• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Tepian, Kota Ladang “Masalah” Tambang 

by BontangPost
26 Januari 2018, 11:32
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
SOROTI TAMBANG: Masalah pertambangan kembali mendapatkan sorotam tajam sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aksi Kamisan, kemarin.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

SOROTI TAMBANG: Masalah pertambangan kembali mendapatkan sorotam tajam sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aksi Kamisan, kemarin.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Kegiatan pertambangan di Kota Samarinda bagai mata pisau bermata dua. Di satu sisi menjadi pendongkrak ekonomi bagi masyarakat. Di sisi lainnya kegiatan tambang berdampak pada rusaknya ekosistem alam di sekitarnya. Bahkan akibat pengerukan emas hitam itu, 18 nyawa melayang di lubang tambang.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim menilai, aktifitas pertambangan di Kota Tepian lebih banyak membawa mudarat dibandingkan manfaatnya. Melalui Aksi Kamisan yang rutin digelar di depan kantor Pemprov Kaltim, Kamis (25/1) kemarin, Jatam memberikan sejumlah catatan penting di balik geliat pertambangan di Samarinda.

Anggota Jatam Kaltim, Ruli Darmadi mengungkapkan, beberapa catatan dimaksud yakni, dari 718 kilometer persegi luas wilayah Samarinda, hampir 71 persen diantaranya sudah dipergunakan sebagai konsesi pertambangan batu bara. Sementara 215 kilometer persegi sisanya digunakan untuk perumahan dan pertanian.

Baca Juga:  Diserbu Warga Luar Daerah, Penduduk Miskin Samarinda Melonjak 

“Bila kita mengacu pada data itu, Samarinda ini sudah jadi ladang pertambangan. Artinya, Samarinda termasuk kota yang sedang sakit parah. Karena sebagian besar kawasan pemukiman dan pertanian sudah beralih fungsi untuk tambang,” kata Ruli.

Catatan lainnya yakni, dampak dari aktifitas pertambangan yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir menyisakan 232 lubang tambang. Kebanyakan di antaranya belum ada yang direklamasi oleh perusahaan. Sedangkan itu menjadi kewajiban perusahaan.

Keberadaan lubang tambang itu telah menjadi masalah pelik bagi masyarakat setempat. Bahkan akibat dari itu, sebanyak 18 nyawa melayang karena tenggelam di genangan air di lubang tambang tersebut. Dimana kebanyakan di antaranya adalah anak-anak.

“Ada dana Rp 61 miliar yang disetor perusahaan ke pemerintah untuk reklamasi. Tapi ternyata dana itu justru tidak digunakan untuk reklamsi. Makanya, jangan heran kalau lubang-lubang tambang berseliweran, membunuh anak-anak yang tak berdosa,” tegasnya.

Baca Juga:  Klaim Kaltim Aman dari Teroris

Masalah lain yang juga tidak kalah pelik dari kegiatan pertambangan di ibu kota Kaltim tersebut adalah, aktifitas tambang baru bara menyebabkan sedimentasi. Berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup (BLH) Samarinda pada 2014 lalu, terdapat 600 meter kubik sedimen yang menutupi Sungai Karang Mumus.

“Sedimentasi tersebut telah mendangkalkan Sungai Karang Mumus. Akibatnya, air meluap ke pemukiman penduduk. Karena Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus itu dikelilingi tambang. Dimana 55,3 persen DAS dikelilingi tambang batu bara,” ungkapnya.

Ruli menjelaskan, sebanyak 45 anak sungai rusak parah, bahkan di antaranya menghilang ditutupi sedimen tambang. Sehingga air hujan atau banjir terkonsentrasi di Sungai Karang Mumus. Karena pelan tapi pasti, anak sungai yang sebelumnya membantu pembuangan air hujan, rusak dan menghilang.

Baca Juga:  Rita: Saya Tidak Pernah Merasa Lelah

“Ekosistem pertanian dan perkebunan yang sebelumnya menjadi sumber ekonomi masyarakat juga menjadi rusak. Ini yang paling bermasalah, sebab petani banyak yang beralih profesi pada tambang batu bara, sehingga efeknya pertanian menjadi stagnan,” ucapnya.

“Pemerintah daerah, baik pemkot maupun pemprov harus mengambil langkah serius. Tidaknya hanya melakukan moratorium atau mencabutan izin pertambangan, tetapi juga harus ada evaluasi dan verifikasi lapangan,” tambahnya. (*/um/drh)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: masalahMetro Samarindasamarindatambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Kuasai Kota, Ramai-ramai Robek Bendera Belanda

Next Post

Teliti Ijazah, KPU Datangi Kampus

Related Posts

Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN
Kaltim

Andi Harun Protes ke Pemprov Kaltim, 49.742 Warga Miskin Samarinda Terancam Kehilangan JKN

11 April 2026, 11:30
Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim
Kaltim

Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim

24 Februari 2026, 14:00
Kejaksaan Tinggi Kaltim Tahan Direktur Tiga Perusahaan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tambang di Kukar
Kaltim

Kejaksaan Tinggi Kaltim Tahan Direktur Tiga Perusahaan dalam Kasus Dugaan Korupsi Tambang di Kukar

24 Februari 2026, 10:10
Wabup Kutim Sentil 38 Perusahaan Tambang, Realisasi PPM Disorot
Kaltim

Wabup Kutim Sentil 38 Perusahaan Tambang, Realisasi PPM Disorot

23 Februari 2026, 18:33
JATAM Ungkap Jaringan Bisnis Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur Sherly
Nasional

JATAM Ungkap Jaringan Bisnis Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur Sherly

19 November 2025, 14:53
Aktivis Soroti Kutim, Lahan Tambang Terluas tapi Belum Lunasi Jaminan Reklamasi di Kaltim
Kaltim

Aktivis Soroti Kutim, Lahan Tambang Terluas tapi Belum Lunasi Jaminan Reklamasi di Kaltim

7 Oktober 2025, 14:46

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kartu Bontang Pintar Tetap Prioritas, Pemkot Sesuaikan Nominal Bantuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.