• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Bengkel Gagal Beroperasi Bukan Milik Bontang Transport

by BontangPost
28 Juli 2017, 12:53
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Direktur PT Bontang Transport Andi Amri

Direktur PT Bontang Transport Andi Amri

Share on FacebookShare on Twitter

Amri Sebut Dikelola Bontang Investindo

BONTANG – Direktur PT Bontang Transport Andi Amri membantah pihaknya disebut ikut andil dalam proyek bengkel di Samarinda yang gagal beroperasi. Menurutnya, proyek tersebut murni inisiatif mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Dandi Anggono.

Amri menerangkan bahwa untuk membangun bengkel di Kota Tepian, perusda menunjuk PT Bontang Investindo. Baik PT Bontang Transport dan PT Bontang Investindo merupakan unit usaha perusda.

Amri menegaskan bahwa perusahaan yang dipimpinnya hanya mengelola bengkel yang terletak di kilometer 6. “Sampai sekarang masih tetap beroperasi. Kami sudah masuk tahun kedua bekerja sama dengan beberapa SKPD,” terangnya.

Amri mengaku bahwa sejak awal pihaknya sudah mengingatkan bahwa pembukaan bengkel di Samarinda tidak ada di rencana bisnis perusda. “Saya paling pertama protes. Apalagi ada dua jenis usaha yang sama tapi dikelola oleh perusahaan berbeda,” tegasnya.

Terkait pembukaan bengkel di Bontang, Amri menyebut menerima dana Rp 1 miliar dari Perusda AUJ. Namun, yang benar-benar digunakan sebesar Rp 700 juta. “Tidak semuanya diterima. Ada potongan dari perusda,” terangnya.

Baca Juga:  Basri Bakal Rombak Direksi Perusda AUJ

Dijelaskan Amri, dirinya salah satu orang  yang keberatan saat bengkel tersebut akan  dibuka di Samarinda. Pertama, lantaran tidak sesuai dengan rencana bisnis perusda, kedua PT Bontang Investindo yang ditunjuk sebagai pengelola, tidak memiliki sejumlah persyaratan izin perbengkelan.

“Mulai dari  izin usaha perbengkelan, seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (amdal, Red.) dan izin-izin lain. Saya pun enggak tahu awal mula Perusda buka bengkel di Samarinda. Ini yang sempat membuat hubungann saya dengan Pak Dandy tidak baik karena saya protes terhadap usaha bengkel di sana,” ungkapnya.

Karenanya, ia merasa heran perusahaan yang dipimpinnya disoroti, apalagi dana yang lebih besar digelontorkan dari perusda AUJ diperuntukkan PT Bontang Investindo. Yang menurutnya tidak jelas pelaporannya. “Kalau kami dari Bontang Transport bisa pertanggung jawabkan karena ada pekerjaan yang kami perlihatkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia juga menjawab informasi soal bengkel di Jalan S Parman yang sepi aktivitas, bahkan dianggap tak beroperasi. Saat tahun 2016, bengkel tersebut banyak mengerjakan perbaikan kendaraan oleh sejumlah kendaraan SKPD.

Baca Juga:  BUMD Wajib Beri Kontribusi ke Daerah, Pengamat: Itu Gunanya Dibentuk

Namun akibat defisit anggaran yang dialami Pemkot Bontang, sehingga sejumlah kegiatan di sejumlah SKPD dipangkas, akhirnya berimbas  pada  anggaran perawatan kendaraan operasional.

“Tetapi tetap ada beberapa yang kami layani. Itu tentu tidak setiap hari. Karena tidak semua aktivitas perbaikan misalnya kendaraan berat kami lakukan di bengkel itu. Kami biasanya lakukan di lahan yang cukup besar yang sudah kerjasama dengan kami. Kalau kendaraan turun mesin, ada lahan di depan RSUD Taman Husada yang kami gunakan untuk perawatan kendaraan berat,” tandasnya.

Terpisah Plt Direktur Perusda AUJ Sony Suwito membernarkan bengkel yang gagal beroperasi di Samarinda tidak dikelola oleh PT Bontang Transport, melainkan dikelola oleh PT Bontang Investindo yang juga merupakan  salah saatu anak perusahaan Perusda AUJ. “Bukan punya Bontang Transport, yang kelola Bontang Investindo. Sama-sama di bawah Perusda AUJ. Yang di Samarinda itu yang gagal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Utang Pribadi Ditagihkan ke Perusda AUJ, Kejaksaan Lakukan Penyelidikan

Pun begitu, Kepala Badan Kesetuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bontang itu tidak begitu mengetahui penyebab bengkel tersebut  gagal beroperasi. Pasalnya, kucuran dana segar yang digelontorkan Perusda dilakukan semasa kepemimpinan Dandi Priyo Anggono, yang kini menjadi salah satu target Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Bontang dalam dugaan kasus korupsi di tubuh Perusda AUJ.

“Nah soal kenapa bisa gagal saya enggak tahu, karena itu kan manajemen terdahulu. Saya enggak tahu apakah gagal karena dikelola tidak serius atau perencanannya yang kurang matang,” ungkapnya.

Lantas apakah total investasi berkisar Rp 500 juta, Sony menjawab ia tak mengetahui angka pasti dana yang digelontorkan untuk bengkel tersebut. Namun ditaksir kurang lebih sekira Rp 500 juta, diperuntukkan  biaya sewa dan operasional.  “Angka pastinya saya tidak tahu, hanya dapat laporan bengkel gagal operasi,” pungkasnya. (*/nug)

Tags: Bengkelperusda AUJ
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Terkait Pembangunan Jalan Lingkar, Warga Loktuan Penasaran

Next Post

Direktur PT Bontang Transport, Sesalkan Pemutusan Kontrak Sepihak

Related Posts

Gaji Karyawan Nunggak, Direktur PT LBB; Ada Keterlambatan Pembayaran Invois
Bontang

Unit Usaha Belum Gaji Karyawan, Direktur Perumda AUJ Bontang Angkat Suara

9 Oktober 2022, 20:11
PT LBB, Unit Usaha Perumda AUJ Bontang Ditengarai Nunggak Dua Bulan Gaji Karyawan
Bontang

PT LBB, Unit Usaha Perumda AUJ Bontang Ditengarai Nunggak Dua Bulan Gaji Karyawan

5 Oktober 2022, 20:25
Dua Tahun Jadi Tersangka, Kejari Bontang Hentikan Penyidikan Dugaan Korupsi Perumda AUJ
Kriminal

Dua Tahun Jadi Tersangka, Kejari Bontang Hentikan Penyidikan Dugaan Korupsi Perumda AUJ

3 Oktober 2022, 17:00
Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Perumda AUJ Bontang Ditahan
Kriminal

Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Perumda AUJ Bontang Ditahan

14 Juni 2022, 21:02
BREAKING NEWS!!! Kejari Bontang Tetapkan Mantan Direktur PT BME Tersangka Korupsi
Kriminal

Lanjutan Kasus Dugaan Korupsi Perumda AUJ Masuki Tahap Pemeriksaan Ahli

21 Mei 2022, 16:30
Dugaan Korupsi di Tubuh BME Naik Penyidikan
Bontang

Tak Sumbang Deviden, BME Dimaklumi, Perumda AUJ Butuh Dievaluasi

16 Januari 2022, 12:49

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.