• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Bikin Skripsi 3.045 lembar, Mahasiswa Ini Sampai Tidur Hanya 3 Jam

by M Zulfikar Akbar
26 Juli 2019, 12:00
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
Gani membandingkan skripsi miliknya (kanan) dengan skripsi pada umumnya. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Gani membandingkan skripsi miliknya (kanan) dengan skripsi pada umumnya. (Robertus Risky/Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

Muharom Gani Irwanda tidak pernah menyangka bahwa skripsinya menjadi viral di media sosial. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember itu berhasil menyelesaikan skripsi setebal 3.045 lembar. Hasil tugas akhir tersebut digadang-gadang tertebal di Indonesia.

SEPTINDA AYU PRAMITASARI, Jawa Pos

MUHAROM Gani Irwanda membopong skripsi dengan penuh tenaga di Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Senin (22/7). Sebab, skripsinya memiliki ketebalan yang fantastis. Yakni, 3.045 lembar.

Skripsi milik Gani, panggilan akrab Muharom Gani Irwanda, seperti 16 skripsi yang ditumpuk jadi satu. Ya, jika rata-rata skripsi pada umumnya hanya puluhan hingga ratusan lembar, Gani justru membuat skripsi hingga ribuan lembar. Ketebalannya lebih dari sejengkal tangan.

”Ada tiga cetakan skripsi saya setebal 3.045 lembar. Kebetulan yang ini ada di perpustakaan,” kata Gani saat menunjukkan skripsi yang digadang-gadang paling tebal di Indonesia itu.

Banyak yang meragukan isi skripsi Gani itu. Gani pun menjelaskan satu per satu setiap bagian skripsinya Mulai bab I hingga lampiran. ”Kadang ada yang mengira isinya lampiran saja. Padahal, lampirannya tidak sebanyak orang pikir,” kata dia.

Baca Juga:  VIRAL! Pria 20 Tahun Nikahi Nenek 65 Tahun Asal Sidrap

Hal itu juga telah dibuktikan pada saat sidang skripsi di hadapan para dosen penguji. Selama satu jam sidang berlangsung, Gani berhasil menjawab seluruh pertanyaan dosen penguji yang membedah satu per satu subkonsep dari skripsinya.

”Dosen memang tidak mungkin membaca seluruh skripsi saya. Yang terpenting, saya menguasai setiap konsep yang dibikin,” ucap mahasiswa Prodi D-4 Teknik Infrastruktur Sipil Fakultas Vokasi ITS itu.

Skripsi milik laki-laki kelahiran 3 Juni 1996 itu berisi tentang manajemen proyek. Di dalamnya, dia menjelaskan cara pengerjaan proyek dari awal hingga akhir. Mulai biaya, kebutuhan pekerja, bahan, hingga waktu pengerjaan yang dibutuhkan. ”Semua saya jelaskan sangat rinci di dalam skripsi saya,” katanya.

Dalam tugas akhir (TA) tersebut, Gani menyelesaikan gedung 11 lantai. Dia menjelaskan secara terperinci penghitungan di setiap lantai. Gedung yang digunakan juga memiliki kesulitan yang cukup tinggi. ”Gedung ini sangat unik. Setiap bagian mempunyai bentuk yang berbeda. Penghitungannya pun berbeda-beda,” ujar laki-laki 23 tahun itu.

Baca Juga:  Jelajah Hutan Kutim (1): Menikmati Karya Seni Nan Agung yang Terukir di Bebatuan

Gani mengatakan, pengerjaan skripsinya dimulai sejak satu tahun lalu, tepatnya Juli 2018. Mulai pengumpulan data hingga kemudian proposal yang diajukan disetujui pada Desember 2018. ”Running skripsinya mulai Februari,” kata putra pasangan Siswo Nur Haryanto dan Tunik Endrawasih itu.

Saat itu, Gani mendapatkan kesempatan untuk magang bersertifikat di salah satu BUMN di Pekalongan. Selama magang, dia berangkat kerja mulai pukul 08.00 hingga 17.00. Setelah istirahat, dia baru mulai mengerjakan skripsi pukul 19.00 hingga 22.00. ’’Selama tiga bulan saya mengerjakan skripsi setelah pulang magang. Namun, progresnya tidak besar,” ujar anak pertama di antara dua bersaudara itu.

Lantaran jadwal sidang sangat dekat, Gani mulai lembur mengerjakan skripsi pada H-7 Lebaran. Setiap bangun subuh hingga pukul 23.00, dia menyelesaikan skripsinya. Rutinitas lembur skripsi tersebut dilakukan hingga H+7 Lebaran. ’’Paling tidur hanya tiga jam sehari,” katanya.

Gani mengaku sempat stres karena mengejar waktu deadline sidang skripsi. Bahkan, selama pengerjaan skripsi tersebut dia sampai tidak doyan makan. Beruntung, orang tuanya sangat mendukung dan selalu menyediakan kebutuhan gizi selama lembur.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

Sejatinya, Gani tidak pernah menargetkan ketebalan skripsi yang dibuatnya. Dia hanya ingin membuat tugas akhir yang terbaik. Caranya, memerinci setiap bagian bangunan yang dikerjakan. Sebab, selama ini banyak skripsi tentang manajemen konstruksi, tetapi tidak dijelaskan asal mula penghitungan proyek tersebut. ’’Saya sendiri sempat kesulitan membaca skripsi tentang manajemen konstruksi. Sebab, tidak ada penjelasan secara detail,” katanya.

Ketebalan skripsi yang fantastis tersebut membuat dosen pembimbing Gani kaget. Ketika berkonsultasi ke dosen pembimbing, dia lebih banyak menggunakan soft copy. ”Saat saya mengumpulkan skripsi, dosen kaget kok tebal sekali. Katanya seperti berkas persidangan saja,” ungkap Gani.

Bahkan, saat mencetak skripsi, Gani merasa kesulitan. Dia harus mencari tempat fotokopi yang mampu menge-print skripsi setebal 3.000-an halaman. ”Butuh satu hari untuk menyelesaikan pencetakan tiga skripsi setebal ini. Tukang fotokopinya kaget sekali,” ujarnya. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: featureskripsi tertebalUnik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jaringan Bisnis Sabu di Bontang Terungkap, Dikendalikan dari Lapas Bayur Sempaja

Next Post

Tes CPNS dan PPPK 2019 Bisa Digelar Berbarengan

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00
Feature

Kisah Warga Kaltim yang Menjalani Puasa di Luar Negeri; Nisa (1)

29 Maret 2023, 21:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.