• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Terjebak Dalam IUP Tambang, Desa Buana Jaya Berkabut Debu, Sawah Tercemar

by Redaksi Bontang Post
14 Maret 2025, 14:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Dampak tambang yang berjarak 75 meter dari permukiman warga Desa Buana Jaya, terpantau alat-alat berat (Istimewa)

Dampak tambang yang berjarak 75 meter dari permukiman warga Desa Buana Jaya, terpantau alat-alat berat (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Kukar – Menjadi kawasan yang dikelilingi sumber daya mineral berupa batubara. Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) merasakan transformasi dari pertambangan yang terjadi. Desa yang dulu dikelilingi bukit hijau dan lahan pertanian kini berubah, seiring dengan ekspansi pertambangan di kawasan mereka.

Antarasawah dan pertambangan, sudah menjadi hal yang biasa di kecamatan ini. Di sudut kecamatan ini, Desa Buana Jaya. Dampak pertambangan amat terasa bagi warga setempat. Salah seorang warga yang terdampak adalah Ahmad Purwadi. Pria ini merasakan langsung dampak buruk dari pertambangan.

“Setiap hari kami harus berhadapan dengan debu yang masuk ke rumah. Kalau musim hujan, limbah air dari tambang juga mengalir ke lingkungan kami. Ini adalah keluhan kami, namun belum ada respon dari perusahaan. Mungkin karena kami juga belum melaporkannya ke dinas terkait,” ungkapnya.

Baca Juga:  Desa Mulawarman, Daerah Transmigrasi yang Terancam Punah, Relokasi Harga Mati

Keluhan Purwadi ini nyata terasa bagi warga lain. Di desanya, area pertambangan hanya berjarak 75 meter dari permukiman warga. Pun dampak lingkungan ini membawa efek domino ke kehidupan warga. Dari debu, jalan yang berlumpur parah saat hujan, jalan desa yang rusak akibat lalu lalang kendaraan berat hingga air yang mencemari persawahan warga.

Di sisi lain, pertambangan di Desa Buana Jaya terbukti memiliki sisi positif dan negatif. Hal ini diungkapkan Sekretaris Desa Buana Jaya, Ahmad Wondo. Ia mengatakan, secara administrasi, desanya berada dalam area izin usaha pertambangan (IUP). Hal ini menjadi fakta bahwa aktivitas tambang di desanya bukan sesuatu yang baru apalagi tabu.

Baca Juga:  TERLALU!!! Kuburan Kok Digarap Jadi Tambang 

“Namun memang ada sisi positif dan negatif dari aktivitas tambang ini. Positifnya, harga tanah melonjak, banyak warga yang sebelumnya tidak mampu kuliah kini bisa berkuliah, yang dulunya tidak punya mobil sekarang bisa membeli mobil, dan banyak warga yang mendapat ganti rugi bisa membangun rumah lebih layak,” katanya.

Polemik pertambangan ini sudah menjadi bagian dari kehidupan sejak lama. Terbukti dengan leluhur yang sudah melakukan pertambangan dalam kehidupan jaman dulu. “Buktinya, alat-alat musik tradisional berbahan logam sudah ada sejak dahulu kala,” ujar Wondo.

Wondo juga mengatakan warga yang berada dalam IUP ini mendapatkan kompensasi atau manfaat ekonomi secara langsung. Secara ekonomi, hal ini membawa dampak besar bagi warga. Namun secara lingkungan, hal ini justru membawa dampak buruk bagi warga khususnya yang bergantung pada pertanian.  (moe)

Baca Juga:  180 Izin Usaha Tambang Dicabut, Terbanyak Diterima Pengusaha Asal Kaltim
Tags: tambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Warga Keluhkan Maraknya Peminta Sumbangan saat Ramadan, Marah Bila Tidak Diberi

Next Post

Pengelola Pelabuhan Loktuan Belum Bayar Pendapatan Tetap dan Bagi Hasil Keuntungan, Denda Meningkat

Related Posts

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58
Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim
Kaltim

Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim

24 Februari 2026, 14:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.