• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Ketua MUI: Pencabul IM Bukan Ustaz

by BontangPost
14 Desember 2017, 11:54
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
NYATAKAN SIKAP: Forum Komunikasi Santri (FKS) Kota Bontang menyatakan sikap atas kasus pencabulan yang membawa nama ponpes. Dijelaskan MUI bahwa pelaku IM bukan merupakan kiai, ustaz, ataupun pengajar.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

NYATAKAN SIKAP: Forum Komunikasi Santri (FKS) Kota Bontang menyatakan sikap atas kasus pencabulan yang membawa nama ponpes. Dijelaskan MUI bahwa pelaku IM bukan merupakan kiai, ustaz, ataupun pengajar.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Forum Komunikasi Santri (FKS) Kota Bontang menyatakan sikap terkait kasus pencabulan yang terjadi di Pondok Pesantren NM. Mereka menjelaskan bahwa oknum pimpinan berinisial IM (48) bukanlah seorang kiai ataupun ustaz. Sehingga, dengan adanya kasus pencabulan yang saat ini sedang dalam proses penyidikan oleh kepolisian, diminta agar tidak menyudutkan Ponpes NM.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang, Imam Hambali mengatakan, kasus pencabulan tersebut memang sudah membuat resah masyarakat muslim dan bisa menjatuhkan nama baik pesantren. Padahal sebenarnya, ponpes tersebut bukan ponpes asli. “Karena notabenenya ponpes yang sesuai itu dipimpin oleh seorang kiai atau ustaz. Sementara, pelaku IM ini bukanlah seorang kiai atau ustaz. Dia hanya mengelola dan menampung anak-anak yatim, tetapi yang mengajar bukan dia,” jelas Imam membuka konferensi pers di Pesantren Maadin Daarul Fattah, Rabu (13/12) kemarin.

Bahkan Imam menyebut jika IM tidak memiliki keahlian dalam mengajar agama Islam dan bisa dikatakan sebagai orang awam. “Saya tahu hal itu karena setiap tahun ketika ada event MTQ, di Kecamatan Bontang Utara itu bukan KUA yang mengurus, tetapi malah pelaku IM ini yang menguasai segalanya,” ujarnya.

Baca Juga:  Alasan Khilaf, Ayah Kandung Tega Setubuhi Anaknya Sendiri 21 Kali

Sehingga, dengan adanya kasus pencabulan tersebut, Imam mengatakan teman-teman di LPTQ harus mengambil pembelajaran. Jadi, apapun yang sebelumnya diurus oleh IM sebaiknya diambil alih yang bertujuan agar anak-anak di Pesantren NM tidak bubar. “Jadi yang kami harapkan, panti atau ponpes itu tetap berjalan meski adanya kasus itu. Tetapi untuk pimpinannya nanti dipikirkan bersama. Nanti kami tunjuk agar tidak bubar,” ungkapnya.

Selain itu, Imam juga akan mengajak pengurus Ponpes NM untuk bermusyawarah apakah akan dirombak atau tidak. Imam juga mengaku sempat ditunjuk sebagai penasihat, tetapi tidak ada kelanjutannya.

Yang terakhir, terkait perilaku dari IM, Imam mengatakan perlu ada pencerahan karena itu merupakan kecelakaan. “Walaupun orang itu sudah berbuat dosa, kalau dia mau bertobat asalkan taubatan nasuha, maka harus diberi kesempatan, dia juga perlu pencerahan agar hatinya cerah. Jadi kejadian yang sudah biarkan saja, yang belum ini harus lebih hati-hati jangan sampai berbuat dosa lagi,” bebernya.

Baca Juga:  GILA...!! Kakek Ini Cabuli 4 Bocah, Dibayar Pakai Gorengan

Ketua FKS Bontang Mulkan Adzima mengatakan, pihaknya merasa prihatin dan menyatakan duka atas kasus pencabulan di lingkungan ponpes yang ada di Bontang. Mulkan juga menyatakan jika pihaknya menyerahkan kasus itu sepenuhnya ke kepolisian agar pelaku dituntut seadil-adilnya. “Kami juga meminta Pemkot Bontang dan Kemenag Bontang untuk memberikan pembinaan secara berkala terhadap korban dan menghilangkan traumatik korban,” ujarnya.

