bontangpost.id – Pembukaan Ajang Kreativitas Generasi Berencana (GenRe) 2021 berlangsung lancar, pada Jumat (19/11/2021). Kegiatan yang mengusung tema “Aku, Kamu, untuk Indonesia” itu berlokasi di Tamariska Garden, Jalan Labu Putih, Kelurahan Gunung Elai.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Kaltim Parna Industri (KPI) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Bontang, mendukung penuh pelaksanaan Ajang Kreativitas GenRe 2021 yang akan berlangsung selama dua hingga Sabtu (20/11/2021).
Kepala PPKB Bahauddin dalam laporannya menerangkan, bahwa Ajang Kreativitas GenRe 2021 ini merupakan kegiatan tahunan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja, saling tukar pengalaman dan pengelolaan PIK Remaja, serta menumbuhkan semangat PIK Remaja melalui pemberian materi, gim, dan lomba-lomba tingkat kota.
Melalui kegiatan ini pula, seluruh anggota PIK Remaja se-Bontang dapat memupuk kebersamaan sebagai satu keluarga besar. Yang memiliki tekad dan tujuan sama yakni membangun Kota Bontang. Adapun tujuan terlaksananya salah satu progran kerja Forum GenRe Indonesia dalam hal ini Kota Bontang untuk menciptakan generasi bangsa yang unggul dan berkarakter melalui workshop Tentang Kita yaitu berani, beraksi, dan berkolaborasi.
Juga meningkatkan kreativitas, pengetahuan, dan pemahaman bagi remaja tentang program GenRe. Meningkatkan rasa kebersamaan dan persaudaraan antar anggota GenRe Bontang dengan berkumpul bersama dan berbagi pengalaman. Serta sebagai sarana promosi bagi pihak PT KPI.
Kegiatan yang berlangsung dua hari itu diisi dengan pembekalan peserta mengenai workshop Tentang Kita oleh Duta GenRe 2021. Peserta akan mengikuti dua rangkaian lomba yakni GenRe Ranking 1, yang merupakan lomba adu ketepatan dalam menjawab pertanyaan serta saling berkompetisi menjawab pertanyaan dengan benar.
Lomba berikutnya GenRe Got Talent, ialah lomba unjuk bakat bagi peserta dengan kreativitas masing-masing. “Jangan berhenti berkreasi, jangan berhenti berkreativitas, manfaatkan waktu sebaik mungkin. GenRe Bontang Insyaallah bisa lebih eksis,” harap Bahauddin.
Di tempat yang sama, General Manager HRD & GA PT KPI Budi Hermawan menerangkan salah satu program Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang sedang digencarkan pemerintah saat ini membutuhkan peran dari generasi milenial dan anak-anak muda. Mereka nantinya akan menjadi motor penggerak dari program pembangunan berkelanjutan itu. Karena peran generasi muda, dan generasi milenial sangat penting mengingat jumlahnya cukup besar di negeri ini, yakni mencapai 40 persen dari total penduduk.
Remaja adalah generasi muda yang menjadi cikal bakal penerus dan akan menggantikan para tokoh yang berperan penting dalam kemajuan bangsa di masa kini. Oleh karena itu perlu peningkatan kualitas melalui pembentukan karakter agar menjadi remaja yang tangguh, sehat dan berkontribusi untuk pembangunan bangsa di masa depan.
Sebagai wujud kepedulian KPI terhadap masyarakat, melalui program CSR-nya mewujudkan kepedulian terhadap remaja yang tergabung dalam GenRe Kota Bontang. Ada tiga isu besar dalam program GenRe, yaitu katakan tidak pada menikah di bawah umur, tidak pada seks pranikah, dan tidak pada narkotika, psikotropika serta zat adiktif lainnya (Napza).

“Selama 2 hari akan dilakukan workshop, lomba Ranking 1, GenRe Got Talent yang dikemas dalam program kreativitas. Diharapkan mampu meningkatkan kreativitas, mengasah keterampilan, pengetahuan, dan pemahaman remaja terhadap Program GenRe,” harap Budi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah yang sekaligus membuka dengan resmi Anjang Kreativitas GenRe Tentang Kita Kota Bontang, menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan remaja semacam ini.
“Terima kasih PT KPI yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan positif ini dapat terlaksana. Alhamdulillah, PT KPI selama ini banyak bersinergi dengan Pemkot Bontang dalam sejumlah kegiatan di Bontang,” tuturnya.
Pembinaan ketahanan remaja yang menjadi program GenRe merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam rangka menghapuskan perkawinan anak dan kehamilan remaja. Program GenRe diimplementasikan melalui pemberdayaan teman sebaya dan pengasuhan atau parenting keluarga yang memiliki remaja.
Tujuannya, agar remaja mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara berencana hingga bekerja, dan menikah dengan penuh perencanaan sesuai dengan fase reproduksi sehat. Upaya tersebut dilakukan dengan pemberian akses informasi, pendidikan konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga yaitu pada Pasal 48 UU 52/2009.
“Ke depannya, bagaimana kita bisa menjadikan anak Bontang ini untuk terhindar dari hal-hal negatif. Bisa menjadi anak-anak yang sukses,” tutup dia. (adv)







