• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Hanya Fokus di Perkebunan, Pangan Kutim Tercampakkan

by M Zulfikar Akbar
20 Maret 2017, 12:30
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Kutim dianggap lebih mengutamakan perkebunan sawit dibanding holtikultura. (IST)

Kutim dianggap lebih mengutamakan perkebunan sawit dibanding holtikultura. (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Tanaman palawija maupun holtikultura di Kutim semakin terabaikan. Kutim dianggap lebih condong mengutamakan perkebunan seperti sawit dan karet. Akibatnya, Kutim mengalami krisis kedua tanaman tersebut. Padahal sebelum Kutim dimekarkan, beberapa kecamatan seperti Muara Bengkal merupakan penghasil terbesar. Hebatnya, sampai ekspor dalam negeri.

“Kita memiliki masalah pertanian pangan saat ini. Saya ingat dulu Muara Ancalong dan Muara Bengkal merupakan kawasan palawija saat masih Kutai. Panen melimpah sampai ekspor. Karena penataan masalah pangan dibidang palawija sangat diperhatikan. Sekarang kita jadi kabupaten, masalah palawija seperti kedelai hilang. Masalah  holtikultura seperti pisang mulai hilang. Jadi hampir hilang semua saat ini,” ujar Pemerhati Pertanian, Halidin Katung.

Kutim, saat ini  jauh tertinggal dengan beberapa kabupaten tertangga lainnya. Pasalnya, daerah tersebut menyeimbangkan antara tanaman pangan dengan perkebunan. Bahkan tak sedikit yang mengutamakan tanaman pangan. Sehingga, tidak mengalami krisis seperti yang dialami Kutim saat ini. “Kita tertinggal dengan Panajam, Paser Utara, Kutai Kartanegara, dan Berau,” katanya.

Baca Juga:  Satu Tahun TO, Pengedar Narkoba Akhirnya Tertangkap 

Dirinya meminta agar masa makmur dahulu dikembalikan lagi seperti semula. Ada beberapa upaya agar tanaman pangan Kutim kembali Berjaya. Pertama, melakukan usaha tani dengan intensifikasi. Intensifikasi merupakan pemanfaatan bibit, pupuk, pemberantasan hama dan pengairan secara tersier, sekunder, dan primer yang benar dan baik  serta menyiapkan pola bercocok tanam modern.

Kemudian, eksistensifikasi. Merupakan pemanfaatan lahan kosong yang belum dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti melakukan cetak lahan sawah baru dan atau perluasan areal, pemanfaatan lahan tidur baik hutan ringan maupun utan semak. Dengan catatan, tidak menggarap hutan berat karena merupakan keseimbangan manusia.

Selanjutnya, dipersifikasi tanaman. Langkah ini dianggap perlu untuk menyeimbangkan antara tanaman pangan yang satu dengan yang lainnya. Jika tanaman ladang, tidak hanya fokus pada kedelai, akan tetapi diselingi dengan komoditi lain seperti jagung, kacang tanah, serta ubi kayu. Begitupun jika dipersawahan tidak hanya menanam padi, juga perlu ditebar ikan di areal tersebut.

Baca Juga:  Pembentukan Timpora Terganjal Anggaran, Pengawasan TKA Diprediksi Sulit

Terakhir ialah Rehabilitasi. Mulai dari perbaikan saluran air, waduk, bendungan sampai perbaikan cara tanam.Kemudian, selain petani yang mendapatkan bimbingan, para penyuluh pertanian juga wajib dibina. Tak kalah penting, satu desa satu penyuluh. Hal ini dimaksud agar kinerja penyuluh lebih efesien, efektif, dan fokus dalam bekerja.

“Kenapa tidak kita benahi lagi dengan baik. Yang tua hilang yang muda lagi bergerak. Sektor pangan dikemas dengan rapi. Diprogramkan secara terpadu dan konprehensif. Sehingga semua pekerjaan dalam pertanian pangan, terkonsentrasi, terfokus, terkoordinasi, dengan baik dan terpadu. Sehingga daerah kita ini tidak hanya dilihat dari sektor kelapa sawit saja, tetapi pangan juga,” katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh, Sekretaris Umum, DPD KNPI, Arham. Selaku pemuda dirinya menilai pemerintah mulai mengabaikan sektor tanaman pangan. Padahal, Kutim kaya dan unggul dengan daerah lain. Karena minimnya perhatian dan keseriuasan,   akhirnya Kutim tertinggal jauh dengan daerah tetangga.

Baca Juga:  Perampok Teluk Pandan Ditangkap

“Luas sawah komoditi padi eksisting di Kutim 6.458 hektar  ditambah dengan pencadangan food estate seperti jagung, singkong dan lainnya seluas 62.634 hektar. Belum lagi ditambah dengan rehabilitasi dan penghijauan di lahan kritis. Jika potensi tersebut dimaksimalkan, seharusnya Kutim mandiri pangan. Baik berupa padi, jagung, kedelai, dan lainnya,” kata Arham yang juga merupakan alumni pertanian tersebut. (dy)

Tags: kutimpanganperkebunan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Waduh… 21 Puskesmas Belum Akreditasi

Next Post

Hore.. Warga Miskin Gratis Urus Perkara

Related Posts

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54
NU Dapat Tambang dari Penciutan Lahan Tambang KPC
Kaltim

Kementerian ESDM Gugat Balik Warga Kutim, Pemerintah Disebut Bebal dan Lebih Berpihak ke Pemodal

6 Oktober 2025, 19:00
Pemkot Bontang Jamin Stok Pangan Aman Selama Musim Kemarau
Bontang

Pemkot Bontang Jamin Stok Pangan Aman Selama Musim Kemarau

7 Agustus 2023, 13:40

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.