• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Revisi Perda Iklan Rokok; Didukung Pemusik, Legislator Sebut Tak Urgen

by Fitri Wahyuningsih
23 Mei 2021, 15:11
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Sejumlah musisi di Bontang mendorong pemerintah melakukan revisi atas Perda dan Perwali soal iklan rokok. Penerapan aturan ini menurut mereka membunuh kreativitas musisisi lokal. Sementara pemerintah tidak pernah menawarkan program, atau solusi bagi musisi lokal untuk terus berkembang di kotanya sendiri.

Musisi senior Bontang Fahmi Hio menjelaskan, aturan ini sangat diskriminatif. Pemerintah melarang iklan rokok, tapi di penjuru kota rokok diperdagangkan bebas.

Di samping itu, revisi tersebut didorong agar perusahaan rokok bisa menjadi penyokong dana dalam kegiatan yang mereka lakukan. Di mana sejak perda dan perwali diterapkan, perusahaan rokok tak bisa lagi menjadi pendukung.

Sementara pemerintah sendiri tidak pernah memberikan program pengembangan musisi lokal, memfasilitasi. Apalagi, klaimnya, memberikan solusi atas persoalan ini.

Baca Juga:  Neni Kembali Tegaskan Bontang Tolak Iklan Rokok

“Ada enggak tawaran pemerintah yang lebih baik dari perusahaan rokok? Enggak ada,”tegasnya.

“Mereka cuma pasang baliho (di lokasi acara) tapi tidak suruh merokok,” akunya.

Hal kurang lebih senada diungkapkan Rangko dari Band Delawa. Menurutnya sejak perda itu disahkan 2016 lalu, kegiatan musik dan para musisi lokal pada siup, bahkan mati suri. Sebabnya mereka tak bisa menggelar kegiatan musik atau seni yang mendatangkan atau didanai perusahaan rokok.

“Semoga Perda ini benar direvisi. Dan musisi lokal bisa hidup kembali di kotanya,” tandasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mengaku telah mendengar wacana tersebut. Tapi belum tahu pasti poin-poin apa saja yang ingin direvisi. Namun secara pribadi, dia mengaku bila regulasi ini sudah berjalan baik di Bontang. Sehingga wacana revisi yang digulirkan sejatinya tak urgen sama sekali.

Baca Juga:  Iklan Rokok Banyak Mudaratnya, DPRD Beri Dukungan

“Selama ini sudah efektif. Apa yang mau direvisi,” kata Agus Haris ketika berbincang dengan awak media belum lama ini.

Dia bilang, bila salah satu poin revisi ialah mengizinkan iklan rokok tersebar bebas di penjuru kota, maka ia tegas menolak itu. Meskipun alasan pemerintah iklan rokok dibuka guna mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), Agus masih tak menerima itu. Sebab dia menilai masih ada jalan lain buat mendongkrak PAD.

Pendapatan dari iklan rokok pun dinilai tak seberapa. Yang menurutnya terlihat jelas, sebutnya, hal buruk yang ditimbulkan dari keberadaan rokok dan iklan ajakannya. Misalnya ditinjau dari sisi kesehatan, rokok tidak baik. Dari sisi ekonomi, ini menjadi beban pengeluaran baru. Yang ditakutkan, bila iklan rokok itu terinternalisasi di kalangan remaja yang belum bisa berpikir jernih. Karena kecanduan rokok, bisa lakukan tindakan tak sepatutnya. Semisal mengambil duit orangtua.

Baca Juga:  Kontrak Berakhir, Empat Reklame Rokok di Jalan Pattimura Belum Dicopot

“Berapa juga sih potensi PAD dari iklan rokok?Kecil, gak sebanding dengan potensi kerusakan yang ditimbulkan, masih banyak sumber PAD lain yang dapat dioptimalkan,” bebernya.

Politikus Gerindra ini menyebut, ada atau tidaknya iklan rokok di jalan, perokok aktif tetap akan ada. Iklan tidak mempengaruhi keputusan mereka untuk merokok atau tidak. Sebabnya, keberadaan iklan lebih baik ditiadakan. Agar yang bukan perokok tidak ikut-ikutan jadi perokok aktif.

“Sasaran iklan (rokok) ini anak di bawah umur. Nanti makin banyak anak-anak yang jadi perokok kalau iklan menjamur,” tandasnya. (*)

Tags: Iklan Rokok
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terkait Pembangunan Polder di Bontang Kuala, Andi Faiz Nilai Wali Kota Keliru

Next Post

Revisi Perda Iklan Rokok Dinilai Tidak Urgen

Related Posts

Spanduk Iklan Rokok di Warung Dicopot, Dukung Bontang Kota Layak Anak
Bontang

Spanduk Iklan Rokok di Warung Dicopot, Dukung Bontang Kota Layak Anak

19 Juni 2025, 09:59
Kontrak Berakhir, Empat Reklame Rokok di Jalan Pattimura Belum Dicopot
Bontang

Kontrak Berakhir, Empat Reklame Rokok di Jalan Pattimura Belum Dicopot

30 Januari 2025, 11:51
Cukai Resmi Naik 10%, Siap-siap Tahun Depan Harga Rokok Makin Mahal
Nasional

Jual Rokok Eceran Resmi Dilarang Pemerintah, Ini Sanksinya Jika Tetap Nekat Menjual

1 Agustus 2024, 11:04
Perokok Kaltim Rata-Rata Habiskan 60 Batang Rokok Tiap Pekan
Kaltim

Perokok Kaltim Rata-Rata Habiskan 60 Batang Rokok Tiap Pekan

31 Mei 2021, 10:31
Neni Kembali Tegaskan Bontang Tolak Iklan Rokok
Bontang

Neni Kembali Tegaskan Bontang Tolak Iklan Rokok

10 Agustus 2017, 12:13
DPRD Minta Komitmen Investor BCM
Bontang

Iklan Rokok Banyak Mudaratnya, DPRD Beri Dukungan

5 Agustus 2017, 12:56

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.