• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Rekap Data LK3, AMPK di Bontang Meningkat

by BontangPost
5 Februari 2017, 13:02
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

ODHA Baru Bermunculan di 2016

BONTANG – Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) di Bontang jumlahnya semakin meningkat dari tahun 2015 lalu. Tak hanya itu, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) juga mengalami peningkatan di 2016. Padahal, tahun 2015 tercatat tidak ada ODHA baru.

Data hasil rekapan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang merislis, tahun 2015, AMPK hanya sebanyak 10 orang, sementara di tahun 2016 melonjak menjadi 39 anak. Sedangkan ODHA dari tahun 2015 tak tercatat adanya data baru, sementara di tahun 2016 ada 4 ODHA baru. (Selengkapnya lihat info grafis).

Manager Khusus LK3 Bontang Suratmi mengatakan, untuk AMPK yang masuk kategorinya yakni anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS, anak lahir dari perkosaan, anak yatim piatu, korban perdagangan, juga anak tereksploitasi. “Mulai usia 6 tahun sampai 18 tahun, banyak juga anak hasil nikah siri yang ditinggal bapaknya tanpa pertanggungjawaban,” jelas Suratmi.

Bantuan yang LK3 Bontang berikan bagi mereka para AMPK, dijelaskan Suratmi yakni tim penjangkau membantu dalam hal administrasi. Pasalnya, AMPK banyak yang tidak masuk dalam Kartu Keluarga (KK), alasannya karena anak hasil nikah siri atau korban perkosaan. Sehingga LK3 mencoba membuatkan Akta Kelahiran menjadi anak ibu tanpa nama ayah. “Setelah ada akta kelahiran, bisa masuk KK, barulah dibuatkan Jamkesda,” ujarnya.

Dengan masuknya nama anak di KK, maka AMPK bisa bersekolah di sekolah negeri yang sejatinya  gratis biaya. Sementara untuk biaya hidupnya, Suratmi menyatakan mereka ada yang diberi bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos), ada juga dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat Bontang berupa biaya dan sarana sekolah, makanan, sandang juga pempers bagi anak balita.

Adanya peningkatan jumlah klien LK3 Bontang secara keseluruhan pun, membuktikan bahwa kehadiran negara ditengah masyarakat dibutuhkan. “Ini juga berarti LK3 mulai tersosialisasi ke target sasaran,” ungkap Suratmi.

Yang ditangai LK3 Bontang, meupakan 26 jenis Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Sehingga peningkatan ini bukan berarti kemiskinan belum berkurang, walaupun memang diakui Suratmi kemiskinan merupakan ibu dari segala permasalahan. “Ibarat irigasi selama ini tidak tahu ada saluran, nah, sekarang mereka mendapat saluran mengadu untuk menyelesaikan masalah keluarga yang mereka alami,” ujarnya. (mga)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Besok Kontraktor Gelar Unjuk Rasa

Next Post

Gemari Film Indie, Promosikan Budaya Lokal Bontang

Related Posts

Ketidakjelasan Status Aset Beras Basah Bontang Hambat Penataan, Pemkot Temui Pemprov Kaltim
Bontang

Pemkot Bontang Matangkan PLTS di Dua Pulau, Listrik Ditarget Menyala 24 Jam

2 November 2026, 14:49
Investasi Usaha Pinjaman dan Fashion Bermasalah, Enam Warga Bontang Lapor Polisi
Bontang

Kasus Dugaan Investasi Pengusaha Fashion Bontang Segera Naik Penyidikan, Polisi Siapkan Gelar Perkara

2 November 2026, 13:12
CSR Mengalir ke Pulau Jawa, Anggota DPR RI Minta Pemprov Kaltim Peringatkan Perusahaan Tambang
Kaltim

Dugaan Korupsi Pengelolaan Batu Bara, Tiga Direktur Varia Niaga Samarinda Jadi Tersangka

2 November 2026, 11:00
Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026
Bontang

12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

2 November 2026, 09:15
Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti
Kriminal

Pria di Muara Badak Diringkus Polisi, Tujuh Paket Sabu Ditemukan di Rumah

2 November 2026, 08:17
Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05

Terpopuler

  • Distribusi MBG di Bontang Libur Saat Lebaran, Kembali Berjalan 31 Maret 2026

    12 Dapur Tutup Sementara, Hampir 28 Ribu Penerima MBG di Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Hujan dan Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Gang Bakau Indah Bontang Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.