bontangpost.id – Tak terima ditagih utang, seorang ME (25), tega menikam rekannya, Ne (30), di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Banjar Raya, Banjarmasin Barat, Kalimantan Selatan, Jumat (22/7) lalu, sekitar pukul 23.50.
Korban hingga kini masih dalam penanganan serius di RS Suaka Insan Banjarmasin akibat luka serius di tubuhnya.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Kompol Aryansyah menerangkan, keduanya sama-sama pekerja di TPI. Mereka saling kenal, bahkan satu atasan. Korban sendiri masih memiliki hubungan keluarga dengan juragan ikan, sementara tersangka anak angkat atasannya.
Motifnya hanya salah paham. Tersangka tak terima ketika ia sedang tidur dibangunkan korban untuk menagih uang cicilan smartphone sebesar Rp 50 ribu.
“Ada delapan mata luka bersarang di tubuh korban. Salah satunya mengenai organ vital. Kondisinya masih belum membaik,” ungkap Aryansyah.
Diceritakan, karena kelelahan tersangka memilih tidur. Tiba-tiba datang korban membangunkan dan menanyakan utang. Tersangka mengingatkan agar korban tak menagih saat dirinya istirahat. Kalimat itu membuat korban tersinggung. Dia lalu membalas dengan perkataan tantangan, dan mengajak keluar gudang untuk berkelahi.
ME pun tersulut emosi dan menggiring korban keluar. Begitu lengah, dia kembali masuk ke gudang dan mengambil senjata tajam. “Korban langsung diserang dan dihujani tusukan, hingga dia tak berdaya. Oleh teman-temannya yang mengetahui peristiwa itu, langsung dilerai. Korban dilarikan ke rumah sakit,” kata Aryansyah.
Setelah menerima laporan, polisi datang. Dipimpin Kanit Reskrim Iptu Bagus Syahid , tersangka akhirnya dibekuk. “Ia kami tangkap di lokasi kejadian, tak lama setelah menerima laporan,” ujarnya. (lan)







