• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Proses Pembahasan  APBD Tidak Maksimal

by BontangPost
26 Juli 2017, 12:57
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Setiyoko Waluyo

Setiyoko Waluyo

Share on FacebookShare on Twitter

Anggota Komisi I DPRD Bontang Setiyoko Waluyo menilai, proses penggodokan Peraturan Daerah (Perda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak maksimal. Seringkali dalam tahapan asistensi antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengeluarkan kebijakan yang tidak populis. Seperti mencoret usulan anggaran kegiatan yang sebenarnya lebih prioritas.

“Tiga tahun saya menjabat, proses pembuatan perda ini tidak maksimal. Saya lihat ini pada saat rasionalisasi APBD mereka tidak berfikir, hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak malah dicoret. Alasannya karena anggaran berkurang, akhirnya  Cleaning Service (CS) salah  yang jadi korban,” ujar Setiyoko dihadapan forum mediasi yang digelar Komisi I DPRD Bontang terkait polemik pemberhentian CS di Lingkup Pemkot Bontang, Selasa (25/7).

Baca Juga:  Perda SIUP Tak Relevan 

Menurutnya, Banggar dan TAPD  perlu bijak menyikapi persoalan ini, jangan sampai mengorbankan keberlangsungan hidup seseorang. Kebijakan lain yang dirasa kurang tepat dengan dalih defisit kata politisi yang juga da’I ini adalah rasioanalisasi gaji tenaga non PNS beberapa waktu lalu.

“Mestinya yang dicoret itu kegiatan proyek, karena itu menggunakan biaya yang besar. Masa kita mengorbankan hajat hidup orang banyak,” tuturnya.

Politisi Partai Amanat Nasional itu meminta, agar sebelum APBD ditetapkan ada baiknya dikembalikan ke masing-masing Komisi agar di rapatkan ke mitra kerjanya di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).  “Kalau seperti ini kita  bisa tahu mana yang dicoret, supaya kedepan tidak ada masalah seperti ini. Kalau dari awal kita lakukan seperti ini saya pikir tidak ada masalah  yang begini terus,” tutupnya. (*/nug)

Baca Juga:  Soroti Lonjakan Harga Ikan, Komisi III Imbau Penjual Tidak Nakal 
Tags: apbdcleaning servisdprdPHK
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot Harus Patuhi Perda Pelindungan Tenaga Kerja Hak Alih Daya

Next Post

Wabup Lepas 6 Siswa SLB Ikuti FLS2N dan O2SN di Jakarta 

Related Posts

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal
Kaltim

Regulasi Berbenturan, 15 Ribu Pekerja Tambang di Lingkar IKN Terancam PHK Massal

6 Juli 2026, 08:00
Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Kaltim

Pemangkasan Kuota Batu Bara 2026 Picu Kepanikan di Kaltim, 1.237 Orang Sudah Kehilangan Pekerjaan

13 Mei 2026, 19:09
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.