• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Ungkap Masalah lewat Konseling, Beri Solusi dalam Keterbatasan 

by BontangPost
26 September 2018, 11:50
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
SIAP BERANGKAT: Para relawan Home Care Lansia tengah mempersiapkan bantuan makanan yang akan dibagikan kepada para lansia yang menjadi sasaran program.(LUKMAN/BONTANG POST)

SIAP BERANGKAT: Para relawan Home Care Lansia tengah mempersiapkan bantuan makanan yang akan dibagikan kepada para lansia yang menjadi sasaran program.(LUKMAN/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Kementerian Sosial (Kemensos) RI sejatinya memiliki sederet program bantuan sosial bagi lanjut usia (Lansia). Sayangnya, tak semua bantuan itu diaplikasikan di daerah. Beruntung, program Home Care Lansia kini telah diadopsi di Bontang dan telah berjalan selama dua tahun.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Pagi itu, sekira pukul 09.00 Wita, Tri Lelonowati tengah menghitung bungkusan berisi buras dan opor ayam di kantor Yayasan Pandu Qolby. Perempuan berjilbab itu mesti memastikan terlebih dahulu agar jumlah buras dan opor ayam yang dibawanya sesuai dengan jumlah lansia yang akan didatanginya.

Sabtu (22/9) itu, Tri bersama tujuh rekannya memang akan mengunjungi para lansia yang menjadi sasaran Home Care Lansia Kemensos RI di Bontang. Panggilan jiwa menjadi alasannya bergabung dalam relawan pendamping lansia pada program tersebut.

“Daripada merumpi yang tidak ada gunanya, saya mending jadi relawan,” tutur Tri saat ditanya Bontang Post terkait motivasi menjadi relawan.

Sebagai relawan, Tri tak pernah berharap materi dari kegiatan sosial yang dia lakukan. Pasalnya, apa yang dijalani tulus demi membantu orang lain. Makanya ketika LKS Yayasan Pandu Qolby mencari relawan untuk mengawal program Home Care Lansia, Tri menjadi salah satu yang mengajukan diri.

Namun begitu, dalam menjalankan program ini, Tri dan relawan lainnya mendapat dana operasional masing-masing Rp 3.750 dalam sekali kunjungan ke kediaman lansia. Walau terbilang kecil, tidak menyurutkan langkah para relawan menebar kebaikan.

Baca Juga:  Mantan Kowad TNI yang Terpanggil Bantu Masyarakat

“Total anggaran operasional untuk tahun ini hanya Rp 6 juta. Dari anggaran itu dibagi untuk delapan relawan, dengan masing-masing relawan melakukan 40 kunjungan,” terang Suratmi, Ketua Yayasan Pandu Qolby saat ditemui Bontang Post di kediamannya.

Yayasan Pandu Qolby adalah lembaga kesejahteraan sosial (LKS) yang membawa program Home Care Lansia ke Kota Taman. Setelah mengajukan diri ke Kemensos RI melalui Dinas Sosial (Dissos) Kaltim, dengan rekomendasi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Bontang, program ini mulai dijalankan di 2017.

“Sudah berjalan dua tahun, mulai 2017. Ini program nasional yang kemudian kami adopsi ke Bontang. Dalam pengajuannya memang hanya bisa dilakukan oleh LKS,” kata Suratmi.

Dijelaskan, meski sudah dimulakan 2017, namun dana dari Kemensos RI baru benar-benar cari di 2018 ini. Pasalnya di 2017, Yayasan Pandu Qolby masih dalam tahap mengajukan pelaksanaan program. Meski begitu, Home Care Lansia di 2017 tetap berjalan dengan anggarannya dari APBD Bontang. Sebanyak 54 warga lansia menjadi sasaran penerima bantuan pada tahun pertama program.

