• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

PGRI Soroti Kesejahteraan Guru Honorer

by BontangPost
31 Juli 2018, 11:33
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
BERI SOROTAN: Pengurus PGRI Kaltim berharap agar tenaga guru honorer mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan bisa diprioritaskan diangkat sebagai PNS.(DEVI/METRO SAMARINDA)

BERI SOROTAN: Pengurus PGRI Kaltim berharap agar tenaga guru honorer mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan bisa diprioritaskan diangkat sebagai PNS.(DEVI/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Meningkatkan mutu dan kualitas kesejahteraan guru masih menjadi masalah yang terus disuarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim. Pasalnya, seperti halnya upah atau gaji guru di tanah Benua Etam dirasakan belum sesuai dengan standar kebutuhan yang seharusnya.

Ketua PGRI Kaltim, Musyahrim menuturkan, saat ini masih banyak tenaga honorer guru yang sudah mengabdi bertahun-tahun di daerah pelosok, namun tak kunjung diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kami ingin para guru tenaga honorer bisa mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Terutama mereka yang telah lama mengabdikan diri dapat diusulkan diangkat sebagai PNS,” kata Musyahrim, Sabtu (28/7) lalu.

Karenanya, Musyahrim mendorong pelaksanaan Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 benar-benar dapat diterapkan tanpa ada hambatan. Pasalnya, yang terjadi selama ini, ada perbedaan regulasi dari pusat ke daerah-daerah.

Baca Juga:  Otda di Kaltim Dinilai Sukses

“Dalam UU tersebut hanya menyebut guru, tidak ada perbedaan antara guru di pemprov dan pemkot. Namun, aplikasinya ada perbedaan dalam masalah insentif yang mana guru SMA/SMK memiliki insentif Rp 1,6 juta. Sedangkan insentif guru SD berbeda-beda, dari Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu,” ungkapnya.

Musyahrim memandang, kesenjangan penghasilan antar tenaga pendidikan di daerah masih sangat jomplang. Hal tersebut berdampak pada tingkat kesejahteraan yang dimiliki para tenaga pendidik. Terutama para guru honorer.

“Dengan kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang ada, kami berharap teman-teman guru honorer jangan tesnya disamakan dengan guru-guru umum. Kalau disamakan, khawatirnya yang baru lulus kuliah menjadi PNS, sedangkan guru yang sudah lama mengabdi justru tidak lulus,” tuturnya.

Baca Juga:  Seleksi Bawaslu Masuk Babak Final

Menurut Musyahrim, yang penting dipertimbangkan pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat yakni pengabdian yang telah dilakukan para guru honorer. Seperti di Kaltim, tidak sedikit guru yang telah mengabdikan dirinya hingga 15 tahun, namun belum diangkat sebagai PNS.

“Intinya, saat perekrutan CPNS nantinya, para guru yang telah mengabdikan diri 10 sampai 15 tahun harus diutamakan. Ya jangan disamakan dengan mereka yang baru mengajar, apalagi baru mendaftarkan diri sebagai CPNS,” sarannya.

Masalah lainnya yang juga mendapatkan sorotan PGRI yakni masih belum meratanya persebaran guru di 10 kabupaten/kota di Kaltim. Musyahrim menyebut, ada banyak guru di pedalaman yang harus melakukan pekerjaan rangkap karena kurangnya tenaga pengajar linear.

Selain itu, ada kesulitan bagi tenaga guru yang ingin melakukan kenaikan pangkat, terutama yang  berada di pedalaman. Selain dikarenakan berbelitnya peraturan yang harus dilalui, jauhnya jarak yang harus ditempuh juga merupakan salah satu kendala tenaga pendidik di wilayah pesisir.

Baca Juga:  Harga Cabai Turun Drastis 

“Mutu tenaga pendidik di daerah pedalaman dan perkotaan juga tidak seimbang. Sehingga perlu diadakan diklat untuk meningkatkan kualitas guru di daerah pelosok. Karena tak jarang guru di pedalaman ketinggalan dengan guru yang berada di perkotaan,” katanya.

Dengan sederet permasalahan guru itu, tambah Musyahrim, lembaga PGRI yang dia pimpin akan terus berupaya menyuarakan dan memperjuangkan kesejahteraan guru di Kaltim. Baik melalui pemerintah daerah maupun pusat.

“Masih banyak permasalahan yang perlu disoroti pemerintah. Untuk itu kami akan terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi guru di Kaltim hingga ke pemerintah pusat,” pungkasnya. (*/dev)

Tags: Guru HonorerKesejahteraanMetro SamarindaPGRI
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pinsar Akui Stok Ayam Dikurangi 

Next Post

Asal Ada Bukti!, Dewan Siap Buka Jalan Penyelidikan Korupsi Bansos 

Related Posts

Disdikbud Kaltim Klaim Tak Ada Lagi Honorer, Ini Mekanisme Rekrutmen Guru Pengganti di Sekolah Negeri
Kaltim

Disdikbud Kaltim Klaim Tak Ada Lagi Honorer, Ini Mekanisme Rekrutmen Guru Pengganti di Sekolah Negeri

9 Mei 2026, 14:00
Menkeu Diduga Sebut Guru Beban Negara, Ini Pernyataan PGRI
Nasional

Menkeu Diduga Sebut Guru Beban Negara, Ini Pernyataan PGRI

19 Agustus 2025, 10:30
Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa
Kaltim

Ada Program GratisPol tapi Gaji Guru Honorer Tak Terbayarkan Selama Enam Bulan

21 Juni 2025, 11:35
Nasib Guru Honorer Bontang, Wali Kota Neni; Tetap Bekerja, Gaji Naik
Bontang

Nasib Guru Honorer Bontang, Wali Kota Neni; Tetap Bekerja, Gaji Naik

16 Juni 2025, 17:03
Guru Honorer Dihapus, Sekolah Bakal Lumpuh
Bontang

39 Honorer Disdikbud Bontang Diputus Kontrak, Jumlah Rombel di Sekolah Negeri Dikurangi

10 Juni 2025, 15:19
Kemendikdasmen Siapkan Bantuan Langsung untuk Guru Honorer
Nasional

Kemendikdasmen Siapkan Bantuan Langsung untuk Guru Honorer

5 Februari 2025, 10:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.