• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Coba Berhenti Minum Kopi? 8 Hal ini yang Akan Anda Alami

by M Zulfikar Akbar
1 Maret 2019, 11:30
in Ragam
Reading Time: 3 mins read
0
ILUSTRASI (net)

ILUSTRASI (net)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi pencinta kopi, sehari tanpa kopi rasanya tak lengkap. Namun, jika Anda merasa beberapa waktu belakangan sudah terlalu banyak ngopi (misalnya lebih dari 4 cangkir per hari) dan ingin berhenti sementara atau menguranginya, ada beberapa perubahan yang akan Anda alami.

Membayangkan melewati hari tanpa kopi memang rasanya sulit, meski ada sisi baiknya untuk tubuh. Dilansir dari Reader’s Digest, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda alami saat berhenti minum kopi.

1. Sakit kepala lebih sering
Setiap pencinta kopi tentu tahu tanda-tanda sakit kepala akibat tidak mendapatkan kafein pada pagi hari. Ketika Anda berhenti minum kopi, asupan dopamin dan adrenalin pun hilang. Keduanya bertindak sebagai stimulan alami yang membuat Anda terjaga.

Sebaliknya, adenosin – hormon yang bertanggung hawa untuk istirahat dan rasa lelah – mengalir deras ke kepala. Ini menyebabkan perubahan pada kimiawi otak yang bisa mengakibatkan sakit kepala.

Saran dari Wesley Delbridge, RD, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics kepada Prevention, untuk meminimalkan rasa sakit jangan langsung berhenti total minum kopi. Sebaiknya, kurangi asupan kopi dari biasanya setiap 2-3 hari. Menghilangkan setengah cangkir kopi, mengganti kopi dengan teh, atau mengombinasikan kopi biasa dengan kopi decaf bisa membantu menghindari gejala putus kafein. Ini bisa membantu Anda “sembuh” dari ketergantungan Anda.

2. Perubahan berat badan, bisa turun atau bisa naik
Kalau setiap hari Anda beli kopi di kedai kopi favorit, berhenti atau mengurangi kopi berarti bisa memangkas pengeluaran sekaligus asupan kalori. Sebuah studi dari Universitas Duke, Amerika Serikat, konsumsi harian kafein lewat kopi, teh, atau minuman ringan bisa meningkatkan asupan gula hingga 10 persen. Ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan obesitas.

Baca Juga:  Yuk Dicoba, 5 Langkah Sederhana Kurangi Lemak Perut

Bahkan, jika kopi favorit Anda adalah latte dengan tambahan pemanis, kandungan gula dan krimnya bisa menambah asupan kalori hingga 200 per sajian. Dengan mengurangi konsumsi jenis kopi tersebut (baiknya beralih ke kopi hitam tanpa pemanis), akan memotong ratusan kalori dari asupan harian Anda, yang berarti berat badan bisa turun.

Efek lain berhenti minum kopi adalah bertambahnya berat badan. Kopi diketahui dapat menahan nafsu makan. Berhenti mengonsumsinya bisa membuat Anda mencari pengganti yang mengandung gula dan lemak lebih sering dari biasanya. Ini sangat mungkin terjadi jika gejala putus kafein yang dialami tubuh adalah mencari makanan atau minuman manis, yang dapat meningkatkan gula darah dan konsumsi kalori harian.

3. Timbul rasa sakit lainnya pada tubuh
Tak cuma sakit kepala, mereka yang berhenti mengonsumsi kopi dinilai bakal mengalami efek samping seperti depresi, kecemasan, gejala seperti flu, insomnia, lekas marah, perubahan suasana hati, dan kelesuan. Meski begitu, kondisi ini tak akan berlangsung dalam waktu lama.

Baca Juga:  Selain Penghilang Stres, Ini Manfaat Lain Membaca untuk Kesehatan

Para ahli mengatakan bahwa sebagian besar gejala fisik dari putus kafein akan berlalu setelah dua hari pertama. Sementara itu, sisa efek samping lainnya tidak akan bertahan lebih dari satu atau dua minggu.

