat.
“Bagi saya bukan penghargaannya yang penting. Melainkan dalam bekerja saya mencoba untuk melakukan langkah-langkah yang berkualitas,” ungkap ayah dari Heru Pratama dan Hendra Pradana ini.
Termasuk dalam penyerapan anggaran, Rusmadi mengupayakan Pemprov Kaltim bisa melakukannya secara maksimal. Langkah yang ditempuh dengan membentuk tim evaluasi penyerapan anggaran. Hasilnya, penyerapan anggaran jadi meningkat dari yang awalnya sekira 84 persen di 2012, bisa meningkat menjadi 91 persen di tahun 2013. Keberhasilan penyerapan anggaran ini lagi-lagi membuat Kaltim diganjar penghargaan.
“Juga dalam hal pengelolaan keuangan, Kaltim selama empat tahun berturut-turut sejak 2014 selalu mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI,” tambahnya.
Di tahun 2013, Rusmadi dipercaya menjadi pelaksana tugas (plt) sekprov Kaltim. Dia menggantikan Sekprov Kaltim sebelumnya, Irianto Lambrie yang ditugaskan menjadi pejabat gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). Tugas sekprov yang merupakan pejabat ASN nomor satu di Pemprov Kaltim pun mulai dijalaninya.
Sebagai pelaksana tugas sekprov, tugas Rusmadi membantu gubernur dalam merumuskan kebijakan pembangunan dan pemerintahan. Ini meliputi melakukan koordinasi dengan SKPD dalam melaksanakan program-program pemerintah. Juga melakukan pengendalian dan pengawasan, serta pembinaan ASN di Kaltim.
“Intinya memastikan dari hulu hingga hilir. Bagaimana pembangunan dan pemerintahan bisa berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar putra pasangan Misdie Wongso dan Rokayah ini.
Hingga pada Februari 2016 silam, Rusmadi secara definitif diangkat menjadi Sekprov Kaltim. Setelah sebelumnya secara gemilang lolos dalam proses seleksi yang dilakukan. Diberi mandat menjadi sekprov, merupakan tantangan bagi Rusmadi untuk membangun ASN yang profesional dan kuat di Kaltim. Karena menurutnya pegawai negeri merupakan ujung tombak dalam pembangunan.
“Berhasil atau tidaknya suatu negeri, ikut diwarnai bagaimana ASN-nya bekerja,” sambung Rusmadi yang mengaku gemar melakukan kegiatan outdoor ini.
Menciptakan ASN yang profesional dan kuat bukanlah sekadar keinginan. Melainkan sudah menjadi tekad dalam diri Rusmadi. Untuk mendukung hal ini, dia menyebut perlu adanya soliditas di antara ASN. Dalam hal ini, ASN harus memiliki loyalitas kepada pimpinannya tanpa berargumen. Selama perintah dari atasan tersebut bukanlah merupakan pelanggaran yang dilarang.
“Pimpinan tidak boleh melakukan pembiaran terhadap ASN yang melakukan kesalahan. Tidak boleh lelah untuk terus melakukan pembinaan kepada anak buahnya,” jelasnya.
Selama kariernya sebagai birokrat, Rusmadi banyak merasakan suka dan duka. Bagi dia, merupakan sebuah kebahagiaan bila bisa membantu masyarakat. Karena sudah menjadi cita-citanya untuk hidup menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Sementara dukanya, ketika ada ucapan-ucapan yang menyebut dirinya tidak bekerja baik dan tidak peduli pada masyarakat. Padahal Rusmadi telah berupaya melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin. Belum lagi tekanan-tekanan dari berbagai pihak yang tidak bisa dihindari saat dia menjalankan tugas.
“Saya akui, saya tidak bisa menyenangkan semua pihak dengan kebijakan yang dibuat. Setiap kebijakan tidak bisa diterima sepenuhnya seratus persen oleh masyarakat Kaltim. Yang penting niat saya baik, positif, dan tidak bermaksud menyakiti atau menyusahkan siapapun,” beber Rusmadi.
Bagi dia, pengalaman paling berkesan sepanjang perjalanan kariernya adalah ketika ditunjuk menjadi Sekprov Kaltim secara definitif. Karena memang sama sekali tidak terbayang oleh Rusmadi bakal menjadi pejabat tertinggi di antara ASN lainnya di Kaltim. Rusmadi sendiri mengakui, tidak pernah memikirkan atau berharap mendapatkan promosi jabatan.
“Bagi saya, amanah yang diberikan mesti dijawab dengan melakukan yang terbaik. Jabatan yang kemudian saya dapatkan adalah hadiah, buah dari apa yang telah saya lakukan. Karena saya yakin, kalau bekerja baik hasilnya pun akan baik. Sebaliknya, bekerja buruk hasilnya juga akan buruk,” tutur pria kelahiran Samarinda, 55 tahun lalu ini.
Hal ini sesuai dengan prinsip hidup Rusmadi. Bagi suami dari Herli Warsita ini, hidup adalah pengabdian. Untuk itu dalam menjalani hidup, bagaimana agar bisa menjadi bermanfaat. Pengabdian yang dilakukan pun tidak boleh asal-asalan, melainkan harus melakukan yang terbaik sesuai kemampuan yang dimiliki.
“Selalu saya jaga agar dalam hidup ini jangan sampai menyakiti orang lain,” pungkas Rusmadi yang kini tengah mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon Gubernur Kaltim dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang. (***)
Nama: Rusmadi Wongso, Ph.D
TTL: Samarinda, 30 Oktober 1962
Istri: Herli Warsita
Anak:
- Heru Pratama
- Hendra Pradana
Pendidikan:
- SDN 013 Samarinda
- SMPN 2 Samarinda
- SMAN 1 Samarinda
- S1 Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda
- S2 Ekonomi Pertanian Universitas Brawijaya-Universitas Gajah Mada
- S3 Production Economic and Farm Management University of the Philippines Los Banos
Karier:
- Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengembangan Wilayah, Unmul (1996-1998)
- Asisten Direktur Program Magister Pertanian, Unmul (2002-2005)
- Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian Unmul (2005-2008)
- Dekan Fakultas Pertanian Unmul (2008-2009)
- Kepala Bappeda Kaltim (2009-2016)
- Plt Sekprov Kaltim (2013-2016)
- Sekprov Kaltim (2016-sekarang)
Alamat: Rumah Dinas Sekprov Kaltim Jalan M Yamin