Yang terpenting baginya, pelaku pencabulan itu adalah oknum pimpinan dan tidak bisa disamaratakan dengan para kiai atau ustaz. Sehingga diharapkan masyarakat tidak membesar-besarkan masalah ini. Karena sebenarnya hadirnya ponpes di Bontang berperan juga dalam pendidikan agama Islam di Bontang. “Kami harapkan jangan ada rasa traumatik untuk menitipkan putra-putri masyarakat di pesantren. Karena TKP tersebut bukan sepenuhnya di ponpes NM melainkan di panti asuhannya,” terang dia.

Baca Juga:  ASTAGA!! Santri Korban Pencabulan Bertambah

“Yang bersangkutan juga bukan seorang pengajar, ustaz atau kiai, tetapi orang yang punya niatan untuk mengelola panti asuhan,”sambungnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kasi Pendidikan Islam Kemenag Bontang, Tasnim Muin. Dikatakan bahwa awalnya NM merupakan panti asuhan yang berkembang menjadi ponpes. Sebelum kasus ini terungkap pun, pihaknya sempat ke Ponpes NM, namun pengurus terkesan tertutup dan dirinya bersama Kepala Kemenag Bontang hanya diterima di halaman tidak diajak untuk berkeliling.

“Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran untuk memperkuat pembinaan ke bawahnya. Memang seyogianya ponpes itu santri laki-laki dan perempuan terpisah, tetapi karena ini menyatu dengan panti asuhan, kami pun tak bisa apa-apa. Ke depan kami akan evaluasi status ponpesnya,” ungkapnya.

Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Kasat Intel Polres Bontang, AKP Ibnu. Hadir juga Islahudin pimpinan Ponpes Daarul Furqon, serta Fatman Marzuki pimpinan Ponpes Daarul Quro.(mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: pencabulanPondok Pesantren
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rp 14 M untuk Penambahan Permakaman 

Next Post

Disporapar  Siap Tempati Kantor Baru 

Related Posts

Pria 45 Tahun di Kutim Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun di Toilet
Kriminal

Pria 45 Tahun di Kutim Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun di Toilet

1 Januari 2026, 17:00
Kakak Beradik di Samarinda Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri Sejak Lama
Kaltim

Kakak Beradik di Samarinda Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri Sejak Lama

5 Desember 2025, 15:37
Empat Pria Rudapaksa Anak 12 Tahun di Kutim, Diiming-imingi Jaringan Internet
Kriminal

Empat Pria Rudapaksa Anak 12 Tahun di Kutim, Diiming-imingi Jaringan Internet

3 Desember 2025, 15:25
Glorifikasi Pelaku Kekerasan Seksual Dinilai Sangat Berbahaya
Kriminal

Pria Paruh Baya di Balikpapan Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cabuli Lima Anak di Bawah Umur

2 Desember 2025, 19:39
Iming-iming Mainan, Remaja 16 Tahun di Samarinda Cabuli Bocah 6 Tahun
Kriminal

Iming-iming Mainan, Remaja 16 Tahun di Samarinda Cabuli Bocah 6 Tahun

9 Oktober 2025, 14:51
Ibu di Samarinda Diduga Jual Anak 10 Tahun ke Kakek-kakek, Ayah Tiri Ikut Cabuli Korban
Kaltim

Ibu di Samarinda Diduga Jual Anak 10 Tahun ke Kakek-kakek, Ayah Tiri Ikut Cabuli Korban

19 September 2025, 19:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sektor Tambang Tertekan, PHK di Kaltim Berpotensi Tembus 1.500 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pro-Kontra Rombel, Komite SMAN 1 Bontang Pilih Dukung Penambahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Belum Tahan Tersangka Kasus Penganiayaan di Muara Badak, Ini Alasannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.