• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Cari Gaffar, Bareskrim Mabes Polri dan Polda Kaltim Sambangi Dua Rumah

by BontangPost
12 April 2017, 12:49
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Rumah bercat kuning di Jalan Tanjung Aru, RT 22, Nomor 40, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, tiba-tiba menjadi perhatian, Selasa (11/4). Beberapa orang yang merupakan anggota Bareskrim Mabes Polri dan Polda Kaltim hilir mudik di pelataran dan bagian dalam bangunan.

Tiap sudut rumah milik Jafar Abdul Gaffar, tersangka kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Bareskrim Polri dan Ditkrimsus Polda Kaltim di TPK Palaran, dijaga ketat anggota Brimob Detasemen B Pelopor Polda Kaltim, sejak pukul 10.00–11.45 Wita kemarin (11/4).

Kedatangan sejumlah petugas berseragam lengkap dengan senjata dan berpakaian sipil membuat warga sekitar berkumpul di sekitar rumah Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudera Sejahtera (Komura) itu.

Di halaman rumah bangunan dua lantai tersebut, tampak pula beberapa pria yang menjaga lokasi rumah anggota Komisi II DPRD Samarinda tersebut.

Di kediaman Gaffar itu, keluarga dan kerabatnya memadati rumah yang memiliki pendapa di pekarangannya itu. Tampak pula tiga kendaraan roda empat terparkir rapi pada garasi terbuka. Salah satunya Toyota Fortuner KT 1717 NK dengan lambang garuda di pelat kendaraan bagian depan yang diketahui kerap digunakan Gaffar untuk beraktivitas ke tempat kerjanya.

Tim dari Bareskrim Polri bergerak cepat. Beberapa lembar kertas dalam map merah yang dibawa seorang petugas diketahui adalah surat penggeledahan rumah untuk ditunjukkan. Sejam lebih melakukan pemeriksaan di dalam kediaman Gaffar, petugas juga tak kunjung menemukan orang yang sempat menjalani pemeriksaan dengan status sebagai saksi.

Baca Juga:  Rusmadi-Ferdian Siap Duet di Pilgub Kaltim 2018

Sejak ditetapkan sebagai tersangka setelah surat pemanggilan dilayangkan ke Kantor DPRD Samarinda, Selasa (4/4), Gaffar dianggap mangkir dari pemeriksaan. Pasalnya, dia tak kunjung menghadap penyidik Bareskrim Polri untuk memberi keterangan.

Kabar terakhir yang diperoleh, kondisi Gaffar memang sedang dalam keadaan tidak baik. Gaffar yang sebelumnya dikonfirmasi mengungkapkan jika dirinya dalam kondisi kurang enak badan sejak sepekan.

“Suara saya saja parau ini,” ujar Gaffar. Sayang, keberadaan Ketua DPD Golkar Samarinda itu kini tak diketahui. Dari kediaman Gaffar kemarin, petugas hanya meminta keluarga Gaffar untuk diperiksa di Markas Brimob Detasemen B Pelopor Polda Kaltim.

Media yang sempat berusaha masuk ke dalam kediaman Gaffar hanya diperbolehkan hingga di depan pintu. Bahkan, keluarga Gaffar meminta untuk meninggalkan halaman rumah yang ditaksir bisa menampung 10 unit mobil. “Sudah keluar saja, jangan di sini (kediaman Gaffar),” sebut pria berambut gondrong dengan nada tinggi.

Sebelum memeriksa bangunan berlantai dua tersebut, polisi sebelumnya memeriksa rumah istri Gaffar yang lokasinya tak jauh dari bangunan yang digeledah petugas. Berdasarkan informasi yang diperoleh, maksud kedatangan tim Bareskrim Polri ke kediaman Gaffar adalah untuk mencari lokasi pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu.

Baca Juga:  Tunjangan Pegawai Pertanahan Bakal Dinaikkan, Jokowi: Kalau Masih Ada Pungli, Laporkan!

Terkait penyitaan aset, tim gabungan belum bisa merincikan karena belum memeriksa Gaffar. Setelah memeriksa dua kediaman tersebut, petugas pun bertolak ke Markas Brimob Detasemen B Pelopor Polda Kaltim untuk menjalani serangkaian pendalaman.

Kuasa Hukum Komura Sutrisno yang ditemui di Markas Brimob mengaku terkejut ketika mendengar adanya penggeledahan di rumah kliennya tersebut. “Tidak ada surat, tidak ada pemberitahuan juga, tiba-tiba menggeledah,” ujarnya.

Sutrisno menyebut, memang ada pemeriksaan terhadap beberapa orang yang masuk dalam daftar pengurus Komura, namun pemberitahuan pemeriksaan itu tidak melalui dirinya, melainkan langsung ke yang bersangkutan untuk diperiksa. Dirinya juga tak merinci apa maksud dan tujuan pemeriksaan pengurus Komura tersebut. Namun, pria itu menegaskan, kondisi Gaffar memang sedang drop.