“Alhamdulillah akhirnya cair untuk di 2018. Kami MoU (memorandum of understanding, Red.) bulan Juli, dana cair di Agustus. Itu dana dekonsentrasi dari pusat yang dikelola pemerintah provinsi,” sebutnya.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Bagus Prabowo (223); Sukses Melatih Sepak Bola, Ingin Lanjutkan Karier ke Tim Profesional

Suratmi merinci, dalam kesepakatan itu Bontang dikucur anggaran Rp 54 juta untuk pelaksanaan Home Care Lansia. Meliputi anggaran untuk lansia mencapai Rp 48 juta dan Rp 6 juta untuk kegiatan operasional. Kata dia, setiap lansia mendapat anggaran Rp 1,2 juta yang penyalurannya dilakukan selama 40 kunjungan setahun.

“Satu kali kunjungan anggarannya Rp 30 ribu per lansia, untuk bantuan dalam bentuk makanan pokok dan kebutuhan dasar. Bisa juga obat-obatan, pakaian, atau tempat tidur. Tapi untuk semua itu kan anggarannya harus besar. Sementara anggaran yang ada cukup untuk bantuan makanan,” ungkap Suratmi.

Home Care Lansia di 2018, lanjut dia, telah dimulai padan 24 Agustus lalu dan direncanakan sampai 23 November mendatang. Kunjungan Home Care pada masing-masing lansia yang menjadi sasaran dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, pada Jumat, Sabtu, dan Ahad.

Sebanyak delapan relawan dipercaya mengawal program ini sebagai pendamping lansia, dengan rincian kegiatannya yaitu kunjungan untuk memberikan bantuan sekaligus konseling kesehatan. Para relawan berasal dari para pekerja sosial dengan latar belakang beragam.

Mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), relawan Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC), relawan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3), ada juga yang berasal dari masyarakat umum. “Kami mencari relawan yang biasa kerja lapangan. Satu relawan pendamping menangani lima lansia. dicari yang biasa kerja lapangan,” imbuh Suratmi.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Jainuddin – Suhaiban (231); 10 Tahun Menanti Momongan, Ikut Menangis Saat Buah Hati Lahir 

Dari konseling yang dilakukan relawan, didapati berbagai masalah kesehatan yang dikeluhkan lansia. Dari situ, yayasan bersama relawan bakal mencarikan solusi. Kebutuhan lansia lantas dipenuhi, di antaranya dengan mengganti bantuan makanan yang diberikan, atau dengan mencarikan bantuan dari mitra yayasan. Hal ini mengingat keterbatasan anggaran yang diberikan.

“Misalnya kemarin ada yang butuh popok lansia, maka kami berikan. Namun ada bantuan makanannya yang kami kurangi. Kalau ada kebutuhan yang melebihi anggaran Home Care, biasanya kami hubungkan dengan para mitra yang bisa membantu,” bebernya.

Ditanya kriteria lansia yang mendapat bantuan program ini, Suratmi menyebut warga miskin yang berusia di atas 60 tahun. Namun lansia dengan kondisi sakit-sakitan serta usia 70 tahun ke atas akan diprioritaskan.

Suratmi bertutur, awalnya para lansia yang menjadi sasaran program ini hanya berasal dari Kelurahan Tanjung Laut Indah. Namun dalam proses verifikasi dan validasi di lapangan, beberapa lansia dianggap tidak memenuhi syarat. Sehingga kuota yang ada diberikan kepada lansia prioritas di beberapa kelurahan lainnya meliputi Tanjung Laut, Berebas Tengah, Gunung Elai, dan Bontang Baru.

“Ada yang sakit-sakitan tapi usianya belum 60 tahun. Karena kriterianya belum mencukupi, sehingga kami keluarkan dari daftar. Namun untuk bantuannya tetap kami upayakan dengan hubungkan ke mitra,” pungkas Suratmi. (***)

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Serba Keliru terkait Topan Mangkhut

Next Post

Orang Tua Bantah Anaknya Ngelem 

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.