BONTANG – Kepengurusan Asosiasi Kota Persatuan Sepak Bola Indonesia (Askot PSSI) Bontang bakal dibekukan. Ini dikarenakan Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Indonesia (Asprov PSSI) Kaltim akan menurunkan karteker terhadap kepengurusan tersebut. Hal ini disampaikan Ketua Asprov PSSI Kaltim, Yunus Nusi kepada media ini, Rabu (22/2) kemarin.
Yunu Nusi menjelaskan, dalam melanjutkan roda organisasi kepengurusan sepak bola di Bontang, Asprov PSSI Kaltim akan menurunkan karteker terhadap kepengurusan Ketua Askot PSSI Bontang. Ini menyusul pengunduran diri H Saleh Dandang sebagai Ketua Askot PSSI Bontang dengan alasan kesibukannya berbisnis dan usaha.
“Ada surat resmi terkait pengunduran diri beliau (H. Saleh Dandang, Red), namun saya tidak tau pasti tanggalnya kapan, yang jelas di bulan ini (Februari, Red.),” ungkapnya.
Yunus menambahkan, terkait yang menjadi ketua karteker dan anggota nanti, pihaknya belum menentukannya. Sebab hal ini masih akan dibahas di Rapat Executive Committe (Exco), yang diikuti Exco PSSI Provinsi Kaltim dan para pengurus sepak bola di Bontang termasuk Exco PSSI Bontang.
Diakuinya rapat persiapan kongres pemilihan ketua tersebut akan dilaksanakan secepatnya. Agar kompetisi di Bontang juga bisa cepat berjalan
“Saya masih di Jakarta, habis ini ke Solo. Mungkin sepulangnya dari sana baru membahas pelaksanaan rapat,” katanya.
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Askot PSSI Bontang Andi Amri mengatakan, dia tidak mengetahui tentang pengunduran diri H Saleh Dandang. Pasalnya dirinya tidak pernah dikonfirmasi mengenai hal tersebut.
Namun sebagai pengurus dan salah satu voter di Askot PSSI Bontang, dia mengaku setuju saja siapa pun nantinya yang akan ditunjuk Asprov PSSI Kaltim menjadi karteker.
“Saya sarankan karteker yang ditunjuk nanti bisa konsentrasi melaksanakan Muskotlub (Musyawarah Kota Luar Biasa, Red.) sesuai tugas dan fungsi utamanya,” tuturnya.
Amri berharap kepada karteker, dapat memberikan dukungan mental, moril, dan bagian dari Bontang U-17 yang mengikuti Piala Soeratin di Kutai Timur dalam waktu dekat ini. Tanpa merubah pemain dan ofisial yang sudah terbentuk.
Sebab para pemain adalah kumpulan anak-anak Bontang terbaik. Yang diseleksi secara terbuka, transparan, dan tanpa intervensi dari luar.
“Diharapkan karteker ini dapat menaungi Bontang U-17 yang sudah dibentuk selama dua bulan ini, yang semua di dalamnya sudah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan materi,” ujarnya. (ver)






