• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Warga Tuding Ada Rekayasa 

by BontangPost
19 Oktober 2018, 16:25
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Sugeng Chairuddin, Achmad Jayansyah(DOK/MUBIN/METRO SAMARINDA)

Sugeng Chairuddin, Achmad Jayansyah(DOK/MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan tidak akan mengajukan banding terkait putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Tentang perintah menerbitkan izin mendirikan bangungan (IMB) masjid di lapangan Kinibalu.

Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan, putusan yang inkrah tidak dapat lagi diganggu gugat. “Sekarang yang menjadi permasalahan, apakah putusan tersebut akan diikuti atau tidak,” ujarnya.

Sugeng tidak mau berandai-andai mengenai sikap yang akan diambil pemkot. Sebab kepastian mengenai putusan itu baru akan dibicarakan setelah Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang kembali dari dinas luar kota.

“Pak Wali sudah rapat dengan Kemendagri mengenai perjanjian SKB (Surat keputusan bersama, Red.) tiga menteri. Rencananya Senin mendatang kami akan bertemu Pak Wali dan mengambil sikap. Apabila keputusannya sudah ada, siangnya akan langsung diteken,” ucapnya.

Mengenai sanksi yang akan diberikan jika pemkot melewati tenggat waktu yang diberikan, Sugeng belum dapat mengomentarinya. Dia hanya meyakinkan, wali kota telah mengetahui permasalahan tersebut. “Kita belum tahu juga, nanti dilihat lagi. Yang  jelas Pak Wali sudah tahu,” katanya.

Sebelumnya, Pemkot Samarinda dituntut segera mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk proyek masjid di lapangan Kinibalu. Sesuai dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda bernomor 9/P/FP/2018/PTUN.SMD, majelis hakim mengabulkan semua tuntutan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.

Baca Juga:  Gubernur Ajak Waspadai Penyebaran Paham Komunis 

Apabila dalam masa lima hari kerja pemkot tidak melaksanakan putusan tersebut, maka akan dikenai sanksi berupa uang paksa senilai Rp 2,5 juta per hari. Dan pemberhentian sementara Kepala DPMPTSP Samarinda dengan atau tanpa memperoleh hak jabatan.

Menanggapi sikap pemkot tersebut, kuasa hukum warga Kelurahan Jawa dan Kelurahan Bugis, Achmad Jayansyah menyebut, putusan pengadilan itu telah mencederai proses pengurusan IMB. Lantara proses pengurusan IMB itu diduga cacat hukum dan sarat rekayasa.

Kata dia, pihaknya sepakat segera membawa masalah tersebut di Mahkamah Agung (MA). Di MA, warga akan mengajukan peninjauan kembali (PK) terhadap putusan itu. Langkah tersebut sebagai upaya untuk mengoreksi putusan PTUN.

“Apabila Pemkot Samarinda tidak ada perlawanan, kami yang akan ajukan PK di MA. Kami menduga putusan ini telah direkayasa. Kok bisa wali kota dipaksa mengeluarkan IMB, sementara masyarakat masih menolak pembangunan masjid,” tegasnya.

Jayansyah mempertanyakan sikap Pemkot Samarinda yang justru legawa dengan putusan tersebut. Dalam hal ini dia menduga Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menjadi bagian dari dugaan rekayasa yang digagas Pemprov Kaltim itu.

Baca Juga:  Wiwid Marhaendra, Sekretaris PWI Kaltim; Ikut Sukseskan Porwanas, Sumbangkan Medali Perunggu

Dugaan rekayasa bukan tanpa alasan. Pasalnya pada saat pemanggilan sejumlah saksi di pengadilan, majelis hakim seolah mengabaikan pertimbangan penolakan warga terhadap proyek yang menghabiskan anggaran Rp 64 miliar tersebut.

Sejatinya, penerbitan izin itu justru mengabaikan prasyarat awal yang mengharuskan adanya persetujuan warga. Perintah PTUN pada pemkot agar menerbitkan IMB menambah keyakinan kelompok yang kontra pada proyek itu. Bahwa majelis hakim tidak mempertimbangkan seluruh masukan saksi.

Kejanggalan berikutnya, majelis hakim hanya merujuk pada hasil paripurna di DPRD Kaltim yang telah menyetujui penganggaran proyek. Padahal di hulunya, pembangunan masjid itu tidak pernah masuk daftar musyawarah perencanaan pembanguan (musrembang) di tingkat kelurahan  dan kecamatan.

“Begitu juga setelah proyek ini dijalankan. IMB belum diterbitkan. Padahal itu syarat awal untuk membangunan masjid. Lurah dan camat juga tidak pernah menyetujui proyek ini. Itu sudah melanggar prinsip dasar pelaksanaan proyek,” ucapnya.

Pun demikian, dalam tahapan penolakan yang diajukan warga di DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kaltim telah bersepakat untuk mengevaluasi proyek itu melalui mekanisme sidang paripurna di Gedung Karang Paci.

Baca Juga:  Penerbitan Sertifikat Sudah Kewajiban

Sejumlah fraksi di DPRD Kaltim juga menyetujui rencana sidang tersebut. Diperkuat dengan persetujuan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri (Kajati), kepolisian daerah (polda), tokoh masyarakat, ulama, lurah, dan camat.

Dalam rapat di dewan yang dipimpin Ketua DPRD Kaltim Muhammad Syahrun, kesepakatan tersebut muncul dan disepakati sebagian wakil rakyat. Namun gubernur dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim absen dalam rapat dengar pendapat tersebut.

Buah dari rapat itu yakni penghentian sementra pengerjaan proyek yang dicanangkan rampung pada Desember 2018 itu. Dalam perjalanannya, celah hukum diambil Pemprov Kaltim dengan mengajukan gugatan perdata di PTUN.

Dia merasa aneh dengan sidang di pengadilan yang berlokasi di Samarinda Seberang itu. Pasalnya, beragam masalah yang melingkupi proyek tersebut, justru yang ditekankan hanya penerbitan IMB.

“Sementara kami bicara bukan semata IMB. Proyek ini tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Keputusan PTUN yang cacat ini tidak objektif,” tutupnya. (*/dev/*/um/drh)

Tags: Metro SamarindaPolemik Kinibalu
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ribuan Anak Putus Sekolah di Lima Daerah

Next Post

Untuk Bahas Penyusunan Raperda RZWP3K, Jatam dan Walhi Diajak Duduk Satu Meja

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.