bontangpost.id – PT Kaltim Parma Industri (KPI) menyalurkan tumbuhan obat-obatan berupa bibit jahe merah dan daun mint. Kepada warga binaan Posyandu Mekarsari dan Posyandu Mawar. Ini merupakan rangkaian program pencegahan stunting yang tengah digodok PT KPI bekerjasama dengan Dinkes Bontang. Penyaluran dilakukan secara simbolis di Posyandu Mekarsari, Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, Sabtu (7/11/2020) pagi.
Manager PT KPI, Nasruddin mengatakan, pemberian tumbuhan obat-obatan ini guna mengoptimalkan program pencegahan stunting yang telah pihaknya godok bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang sejak Maret 2020 lalu. Adapun program tersebut berjuluk Insting Mitra KPI Berdaya 2020.
Seluruh hal yang dimungkinkan untuk diintervensi, khususnya dalam ketahanan pangan dan pemenuhan konsumsi bergizi, bakal ditempuh selama masa program. Ini juga menjadi upaya PT KPI untuk memacu keluarga untuk menyuplai konsumsi sehat dari rumah. Dalam artian, keluarga bisa memperoleh konsumsi sehat, bergizi, dengan menanam sendiri di rumah. Memanfaatkan halaman rumah.
“Kami sesuaikan juga. Karena penduduk di sini bermukim di atas laut. Maka tanaman obat ini ada polybag-nya,” tuturnya.
Lanjut dia, mestinya di November ini seluruh rangkaian program yang telah disusun telah rampung. Dan hasilnya sudah bisa diketahui. Berhubung pandemi Covid-19 melanda, program sempat melambat. Baru dimulai lagi Oktober 2020 lalu. Ketika PT KPI memberikan susu formula eksklusif secara bekesibambungan kepada 14 bayi di bawah dua tahun (Baduta) selama 90 hari.
“Dalam rangkaian program, penyaluran tumbuhan obat-obatan ini sudahl sampai di tahap 5. Kalau tidak ada aral, Januari 2021 evaluasi program ini bisa dilihat,” beber Nasruddin.
Besar harapan Nasruddin bila program ini berjalan suskses. Tujuannya dalam mencegah angka stunting serta memperbaiki kondisi tubuh anak-anak yang menjadi sasaran program tercapai. Sehingga program intervensi serupa bisa kembali digelar di tahun mendatang. Yang harapannya, bisa menjangkau lebih banyak anak di Bontang.
Ditegaskan Nasruddin, PT KPI sangat berkomitmen dalam mendukung upaya pemerintah, khususnya Pemkot Bontang dalam mengentaskan stunting. Anak-anak yang terhindar dari stunting lebih mungkin dalam menggapai masa depan yang lebih cerah. Mereka bisa membawa perubahan bukan saja untuk dirinya sendiri. Pun arah perubahan yang hebat untuk bangsa dan negara.
Sebabnya dia meminta agar orangtua yang masuk anak-anaknya masuk dalam sasaran program, pun menerima tumbuhan obat-obatan dari PT KPI ini, untuk komitmen bersama melawan stunting. Selama masa program, PT KPI menyediakan susu formula eksklusif selama 90 hari kepada 24 anak baduta dan pemberian makanan sehat dan berkualitas bagi 31 anak yang membutuhkan tambahan nutrisi makanan bergizi. Namun semua harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
“Semoga pertemuan selanjutnya kita tidak lagi bicara soal perkembangan gizi anak. Tapi bagaimana mengembangkan tanaman obat untuk keluarga,” tegasnya.
Agenda ini turut dihadiri Plt Kadis Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Amran dalam kesempatan itu dia ucapkan apresiasi dan sangat mendukung program ini. Menurutnya ini adalah bentuk kepedulian dan sinergitas dalam mendukung program pemerintah. Karena penanganan stunting, gizi buruk adalah program nasional. Butuh kerjasama seluruh pihak. Agar generasi masa depan menjadi sehat, tumbuh kembangnya baik, dan mencetak generasi berkualitas.
Terkait pemberiaan tumbuhan obat-obatan ini. Kata Amran, sejatinya ini sangat mudah diaplikasikan di rumah. Modalnya tidak banyak, terpenting keluarga memang berniat untuk menanam. Pun banyak tutorial menanam di pekarangan rumah dibagikan di internet. Kalau masih belum bisa, DKP3 siap untuk membimbing, bahkan menambah suplai bibit yang dibutuhkan masyarakat.
“Apresiasi dan terima kasih kepada perusahaan atas program CSR yang mereka lakukan ini. Semoga bisa berkelanjutan,” tandasnya







