• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Gagal Berangkat, Calon Jemaah Haji Trauma 

by BontangPost
23 Juni 2018, 11:34
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi(Net)

Ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Sejumlah calon jemaah haji yang terdaftar di PT Hidayah Hasyid Oetama (H20) mengaku trauma mendaftar di travel yang menyediakan jasa keberangkatan haji dengan waktu penantian yang singkat. Terlebih uang puluhan juta yang disetor di perusahaan tersebut terancam tak dikembalikan.

Calon jemaah haji yang tinggal di Jalan Muhammad Said, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Maslan (45) mengaku telah mendaftar sebagai calon jemaah haji di PT H20 sejak 2013. Bersama istrinya, dia menyetor uang Rp 260 juta.

“Pilihan kami haji plus. Padahal sebelumnya saya sudah mendaftar secara resmi di Haji Tamrin di Loa Bakung. Bahkan sebagian sudah dibayar. Cuman rayuan dan tawaran PT H20 membuat kami terpengaruh,” katanya, Jumat (22/6) kemarin.

Maslan dan istrinya mengumpulkan uang tersebut selama tiga tahun. Bekerja siang dan malam sebagai pedagang kacang keliling membuatnya mampu mendapatkan pundi-pundi uang.

Selain itu, maslan juga bekerja sebagai kuli bangunan. Pekerjaan dilakoni dengan penuh semangat demi mendapatkan uang untuk memenuhi harapan menunaikan panggilan Allah.

Baca Juga:  Waspada Vaksin Palsu! 

“Cukup rumit kami mendapatkan untuk segitu. Saya enggak bisa bayangkan perjalanan selama bertahun-tahun untuk mengumpulkan uang. Nyatanya harus berakhir begini. Saya jadi menyesal sudah memilih travel PT H20,” ujarnya.

Sejatinya, bersama puluhan jemaah yang berasal dari Samarinda, Bontang, dan Kukar, mereka tidak tinggal diam. Jemaah mempertanyakan kepastian waktu keberangkatannya ke tanah suci.

“Bukan sekali atau dua kali kami pertanyaan pada PT H20. Tapi sudah berkali-kali, Mas. Kami hanya dijanjikan uang kami akan dikembalikan. Kenyataannya sekarang enggak ada,” sesalnya.

Pilihan pendaftaran sebagai calon jemaah haji di PT H20 bukan tanpa alasan. Maslan mengaku, manajemen perusahaan tersebut menjanjikan akan memberangkatnya pada 2015. Artinya, hanya dua tahun waktu yang digunakan untuk dapat berangkat haji.

Hal itu tentu saja sangat berbeda jauh dengan rentang waktu tunggu yang ditawarkan Departemen Agama (Depag). Di Depag, setiap calon jemaah harus menunggu puluhan tahun untuk mendapatkan giliran demi menunaikan rukun Islam tersebut.

Baca Juga:  Pileg-Pilpres Bakal Serentak, KPU Kaltim Tunggu PKPU

“Kalau uang kami dikembalikan, saya pilih jalur Depag saja. Walaupun menunggu lama, tetapi pasti berangkat haji,” katanya.

Di Depag, keberangkatan calon jemaah haji bergantung nomor urut. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Maslan, setiap calon jemaah harus menunggu 20 tahun. Terlebih semakin membludaknya jumlah jemaah yang menanti keberangkatan. Maka waktu menunggu akan semakin lama.

Kata dia, penantian panjang tersebut sedikit terurai dengan kebijakan pemerintah yang memberikan tambahan kuota calon jemaah haji Kaltim. Beberapa tahun terakhir, ada calon jemaah haji yang hanya menanti tujuh hingga sembilan tahun.

“Apalagi biaya pendaftaran haji sangat jauh bedanya. Di Depag itu hanya 38 juta. Sedangkan di PT H20 beda-beda lagi. Ada yang Rp 75 juta, Rp 85 juta, sampai Rp 130 juta per orang,” jelasnya.

Dia mengaku heran mengapa biaya haji di PT H20 berbeda-beda antar jemaah. Di kepolisian, Maslan mendapat informasi bahwa perusahaan tersebut diduga melakukan pencucian uang.

“Jangan-jangan perusahaan ini melakukan money laundry. Karena setoran setiap orang itu tidak sama. Dari 71 jemaah itu cuman beberapa orang saja yang sama jumlah setorannya,” ucap dia.

Baca Juga:  Kerja PPNS DLH Belum Maksimal

Sedari awal, dirinya tidak cermat mempertanyakan secara detail legalitas perusahaan tersebut. Informasi terbaru, berdasarkan penelurusan dirinya dan calon jemaah haji lainnya, travel tersebut belum mendapatkan izin dari pemerintah.

“Ya itulah terjebaknya kami. Ini pengalaman yang bisa diingatkan ke depan pada keluarga dan tetangga agar mereka berhati-hati,” tuturnya.

Selaku perwakilan PT H20 di Samarinda, Mastori pernah didatangi media ini untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Namun di tidak berada di rumahnya di Jalan Ir Sutami, Samarinda. Di rumah tersebut hanya ada anak dan beberapa anggota keluarganya. Anak kandung Mastori yang bernama Lukman mengaku ibunya sedang dalam perjalanan menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Tidak berhenti sampai di situ, berkali-kali media ini menghubungi Mastori. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban dari Mastori terkait keterangan calon jemaah haji tersebut. (*/um)

Tags: Metro SamarindaPenipuan HajiPT H2O
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Ribuan Linmas Siap Amankan Pilgub 2018 

Next Post

Isran Tuding RASA Buat Fitnah, Rusmadi: Silakan Laporkan ke Bawaslu Jika Terbukti 

Related Posts

Sempat Tegang, Terdakwa Penipuan Haji Divonis Tiga Tahun
Bontang

Sempat Tegang, Terdakwa Penipuan Haji Divonis Tiga Tahun

8 Agustus 2019, 15:00
Kasus Penipuan Berkedok Ibadah Haji, Terdakwa Dituntut Empat Tahun Penjara
Bontang

Kasus Penipuan Berkedok Ibadah Haji, Terdakwa Dituntut Empat Tahun Penjara

1 Agustus 2019, 13:50
Penipuan Berkedok Haji dan Umrah, Kompak Minta Terdakwa Kembalikan Uang
Bontang

Penipuan Berkedok Haji dan Umrah, Kompak Minta Terdakwa Kembalikan Uang

28 Juni 2019, 08:00
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.