• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Kemenhub Larang Terbang Boeing 737 Max 8 sampai Waktu Tak Terbatas

by M Zulfikar Akbar
15 Maret 2019, 15:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. (euronews)

Ilustrasi. (euronews)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Status temporary grounded atau larangan terbang sementara untuk pesawat Boeing 737 Max 8 kini berubah. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa larangan itu tidak lagi bersifat sementara atau hanya sepekan. Tetapi, sampai waktu yang tidak terbatas.

Kebijakan baru itu dibuat setelah Federal Aviation Administration (FAA) menerbitkan Continuous Airworthiness Notification to the International Community (CANIC) pada Rabu lalu (13/3). Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti menegaskan, kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan penerbangan.

”Kami memutuskan untuk melarang terbang seluruh pesawat Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan oleh operator penerbangan Indonesia di wilayah ruang udara Indonesia, berlaku sejak 14 Maret,” tegas Polana.

Larangan tersebut dikecualikan bagi penerbangan B737 MAX 8 yang bertujuan nonkomersial dan tidak membawa penumpang. Pesawat yang melakukan ferry flight untuk kembali ke lokasi perawatan atau penyimpanan masih bisa melintas.

Baca Juga:  Persiapan Angkutan Lebaran, Bulan ini Mulai Lakukan Inspeksi

Kebijakan itu direspons Garuda Indonesia yang memiliki satu pesawat B737 Max 8. Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Akhsara menyatakan, tidak tertutup kemungkinan pihaknya membatalkan pemesanan 49 pesawat jenis yang sama ke perusahaan Boeing.

”Kemungkinan itu ada,” ujarnya di kantor Kementerian BUMN. Total pesawat Boeing 737 Max 8 yang telah dipesan Garuda sebanyak 50 unit. Satu unit telah datang dan 49 lainnya direncanakan datang bertahap mulai 2021 sampai 2030. Rencananya, 3 sampai 5 pesawat datang setiap tahun.

”Sebelum kejadian JT dan Ethiopia, sebenarnya kita sedang nego dengan Boeing untuk restrukturisasi Max tidak 49, tetapi 20 sampai 25. Sisanya akan coba tukar dengan value sama,” ujarnya.

Harga satu unit pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut USD 60 juta–USD 70 juta. Kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines membuat Garuda Indonesia meminta kepada Boeing untuk mempercepat pengurangan pembelian pesawat tersebut. Apalagi, saat ini otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), telah melakukan pembekuan (grounded) sementara terhadap Boeing 737 Max 8.

Baca Juga:  Tarif Baru Ojek Online sudah Berlaku di 133 Kota

”Kami akan melakukan negosiasi dengan menggunakan Boeing yang lain,” kata Ari.

Ketua Bidang Penerbangan Berjadwal The Indonesian National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto menyebutkan bahwa keputusan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk melarang terbang pesawat Boeing 737 Max 8 patut diapresiasi. Bayu menyebut, keselamatan adalah nomor satu. ”Negara-negara lain yang memberlakukan juga bertujuan sama. Safety,” ujar Bayu kepada Jawa Pos kemarin (14/3).

Mengenai dampaknya pada bisnis maskapai, INACA menyebut bahwa selama periodenya tak panjang, dampaknya tidak terlalu besar. ”Kebetulan di Indonesia baru ada 11 pesawat. Jadi, tidak banyak ya. Menurut saya, dampaknya kecil,” tambah Bayu.

Armada Boeing 737 Max 8 yang dikandangkan Lion Air melayani banyak penerbangan umrah dari Indonesia ke Saudi. Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin ikut merespons potensi terganggunya penerbangan umrah jamaah asal Indonesia. ’’Saya pikir (perjalanan umrah, Red) tidak terpengaruh (kebijakan grounded pesawat Boeing 737 Max 8, Red),’’ kata Lukman di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, kemarin (14/3).

Baca Juga:  Pengelolaan APT Pranoto Masih di Tangan Kemenhub

Dia menambahkan, selama ini masing-masing penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) bebas memilih maskapai untuk jamaahnya. Lukman meyakini manajemen Lion Air sudah memiliki skenario tertentu. Misalnya, mengalihkan armada pesawat rute Indonesia–Saudi yang selama ini menggunakan pesawat itu ke jenis pesawat lain. (lyn/vir/agf/wan/c6/oni/jpg)

Tags: boeing 737 max 8Kemenhublarangan terbang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Adu Program Tema Dasar Kesra Menuju Debat Cawapres (3-Habis): Kartu Prakerja vs Kantor Siap Kerja

Next Post

Tak Miliki E-KTP, Empat Juta Warga Terancam Tak Nyoblos

Related Posts

22 Sekolah Kedinasan Kemenhub Buka Pendaftaran, Lulus Jadi CPNS
Nasional

22 Sekolah Kedinasan Kemenhub Buka Pendaftaran, Lulus Jadi CPNS

28 Maret 2023, 13:30
Pemerintah: Kegiatan Bersepeda di Tengah Pandemi Perlu Diatur
Nasional

Pemerintah: Kegiatan Bersepeda di Tengah Pandemi Perlu Diatur

28 Juni 2020, 08:00
Terkesan Setengah-Setengah, Penurunan Tiket Belum Berdampak
Nasional

KPPU Putuskan Tujuh Maskapai Melanggar Penetapan Harga Tiket

27 Juni 2020, 09:12
Maskapai Penerbangan Jawaposcom 640x446
Nasional

Alhamdulillah, Pemerintah Terbitkan Aturan Diskon Tiket Penerbangan

26 Februari 2020, 13:00
Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Kemenhub Minta Pengguna Jasa Transportasi Udara Sabar
Nasional

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Kemenhub Minta Pengguna Jasa Transportasi Udara Sabar

16 September 2019, 11:00
Jumlah Driver Membludak, Pengemudi Grab Minta Pembatasan Armada
Nasional

Tarif Baru Ojol Diberlakukan, Segini Tarifnya

3 September 2019, 12:30

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.