• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dewan Sesalkan Birokrasi Rumit

by BontangPost
22 November 2018, 17:20
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Agus Haris(DOK/BONTANG POST)

Agus Haris(DOK/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau yang biasa disebut orang gila mulai marak berkeliaran di Kota Taman. Dewan meminta agar pemerintah mengambil langkah gesit. Mengingat keberadaan dari ODGJ pun dapat menganggu kenyamanan hingga jiwa orang lain.

Sehubungan dengan penanganan ODGJ, Ketua Komisi I Agus Haris pun menyesalkan adanya birokrasi yang panjang. Mulai dari pelacakan identitas, pemeriksaan kesehatan, hingga dibawa ke rumah sakit jiwa. Seharusnya penanganan justru lebih cepat.

“Birokrasi yang panjang seperti ini mempersulit diri sendiri. Kami menyesalkan,” kata Agus Haris kepada Bontang Post, Rabu (21/11).

Ia pun meminta kepada OPD terkait duduk bersama untuk mengambil keputusan penanganan ODGJ. Selain itu, politikus partai Gerindra ini berujar bahwa aparat keamanan dalam hal ini kepolisian dan Satpol PP harus melakukan langkah gesit mengamankan ODGJ. Sebelum pemeriksaan berlanjut dilakukan.

Baca Juga:  Delapan Bulan Rampung, Rusunawa Tak Berpenghuni

Berdasarkan kasus sebelumnya, di mana terdapat ODGJ yang berbuat nekat dengan menyetop kendaraan bak terbuka. Padahal di belakang kendaraan tersebut terdapat kendaraan lainnya.

“Kalau seperti ini bisa membahayakan orang. Karena kalau tertabrak pasti yang disalahkan pengemudi kendaraan. Namun jika mengerem mendadak pasti akan menyebabkan kecelakaan beruntun,” ujarnya.

Berkenaan dengan penampungan, Agus mengusulkan untuk ditempatkan di salah satu bagian di lembaga pemasyarakatan (lapas). Jika tidak melanggar hak asasi manusia. Mengingat Bontang belum memiliki Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) bagi mereka yang ditelantarkan oleh keluarganya.

Diberitakan sebelumnya, keberadaan ODGJ mengganggu masyarakat. Bahkan beberapa dari mereka juga telah dilaporkan karena sudah membuat suasana menjadi tidak kondusif.

Baca Juga:  Asosiasi Pedagang Luruk Kantor DPRD

Pekerja sosial (peksos) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Suratmi menuturkan, ODGJ terbagi dalam tiga kategori, ringan, sedang, dan berat.

Kondisi ringan dan sedang kata dia, masih bisa berpotensi sembuh. Asalkan, pemicu menjadi ODGJ tidak teringat kembali. Namun untuk yang kategori berat, maka sulit untuk kembali normal.

“Namun kebanyakan pihak keluarga justru cuek dan enggan mengurusi lagi. Sehingga ketika tidak ada yang mengontrol kesehatan dan jadwal minum obatnya, orang tersebut akan kambuh lagi dan kembali berkeliaran di jalanan,” pungkas Suratmi. (ak)

Tags: dprdorang gilapenanganan
Share4TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rumah Wajib Punya Sumur Resapan 

Next Post

Bulan Ini, Satimpo Terbanyak Kasus DBD 

Related Posts

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan
Kaltim

Masuk 10 Besar Tak Patuh Lapor LHKPN, Anggota DPRD Kaltim Gagal Memberi Teladan

18 April 2023, 19:00
Dinkes-KB Dinilai Kecolongan
Bontang

Dinkes-KB Dinilai Kecolongan

22 Desember 2018, 17:50
Lintas Komisi ke Karang Paci
Bontang

Lintas Komisi ke Karang Paci

21 Desember 2018, 17:30
Berawal Pengusaha Studio Foto, Baktikan Diri untuk Daerah
Bontang

Jika Temukan Praktik Culas di SPBU, Sopir Truk Diminta Lapor Polisi

21 Desember 2018, 17:10
Pemkot Disebut Minim Koordinasi
Bontang

Pemkot Disebut Minim Koordinasi

20 Desember 2018, 17:55
Dokumen Perda RTRW Diminta Dievaluasi
Bontang

Dokumen Perda RTRW Diminta Dievaluasi

14 Desember 2018, 17:10

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.