SELAIN di kilometer 30 Poros Sangatta-Bengalon, jalan tersebut juga memiliki banyak titik longsor. Jika tak segera diperbaiki, titik longsor akan semakin bertambah.
Dari pantauan wartawan, di sepanjang jalan poros tersebut memang banyak jalan longsor. Bahkan ada jalan yang tersisa satu jalur.
Kondisi ini tentu sangat berbahaya. Apalagi beberapa titik longsor itu, di kiri dan kanan berupa jurang sedalam 4 meter.
Parahnya lagi, pembatas di tepi jalan yang longsor hanya beberapa garis polisi. Bahkan ada yang tanpa pembatas sama sekali.
Berkaca dari longsornya jalan di Kilometer 30 Poros kemarin, rupanya titik jalan yang rawan longsor sudah menunjukkan tanda-tanda, yakni mulai mengalami keretakan.
“Dari laporan warga, jalan ini memang sudah retak sejak beberapa hari lalu,” kata Kepala UPTD Terminal Bengalon, Mattoreang, perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim yang meninjau ke lokasi jalan longsor, Jumat (3/2) kemarin.
Akunya, ciri yang sama juga terlihat di sejumlah titik lain di jalan poros Sangatta-Bengalon. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan juga akan longsor.
“Jaraknya sekitar satu kilometer dari sini (kilometer 30 arah Sangatta-Bengalon). Kalau tidak segera diperbaiki akan longsor juga,” ujarnya.
Dia menduga jalan yang longsor disebabkan curah hujan yang tinggi pada Kamis (2/2) malam lalu. Alasan lain, tekstur tanah juga menjadi penyebabnya. Kemudian ditambah lagi dengan getaran yang diakibatkan oleh getaran saat peledakan penambangan.
“Jadi faktornya cukup banyak ya. Memang sudah saatnya jalan alternatif,” paparnya.(hd)






