Menggeluti profesi sekaligus hobi pastinya menjadi impian semua orang. Bagaimana tidak, banyak orang berkata jika hobi dijadikan pekerjaan maka itu ibarat bekerja sambil bermain. Apalagi jika hobi tersebut didukung orang tua, keluarga, dan orang-orang terdekat. Maka tidak ada kata lain yang pantas diucap selain harus maju dan pantang mundur.
DEVI NILA SARI, Samarinda
Begitupun dengan anak muda asli Kota Tepian yang satu ini, Adhi Wijaya. Terinspirasi dari kakak yang juga seorang model, membawa pria yang lebih akrab disapa Adhi menggeluti dunia modelling dari kecil hingga sekarang.
“Dulu senang liat kakak pas lagi show. Makanya jadi pengen juga terjun ke dunia modelling,” kata dia, kepada Metro Samarinda, Jumat (31/8) kemarin.
Pria kelahiran 2 Februari 1994 ini menuturkan, keinginannya untuk menjadi seorang model sebenarnya sudah ada semenjak ia masih di bangku sekolah dasar (SD). Namun, niatnya tersebut baru tercapai semenjak tahun 2012.
“Dulu sering mewakili sekolah ikut lomba-lomba. Selalu menang sih. Tapi waktu itu masih belum pede. Nah titik baliknya benaran jadi model awal tahun 2012 pas diajakin teman yang juga model. Waktu itu ikut Putra Putri Ruhui Rahayu tanggal 15 Januari 2012 ,” ungkapnya.
Setelah debutnya itu, berbagai ajang dan kompetisi pun telah diikutinya, seperti fashion show busana muslim, Duta Kota Samarinda 2012, Duta Wisata Samarinda 2013, Top Guest Majalah Aneka Yess 2014, Duta Budaya Provinsi 2014, dan Golden ticket Models Kaltim Fashion Week 2017.
Diakui Adhi, menjadi seorang model itu susah-susah gampang. Pasalnya, bukanlah hal yang mudah untuk berdiri di atas panggung dan disoroti puluhan hingga ratusan mata. Semua itu memerlukan kepercayaan diri yang tinggi.
Kendati demikian, ia berkata, karena memang suka, semua kesusahan itu berganti menjadi kesenangan dan setiap momennya dalam mengikuti dunia modelling sangat mengesankan.
Tak muluk-muluk, pria yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di salah satu universitas negeri di Samarinda ini sudah merasa bangga, dapat berdiri di depan orang banyak dan menghadiahkan sabetan juara untuk orang-orang yang dikasihinya. Apalagi, jika sampai kedua orang tuanya datang dan menyaksikan hal tersebut.
“Walaupun bukan juara pertama, yang pasti tetap bangga. Apalagi kalau orang tua turut hadir. Itu yang paling penting,” ujarnya haru.
Kendati sudah bertahun-tahun menggeluti dunia modelling, pria yang doyan makan bakso ini ternyata tidak berencana memiliki masa depan sebagai seorang model. Ia mengatakan dunia modelling bukan fokus utamannya, namun lebih kepada hal yang ia gemari.
“Model ini cuma passionate aku aja. Hobi yang terbayarkan. Ke depannya mau jadi ayah yang soleh,” tutur dia sambil tertawa.
Lebih lanjut, pria yang memiliki hobi berenang, hiking, dan travelling ini pun menyarankan, agar generasi muda ke depannya selalu optimistis dan bersemangat. Terutama yang mau menggeluti dunia modelling, untuk melihat dan menilai potensi diri terlebih dahulu. Sebab, kesuksesan itu berasal dari komitmen mengenali dan membangun jati diri .
“Pokoknya percaya diri itu penting. Selain itu, harus diiringi dengan attitude yang baik. Karena bakat itu pasti bakal dikenali oleh diri sendiri,” pungkasnyas. (***)