Di halaman Markas Brimob Detasemen B Pelopor Polda Kaltim, tampak beberapa pengurus Komura hadir. Salah satunya Pamiliyanto. Sayang, tak ada pengurus Komura yang bersedia komentar terkait pemeriksaan lanjutan tersebut. Disinggung mengenai keberadaan Gaffar, Sutrisno mengaku tak tahu keberadaan kliennya tersebut. “Saya belum ada komunikasi lagi, terakhir pekan kemarin,” tandasnya.

MASIH MENCARI

Dari Balikpapan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes Polri kemarin memang tengah melakukan pencarian ke sejumlah tempat untuk mengetahui keberadaan Gaffar.

Ini karena, pemanggilan keduanya sebagai tersangka tak kunjung datang. Soal pencarian Gaffar itu dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana. “Iya benar, penyidik sedang berkunjung ke rumah Jafar,” ungkapnya kemarin.

Baca Juga:  Bantuan Senilai Rp 2,4 Miliar Diberangkatkan

Hanya, Polda tak mengetahui secara rinci, “Kami bantu pengamanan dan koordinasi pencarian,” jawabnya. Dari pencarian anggota dewan ini, dua lokasi disambangi, namun yang bersangkutan tidak ada.

“Belum ditemukan, anggota masih menggali informasi keberadaannya,” imbuh Ade. Proses penyidikan menjadi wewenang Bareskrim Mabes Polri. Pemanggilan surat resmi untuk diperiksa sebagai tersangka telah diterima pihak keluarga, Selasa (4/4).

Selain ke keluarga, penyidik memberitahukan kepada DPRD Samarinda, mengingat yang bersangkutan merupakan anggota dewan yang masih aktif. Sebelumnya, Gaffar telah dipanggil kedua kali oleh Bareskrim untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Dari Jakarta, Bareskrim Mabes Polri berencana melakukan panggilan kedua kepada Gaffar sebagai tersangka. Namun, kapan pasti pemanggilan hingga kini belum dibocorkan kepada publik.

“On progress,” kata Brigjen Agung Setya, direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri, kemarin (11/4).

Sebelumnya, Agung menyebut, kepolisian sudah meminta Gaffar menemui penyidik di Bareskrim Mabes Polri di Jakarta guna penyidikan. Namun, Gaffar berhalangan hadir dengan alasan sakit. Bareskrim, sebut dia, tidak menerima alasan tersebut karena hanya disampaikan secara lisan. Tidak disertai bukti tertulis surat keterangan sakit dari dokter.

“Kalau sakit harus ada surat keterangannya. Alasan seperti itu (lisan) tidak tepat,” ucapnya, seperti diberitakan sebelumnya. (*/dra/aim/him/far/kpg/gun)

Tags: KomuraMetro Samarindapungli
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Peduli Anak Jalanan, Jujur Ungkapkan Fakta

Next Post

Jembatan Ambruk Terseret Banjir

Related Posts

Urus Pertek, Pengusaha Bontang Mengaku Dimintai Rp250 Ribu Per Petugas
Bontang

Urus Pertek, Pengusaha Bontang Mengaku Dimintai Rp250 Ribu Per Petugas

24 September 2026, 15:26
Korban Laporkan Eks TKD Pasar Loktuan Bontang, Kasus Pungli Masuk Ranah Hukum
Bontang

Korban Laporkan Eks TKD Pasar Loktuan Bontang, Kasus Pungli Masuk Ranah Hukum

18 November 2025, 17:59
Oknum TKD Pasar Citra Loktuan Diduga Lakukan Pungli ke Pedagang Baru
Bontang

Kepala UPT Pasar Bontang Pastikan Oknum Pungli Pedagang Citra Mas Telah Diberhentikan

6 Oktober 2025, 16:34
ASN Bontang Pelaku Pungli di Pasar Loktuan Diminta Kembalikan Uang
Bontang

ASN Bontang Pelaku Pungli di Pasar Loktuan Diminta Kembalikan Uang

6 Oktober 2025, 14:05
Oknum TKD Pasar Citra Loktuan Diduga Lakukan Pungli ke Pedagang Baru
Bontang

Oknum TKD Pasar Citra Loktuan Diduga Lakukan Pungli ke Pedagang Baru

4 Oktober 2025, 13:58
Pesona Masjid Terapung Bontang, Bergaya Arsitektur Khas Pesisir
Bontang

Dugaan Praktik Pungli di Pelabuhan Loktuan Ditertibkan Aparat

10 Desember 2024, 10:19

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.