Mengemban tugas sebagai seorang pemimpin bukanlah perkara mudah. Diperlukan tanggung jawab besar dan dedikasi tinggi. Begitulah yang dirasakan Zairin Zain selama menjabat sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Samarinda.
DEVI, Metro Samarinda
Selama kurang lebih lima bulan, amanah orang nomor satu di Kota Tepian diemban Zairin Zain. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim itu mengisi jabatan yang ditinggalkan sementara oleh Syaharie Jaang karena cuti kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018.
Merasakan posisi terpandang tersebut, Zairin Zain mengatakan memimpin Samarinda sebenarnya tidak sulit. Hal ini diungkapkan seusai acara halalbihalal yang digelar Pemkot Samarinda di Gor Segiri, Jalan Wijaya Kusuma, Senin (25/6) kemarin. Ia mengatakan, hal penting yang harus dilakukan pertama-tama dalam memimpin daerah adalah membangun fokus.
“Kalau kita fokus, saya kira permasalahan yang ada bisa kita selesaikan satu per satu,” sebut Zain.
Mulai menjabat dari tanggal 13 Februari hingga 23 Juni 2018, Zain mengatakan terus melanjutkan program-program Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Sebagaimana diketahui, Syaharie Jaang mengambil cuti untuk maju dalam Pilgub Kaltim 2018 tertanggal 15 Februari 2018 lalu.
“Ada beberapa yang bisa kami lakukan perbaikan. Namun ada juga yang masih belum bisa kami selesaikan. Artinya, kembali lagi menjadi tanggung jawab beliau (Jaang, Red.),” kata dia.
Zain menyatakan, bila ada beberapa hal yang bisa dia selesaikan, maka akan dilakukannya. Namun, beberapa hal lain yang belum bisa dituntaskan, dikembalikan lagi kepada Syaharie Jaang setelah kembali menjabat. Terutama masalah-masalah utama di Kota Tepian seperti banjir dan sampah.
“Kami juga melakukan sosialisasi terkait antisipasi kebakaran dan sebagainya. Termasuk pengelolaan sampah, terus kami genjot. Apalagi Samarinda merupakan Ibu kota Kaltim, kebersihannya tentu harus kami pehatikan,” jelas Zain.
Lebih lanjut, dia juga menuturkan, komunikasi juga merupakan hal penting dalam menyelesaikan permasalahan. Sebagaimana diketahui, kurangnya anggaran kerap menjadi penghalang proyek maupun program-program pemerintah kota. “Kalau kita tidak fokus dan tersebar, dengan anggaran yang minim, kita tidak bisa menyelesaikan satu masalah pun,” imbuhnya.
Untuk itu Zain menyarankan agar Pemkot Samarinda harus fokus dahulu menyelesaikan satu masalah. Sehingga masalah lain juga bisa terselesaikan. Karena komunikasi merupakan hal yang paling penting. Kalau komunikasi antara pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota putus. Permasalahan tidak akan dapat diselesaikan di Kota Samarinda.
“Itu syarat utama dalam melakukan sistem perencanaan pembangunan,” ungkap Zain.
Seperti beberapa saat lalu, pihaknya berdiskusi dengan Pemprov Kaltim. Dari pertemuan tersebut, ada beberapa permasalahan yang diselesaikan. Sehingga, koordinasi antara pemerintah kota, provinsi, dan pusat harus terus dilakukan.
“Tidak mungkin kami menyelesaikan sendiri permasalahan di Samarinda. Apalagi dengan anggaran yang sedikit. Jadi perlu komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat,” pungkasnya. (*/dev)







