Siapa sangka jalan terjal dilalui oleh Bilher Hutahaean sebelum menjadi anggota DPRD Bontang. Beberapa profesi ia jalani untuk menggoreskan lembar kehidupannya. Mulai menjadi sales marketing, pengacara, karyawan perusahaan, dosen hingga kini menjadi wakil rakyat dari Partai Nasdem.
Adiel Kundhara, BONTANG
SEJAK KECIL dirinya ingin menjadi seorang guru. Bagi dia, guru merupakan orang yang tulus mengabdi bagi bangsa dan negara. Ketika berbicara mengenai guru pasti yang terbesit ialah sosok pahlawan, karena memang guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. “Seorang guru itu luar biasa pengabdiannya, betapa tidak dulu guru hanya dibayar dengan beras satu liter saja. Namun, berkat jasanya muncul generasi anak bangsa yang berkualitas,” ujarnya.
Keinginan untuk mengabdi bagi bangsa dengan menjadi guru haruslah pupus. Bapak dari empat anak ini tidak diterima di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dikarenakan kondisi tinggi badan yang tidak mencapai standart yang ditentukan. Kekecewaan terobati ketika dirinya memilih masuk SMEA. Setelah dari SMEA, ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum UNIKA Santo Thomas Medan. Dasar yang ia ambil ketika memilih menjadi sarjana hukum karena orang tuanya tersandung masalah hukum.
Setelah menempuh dunia perkuliahan dan aktif di bidang organisasi, suami dari Yuli Lapu’ ini merangkai karir pertamanya dengan menjadi marketing di perusahaan asuransi di Kota Samarinda. Profesi ini dia terima karena sudah tidak ada pekerjaan lainnya. “Mencari kerja waktu itu sangatlah sulit juga, namun saya kenal pimpinan perusahaan asuransi tersebut maka saya melamar menjadi marketing, ini pilihan terakhir yang harus saya ambil,” tegasnya.
Menjadi seorang sales marketing asuransi baginya justru banyak dukanya dibandingkan sukanya. Bagaimana tidak, pada masa itu lulusan Fakultas Hukum UNIKA Santo Thomas Medan ini tidak bisa mengendarai sepeda motor dan mobil, jadi untuk menawarkan produknya ia harus berjalan kaki. “Ketika di Samarinda saya hanya mendapat satu nasabah dalam enam bulan, kemudian saya dipindahkan ke Bontang dan hanya mendapat satu nasabah dalam satu tahun,” ungkapnya.
Kesukaan terbesar yang dirasakan saat menjadi marketing ialah apabila disuruh masuk rumah nasabah. “Lebih banyak mengalami penolakannya, kebanyakan ibu-ibu tidak suka asuransi. Jadi apabila saya masuk rumah nasabah saja, rasanya sudah senang, walaupun akhirnya dia tidak ikut asuransinya,” tambahnya.
Selama menjadi marketing pria kelahiran Dolok Nauli ini tidak mendapatkan gaji, bahkan biaya operasional pun tidak. Ia baru mendapatkan upah saat ada nasabah yang menutup preminya. Setelah 1,5 tahun bergelut di dunia marketing, ia kemudian melamar di PT Indotek Sanwel MK Konsultan, PT Indominco Mandiri Bontang. Di perusahaan ini ia diberi kebebasan oleh pimpinan untuk mengembangkan karirnya. Maka, ia membuka jasa lawyer di rumahnya dan ikut menjadi dosen trunajaya.
Tiga profesi dalam kesehariannya tidak membuatnya kesulitan dalam membagi waktu. Waktu tersebut bisa diatur dengan baik dengan skala prioritas. “Bisa ijin ketika ada sidang yang harus saya dampingi, setelah sidang ya kembali ke kantor, malamnya baru mengajar,” sambungnya.
Sekarang, Bilher telah duduk sebagai anggota DPRD Bontang. Pria idealis ini sangat concern terhadap masalah hukum dan pendidikan. “Pesan saya kepada aparat kepolisian untuk tidak memukuli dan membentak dalam menindak, karena dalam undang-undang penangkapan haruslah secara manusiawi, sedangkan untuk guru dirinya akan memperjuangkan kesejahteraan guru seperti guru-guru di negara Malaysia,” tambahnya.
Melalui kisah hidup Bilher ini ada kalimat inspiratif yang ingin disampaikan: “Belajarlah dari orang-orang yang menginspirasi dan berbuatlah demikian supaya tercapai,” paparnya. (***)
TENTANG BILHER:
Nama : Bilher Hutahaean, S.H.,M.H.
TTL : Dolok Nauli, 15 Desember 1968
Alamat : Jalan Tarakan, Nomor 2 Gunung Telihan
Istri : Yuli Lapu’, S.H.
Anak :
- Indra Parlindungan
- Yoga Laurencius
- Yogi Fransiscus
- Dewantara
Riwayat Pendidikan :
- SD Negeri Meranti Aceh Tenggara
- SMPN Lawe Sigala Aceh Tenggara
- SMEA Negeri Kutacane
- S1 Fakultas Hukum UNIKA Santo Thomas Medan
- S2 Ilmu Hukum Universitas Brawijaya Malang
Riwayat Pekerjaan
- Sekretaris Koperasi Rida Tiga Toyoko Kota Medan
- Sekretaris LKBH Kosgoro Kota Medan
- Pemasaran Asuransi Bumi Asih Bontang
- Legal officer PT. Indotek Sanwel MK Konsultan PT. Indominco Mandiri Bontang
- Guru YKPP Bontang
- Dosen Fakultas Hukum Universitas Trunajaya Bontang
- Pengacara/Advokat Bontang
Riwayat Organisasi
- Ketua Senat Fakultas Hukum UNIKA
- Ketua GEMA Kosgoro Medan
- Ketua Badan Perwakilan KNPI Kecamatan Medan Barat
- Ketua Satgas Mahasiswa AMPI Kota medan
- Wakil Sekretaris KNPI Bontang
- Wakil Ketua DPP Partai Nasdem Bontang







