• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

DPRD Kaltim Belum Berani Putuskan Hak Angket Rudy Mas’ud, Pilih Konsultasi ke Kemendagri

by BontangPost
19 Mei 2026, 12:59
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry. (Bayu/KP)

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry. (Bayu/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Wacana mengonsultasikan penggunaan hak angket di DPRD Kaltim ke Direktorat Jenderal Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) datang dari Fraksi Golkar (F-Golkar).

Usul itu pun disepakati unsur pimpinan di Karang Paci, sebutan DPRD, dengan mengundang petinggi fraksi di dewan untuk bertolak ke Jakarta pada 19 Mei 2026.

Golkar menilai konsultasi itu perlu ditempuh sebelum DPRD mengambil langkah politik lebih jauh. Sekretaris F-Golkar, Sarkowi V Zahry, menyebut konsultasi itu penting dalam memastikan arah penggunaan hak angket tidak melenceng dari koridor aturan.

Menurut dia, saat persoalan di internal dewan tak menemukan titik temu, maka jalur konsultasi ke Kemendagri jadi pilihan yang sah secara regulasi.

“Kami harapkan dengan adanya konsultasi itu akan terang benderang arahannya seperti apa, solusinya seperti apa,” kata Sarkowi, Senin, 18 Mei 2026.

Bagi Golkar, konsultasi ini jadi ruang menguji substansi atau isu-isu yang dipersoalkan publik. Apakah sudah cukup kuat hingga akhirnya ditarik jadi hak angket.

Baca Juga:  Musda Golkar Kaltim Tanpa Kejutan

Sejumlah tuntutan yang muncul dalam aksi masyarakat sebelumnya mencakup pembelian mobil dinas mewah, renovasi rumah jabatan kepala daerah, hingga dugaan nepotisme melalui penempatan kerabat dalam lingkar kekuasaan.

Sarkowi menegaskan, posisi DPRD tidaklah sama dengan DPR RI yang punya ruang gerak lebih independen. DPRD, kata dia, merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang secara administratif dibina oleh Kemendagri, merujuk UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Karena itu, ia menepis anggapan bahwa langkah konsultasi menunjukkan DPRD tidak paham fungsi pengawasannya sendiri. Menurutnya, justru langkah itu untuk memastikan keputusan politik yang diambil tidak menimbulkan tafsir liar di kemudian hari.

Di kondisi efisiensi anggaran, Golkar juga mengusulkan agar konsultasi ke Ditjen Otonomi Daerah itu cukup diwakili unsur pimpinan dan perwakilan fraksi. Tidak perlu seluruh anggota dewan ikut berangkat ke Jakarta.

Baca Juga:  PKB Kaltim Resmi Cabut Dukungan, Kritik Keras Kinerja Rudy-Seno

Sarkowi menyebut mekanisme representasi antarfaksi lebih masuk akal dibanding mengerahkan seluruh legislator. Siapa yang berangkat, kata dia, masih akan dibicarakan lebih lanjut di tingkat pimpinan dewan.

Desakan dari publik yang menilai tak perlu berkonsultasi dan cukup menggali lebih dalam substansi bersama publik yang menuntut hak pengawasan itu diaktifkan, disebutnya, bisa saja terjadi lewat audiensi resmi.

Menurut Sarkowi, aksi demonstrasi hanya cukup untuk menyampaikan pokok aspirasi. Pembahasan mendalam, apalagi soal dasar penggunaan hak angket, mesti dilakukan melalui forum resmi yang lebih terukur.

Di sisi lain, Golkar sejak awal memang belum sepakat jika kegaduhan penggunaan anggaran langsung dibawa ke hak angket. Fraksi ini menawarkan jalur kompromi dengan memulai langkah pengawasan dengan mengaktifkan hak interpelasi. Bukan angket.

Menurut Sarkowi, interpelasi memberi ruang bagi DPRD meminta penjelasan langsung dari gubernur. Pemprov bisa dipanggil lengkap bersama sekretaris provinsi, TAPD, hingga OPD terkait untuk menjawab seluruh polemik yang tengah ramai diperbincangkan.

Baca Juga:  Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

Ketika hasil interpelasi menemukan indikasi pelanggaran serius, barulah opsi hak angket dapat dibuka. Dengan kata lain, interpelasi dipandang sebagai pintu awal, bukan tujuan akhir.

Sikap hati-hati Golkar tak lepas dari kalkulasi politik. Pemerintahan Kaltim saat ini dipimpin gubernur dari Golkar dan wakil gubernur dari Gerindra, dengan dukungan mayoritas partai koalisi di parlemen daerah.

Nah, langkah yang mereka tawarkan itu, sebut dia, mampu meredam potensi friksi sejak dini. Dengan demikian, dinamika politik yang ada tak memicu ketidaknyamanan di internal koalisi yang selama ini mendukung Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

“Supaya tidak ada ketidaknyamanan, kami ingin segala sesuatu dibicarakan dulu dengan baik,” tutup Sarkowi. (*)

Tags: Rudy Mas’ud
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Detik-Detik Kasus Maling Mangga di Bontang yang Tewaskan Ri Direka Ulang, Keluarga Ikut Menyaksikan

Next Post

Kurangi Surat Manual dan Biaya Operasional, DPK Bontang Optimalkan Aplikasi Srikandi

Related Posts

Foto Rudy Mas’ud di Singapura Viral, Karhutla Kaltim Jadi Sorotan
Kaltim

Foto Rudy Mas’ud di Singapura Viral, Karhutla Kaltim Jadi Sorotan

13 Oktober 2026, 15:15
Birokrasi Kaltim Pincang Dikomandoi Plt, Janji Manis Rudy Mas’ud Ditagih Akhir Bulan Ini
Kaltim

Birokrasi Kaltim Pincang Dikomandoi Plt, Janji Manis Rudy Mas’ud Ditagih Akhir Bulan Ini

24 Juni 2026, 16:30
Massa Datangi Kejati Kaltim, Tuntut Dugaan Pelanggaran Kebijakan Rudy Mas’ud Diusut
Kaltim

Massa Datangi Kejati Kaltim, Tuntut Dugaan Pelanggaran Kebijakan Rudy Mas’ud Diusut

22 Mei 2026, 15:02
Aliansi Masyarakat Desak Rudy Mas’ud Pilih Mundur atau Dukung Hak Angket
Kaltim

Aliansi Masyarakat Desak Rudy Mas’ud Pilih Mundur atau Dukung Hak Angket

22 Mei 2026, 08:07
Di Tengah Polemik Anggaran Rp10 Miliar, 10 Anggota Tim Ahli Gubernur Kaltim Mundur
Kaltim

Di Tengah Polemik Anggaran Rp10 Miliar, 10 Anggota Tim Ahli Gubernur Kaltim Mundur

12 Mei 2026, 18:53
Surat Terbuka untuk Prabowo, Aliansi Masyarakat Kaltim Soroti Dugaan Dinasti Politik dan Kebijakan Pemprov
Kaltim

Surat Terbuka untuk Prabowo, Aliansi Masyarakat Kaltim Soroti Dugaan Dinasti Politik dan Kebijakan Pemprov

9 Mei 2026, 12:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.