4. Kualitas tidur lebih baik
Meskipun Anda akan merasa lelah karena tubuh sedang menyesuaikan dengan berkurangnya stimulan dari kopi, memangkas kafein bisa berdampak baik pada kualitas tidur Anda, terutama jika terbiasa minum kopi pada sore atau malam hari.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam “Journal of Clinical Sleep Medicine” menemukan bahwa asupan kafein, bahkan 6 jam sebelum waktu tidur, dapat mengganggu siklus tidur pada malam tersebut. Saat berhenti minum kopi, alhasil kualitas tidur Anda lebih baik.

5. Berhenti mendapat asupan antioksidan
Kopi adalah sumber antioksidan yang baik. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa minum lebih dari tiga cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko seperti kanker payudara, Parkinson, serta meningkatkan kesehatan tulang. Jangan khawatir, Anda bisa tetap mendapatkan asupan antioksidan dari konsumsi buah dan sayuran.

6. Senyum lebih indah
Kopi bersifat asam yang dapat mengikis enamel gigi dan menodainya dalam setiap sesapan. Dengan memangkas konsumsi kafein, ini bisa melindungi gigi dari erosi seumur hidup, sehingga gigi akan tampak lebih putih. Senyum pun jadi lebih indah!

7. Konstipasi
Pada dasarnya, kopi bisa menstimulasi pencernaan, sehingga kerap kali setelah meminumnya tak lama kemudian Anda langsung berhasrat ingin buang air besar. Namun, jangan khawatir, meski berhenti atau mengurangi minum kopi, Anda tetap bisa buang air besar secara rutin. Caranya adalah dengan memenuhi kebutuhan serat (ada dalam gandum utuh, sayuran, dan kacang-kacangan), banyak minum air putih, dan olahraga secara rutin.

Baca Juga:  Korban Banjir Mulai Gatal-Gatal 

8. Sulit konsentrasi
Berhenti minum kopi bisa bikin Anda merasa lelah dan mudah tersinggung, yang bisa menyebabkan menurunnya konsentrasi. Ini merupakan akibat kurangnya stimulan yang didapat dari kopi, seiring naiknya adenosin yang berperan dalam rasa lelah yang dirasakan.

Untuk mengatasinya, berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan di “British Journal of Psychology” Anda bisa mengunyah permen karet mint untuk tetap membuat otak terjaga. Partisipan dilaporkan reaksi yang lebih cepat dan lebih akurat saat mengerjakan tugas, khususnya menjelang akhir sesi.

Nah, itulah hal-hal yang akan Anda alami jika berhenti atau membatasi minum kopi. Anda tak perlu sampai berhenti total minum kopi. Yang penting, konsumsilah dalam batasan tertentu — 2-3 cangkir per hari — dan tak usah menambahkan gula, krim, whipped cream, dan lain-lain.

Lain halnya jika Anda sedang hamil atau menderita penyakit mag, baiknya hindari kopi sama sekali. Jika memang ingin, konsultasikan hal ini dengan dokter terlebih dulu.(RN/RVS/klikdokter/jpnn)

Tags: kesehatankopi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dua WNI Diduga Dimutilasi Warga Pakistan di Malaysia

Next Post

Pernikahan Dini Ternyata Picu Stunting

Related Posts

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia
Kesehatan

Sifilis Peringkat Teratas Penyakit Menular Seksual yang Diderita Orang Indonesia

15 Desember 2024, 20:36
Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah
Kesehatan

Mitos atau Fakta? Belau untuk Gondongan, Benarkah Efektif? Mengenal Penyakit dan Cara Penanganannya secara Ilmiah

23 September 2024, 17:25
Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik
Kesehatan

Deteksi Dini CdLS dengan Data Genomik

29 Agustus 2024, 19:14
9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam
Kesehatan

9 Khasiat Rebusan Daun Sambiloto, Salah Satunya Bisa Menurunkan Demam

14 Juli 2024, 11:51
Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita
Kesehatan

Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Diderita Komika Babe Cabita

9 April 2024, 11:06
Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar
Bontang

Penderita TBC di Bontang Meningkat, 237 Anak Terpapar

24 Maret 2023, 13:30

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.