TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari di atas kertas akan menjadi jagoan Golkar di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Kendati demikian, siapa yang akan mendampinginya masih misteri.
Sebelumnya, Rita memberi sinyal akan memilih calon wakil gubernur (cawagub) dari birokrat. Rupayanya, sinyal tersebut masih belum bulat. Ketua DPD I Golkar Kaltim itu memilih untuk menunggu hasil survei internal partai.
Rencananya, Rita juga akan menyerap aspirasi pengurus hingga tingkat kecamatan. Strategi ini akan dibahas dalam Rapat Pimpinan Daerah Khusus (Rapimdasus) Golkar Kaltim di Berau, 10-11 Februari.
Ketua Panitia Rapimdasus Golkar Kaltim, Husni Fahrudin mengatakan, semua pihak masih berpeluang menjadi pendamping Rita dalam perhelatan Pilgub Kaltim 2018. Golkar, kata dia, masih membuka peluang kepada masyarakat, serta tokoh Kaltim untuk memberi masukan terkait cawagub Rita.
Mengemukanya calon dari kalangan birokrat yang kerap dikemukakan Rita, memang dianggap penting. Pasalnya, figur birokrat mengerti tata kelola pemerintahan dengan cerdas, cekatan, dan memahami karakter kepegawaian.
Hal ini, lanjut Husni, bertujuan untuk memaksimalkan fungsi pelayanan kepada masyarakat agar berjalan dengan baik.
“Tapi tetap hasil survei sangat menentukan. Metode empiris menjadi indikator utama,” katanya. Sehingga, masih terbuka peluang kepada siapa saja.
“Artinya bukan berarti kami pongah, sepertinya orang yang harus meminta menjadi pendamping beliau (Rita, Red.). Tidak begitu,” ujar pria yang akrab disapa Ayub itu.
Setelah rapimdasus digelar, pengurus Golkar akan menggelar silaturahmi. Sekaligus meminta saran politisi senior Kaltim menghadapi pilgub.
Disinggung kemungkinan adanya anggota Golkar yang akan membelot atau mencalonkan diri sebagai gubernur, ia menyangsikan. Menurutnya, sebelum rapimdasus digelar, seluruh kader bebas menggalang dukungan demi menaikkan popularitas dan simpati masyarakat.
Hal itu tidak merugikan Golkar. Justru menguntungkan, lantaran mengenalkan Golkar kepada masyarakat. Namun setelah rapimdasus di Berau, dia pun meyakini jika keputusan bersama yang dihasilkan bisa dipahami semua kader.
“Enggak mungkin lah kader Golkar menentang keputusan yang dibuatnya sendiri,” tegasnya.
Ayub juga menjelaskan, rapimdasus akan fokus membahas program kerja daerah yang sudah dihasilkan pengurus di tingkat kabupaten/Kota. Selanjutnya akan diplenokan menjadi program kerja serta strategi menghadapi Pilgub Kaltim 2018 dan Pemilihan Legislatif 2019.
“Jadi rapimdasus itu untuk menampung dan memutuskan aspirasi yang diplenokan,” katanya. Kegiatan ini dijadwalkan akan dihadiri Sekjen Golkar, Idrus Marham.
Sebelumnya, sejumlah nama sempat mengemuka untuk menjadi cawagub pendamping Rita. Seperti Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dan mantan Wali Kota Bontang Sofian Hasdam. Meski bukan birokrat tulen, keduanya memiliki kiprah politik di masing-masing daerah yang pernah dipimpin. (qi/riz/kpg/gun)







