• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Penanganan Banjir Rob Masih Digodok, Butuh Anggaran Rp 60 Miliar

by Redaksi Bontang Post
27 Maret 2023, 12:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Banjir rob rendam jembatan di Bontang Kuala

Banjir rob rendam jembatan di Bontang Kuala

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Penanganan banjir rob di Bontang Kuala hingga kini belum terpecahkan. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Amiruddin Syam mengatakan sesungguhnya detail engineering desaign (DED) sudah dimiliki.

Berdasarkan perencanaan anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 60 miliar. Tahun lalu sudah mengajukan ke pemerintah pusat agar bisa mendapatkan bantuan melalui APBN. Mengingat statusnya jalan nasional. “Saat ini memang belum ada tanggapan dari pemerintah pusat. Makanya kami akan ajukan di tahun depan,” kata Amiruddin.

Sebab pemerintah pusat masih berfokus untuk akses koneksi dengan beberapa daerah se-Kaltim. Sebagai penyangga IKN nantinya. Mengacu kajian, ada tiga opsi yang dilakukan untuk penanganan banjir rob. Opsi pertama ialah pembangunan jembatan. Bentuknya dengan meninggikan konstruksi jalan yang ada.

Akan tetapi nilai yang dibutuhkan untuk ini lebih besar dibandingkan opsi lainnya. Belum lagi secara konstruksi yang ada tidak mampu menahan beban berat struktur jalan. Jika itu dilakukan maka harus memancang kembali tiang jalan. Sebab kedalaman 40 meter baru menyentuh permukaan tanah keras.

Baca Juga:  Banjir di Kampung Tua Bontang

“Kalau ditinggikan itu tidak mungkin kecuali pasang sheet pile lagi. Bila ini dilakukan maka permukiman juga akan lebih rendah dampaknya dari ketinggian jalan nantinya,” ucapnya.

Opsi berikutnya ialah pembuatan dam di tepi jalan. Langkah ini dipandang lebih memungkinkan karena tidak mengubah struktur jalan yang ada. Jika masih ada air genangan maka dibuang menggunakan pompa. Opsi ini dipandang masih membutuhkan kajian.

“Terkait efektivitas langkah ini. Karena memang di Bontang Kuala itu sering pasang dan ketinggian air makin meningkat. Secara teori tiap tahun naik satu sentimeter,” tutur dia.

Ia menjelaskan ada opsi terakhir yakni membiarkan jalan saat ini. Namun membangun akses alternatif berupa jalan lingkar. Permasalahan terkait permukiman itu juga masih dilema. Sebab pemkot harus mengambil keputusan untuk jangka panjang pula yakni 20-30 tahun mendatang.

Baca Juga:  Imbauan BMKG untuk Masyarakat Kaltim Soal Pasang Air Laut

“Kalau secara biaya ini sama saja. Tetapi dampaknya bisa jangka panjang,” sebutnya. Saat ini Bapelitbang masih menggodok opsi yang ada. Sehingga keputusan yang diambil benar-benar tepat untuk jangka panjang penanganan banjir rob.

Kejadian banjir rob yang kerap melanda Kelurahan Bontang Kuala pun membuat legislator angkat suara. Pasalnya berdasarkan keluhan warga di lokasi tersebut bisa dalam satu hari dua kali banjir. Wakil Ketua DPRD Agus Haris mengatakan pemkot harus segera turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Apalagi kata warga itu sebelumnya tidak separah ini. Tetapi tahun ini memang parah,” kata wakil rakyat yang akrab disapa AH ini.

Politikus Partai Gerinda ini menilai kondisi ini pasti ada penyebabnya. Pertama, jika ada opsi melakukan revisi Perda RTRW pada tahun ini dari pemkot maka tim tata ruang harus melihat saat tahapan evaluasi. Memperhatikan daerah resapan air.

“Kalau bisa dikembalikan fungsi resapan air. Khusus di wilayah pesisir. Jangan lagi ada permukiman yang bisa ditimbun lagi,” ucapnya.

Baca Juga:  Butuh Anggaran Besar, Basri Janji Penanganan Banjir Rob di Periode Kedua

Mengingat itu potensi tidak ada lagi genangan air saat kondisinya pasang. Salah satunya ialah belakang SMK Putra Bangsa yang dahulunya merupakan area bakau. Ratusan hektare sekarang jadi permukiman. Dugaannya ketinggian rob di Bontang Kuala karena tempat yang dulu untuk menampung air kian menyempit.

“Bisa jadi dibuka ruang permukiman. Tetapi konsepnya rumah panggung. Jangan ditimbun lagi,” tutur dia.

Selanjutnya, ia berpendapat Bontang merupakan area industri. Di beberapa wilayah di Bontang Selatan dan Utara dugaannya menggunakan area pesisir sebagai area pasang-surut. Pemkot melalui OPD terkait harus memperhatikan dampak lingkungannya. Ia tidak melarang adanya investasi. Mengingat itu juga mengurai permasalahan ketenagakerjaan di Kota Taman.

“Pinggir laut menjadi kewenangan provinsi dan pusat. Pemkot harus memetakan secepatnya soal kondisi lingkungan. Agar pemerintah di atas melihat hadirnya investasi ada permasalahan baru terkait lingkungan,” pungkasnya. (ak)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Banjir Rob
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot Ingatkan 860 Perusahaan di Bontang Bayar THR Sebelum 18 April

Next Post

Berikut Jadwal Pasar Murah Ramadan di Bontang

Related Posts

Kejar Penanganan Banjir Rob Bontang Kuala, Neni Temui Kementerian PU
Pemkot Bontang

Kejar Penanganan Banjir Rob Bontang Kuala, Neni Temui Kementerian PU

2 April 2026, 09:00
Banjir Rob Rendam TPU Bontang Kuala Saat Lebaran, Warga Tetap Ziarah Meski Terendam Air
Bontang

Banjir Rob Rendam TPU Bontang Kuala Saat Lebaran, Warga Tetap Ziarah Meski Terendam Air

21 Maret 2026, 12:59
APBN Belum Pasti, Wawali Agus Haris: Trotoar Bontang Kuala Ditinggikan Pakai APBD
Bontang

APBN Belum Pasti, Wawali Agus Haris: Trotoar Bontang Kuala Ditinggikan Pakai APBD

13 Februari 2026, 16:00
Banjir Rob Sebetis Orang Dewasa Lumpuhkan Akses Bontang Kuala
Bontang

Banjir Rob Sebetis Orang Dewasa Lumpuhkan Akses Bontang Kuala

2 Januari 2026, 18:50
Pesta Laut Bontang Kuala Diwarnai Banjir Rob, Jalan Terendam Hingga Sebetis Orang Dewasa
Bontang

Pesta Laut Bontang Kuala Diwarnai Banjir Rob, Jalan Terendam Hingga Sebetis Orang Dewasa

20 Desember 2025, 19:53
Pembangunan Jalan Layang Bontang Kuala Bergantung Status Lahan
Bontang

Jalan Layang Bontang Kuala Batal Dibangun, Diganti Polder untuk Atasi Banjir Rob

15 Agustus 2025, 21:26

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.