• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Imbas Pandemi, Puluhan Perusahaan di Kaltim Tutup

by Redaksi Bontang Post
26 Oktober 2020, 16:14
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Daya beli warga saat pandemi turun. Ini ditandai dengan sepinya pusat perbelanjaan. Bahkan ada 74 perusahaan di Kaltim yang berhenti beroperasi saat pandemi. (IZA)

Daya beli warga saat pandemi turun. Ini ditandai dengan sepinya pusat perbelanjaan. Bahkan ada 74 perusahaan di Kaltim yang berhenti beroperasi saat pandemi. (IZA)

Share on FacebookShare on Twitter

Tak hanya banyak pekerja yang dirumahkan, masuknya virus corona di Tanah Air membuat banyak perusahaan tutup. Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim mencatat ada 74 perusahaan yang berhenti beroperasi di masa pandemi.

bontangpost.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kaltim Abu Helmi mendukung kebijakan pemerintah terkait pemberian kemudahan kepada investor atau pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya lewat omnibus law. Sebab di masa pandemi ini dibutuhkan banyak lapangan kerja seiring banyaknya perusahaan yang masih mengencangkan ikat pinggang bahkan menutup operasional.

“Kami sangat mendukung kebijakan yang memberi kemudahan berusaha. Akan lebih mendukung lagi bila ada kepastian dan kecepatan perizinan. Kalau hanya mudah tapi tidak pasti, itu kan sama saja tidak mudah,” ujarnya, (25/10/2020).

Abu mengungkapkan, kesulitan berusaha akibat pandemi tidak hanya dirasakan di Indonesia tapi seluruh negara di dunia. Untuk di Kaltim sendiri selama pandemi terdapat 74 perusahaan tutup dengan jumlah karyawan yang di-PHK sebanyak 399 orang dan 4.650 orang dirumahkan. “Kami berharap pandemi ini segera berakhir dan roda perekonomian dapat berputar seperti semula,” sambungnya.

Baca Juga:  DPR Endapkan RUU Cipta Kerja

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat mengatakan, investasi saat ini masih sulit. Apalagi Covid-19 belum reda. Kondisi ini membuat banyak investor memilih wait and see atau menunda investasi. “Ya bagaimana. Sampai sekarang banyak perusahaan yang tidak kuat menghadapi badai ini. Kita semua cuma bisa menunggu. Terutama kebijakan dari pemerintah,” tuturnya.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sendiri optimistis perekonomian Indonesia segera pulih setelah terdampak krisis akibat pandemi corona. Orang nomor satu di Tanah Air ini menerangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 2,97 persen di triwulan pertama. Kemudian, pada triwulan kedua tahun minus 5,32 persen.

“Tetapi dibandingkan dengan negara-negara lain, kontraksi ekonomi Indonesia relatif lebih landai dan saya meyakini insyaallah mampu untuk segera recovery, mampu melakukan pemulihan,” katanya. Dia mengklaim dari sejumlah indikator strategis selama triwulan ketiga tahun ini, perekonomian Indonesia mulai menunjukkan perbaikan.

Baca Juga:  Pjs Wali Kota Tak Ingin Buru-Buru Keluarkan Surat Penolakan UU Cipta Kerja

Ia mencontohkan harga pangan seperti beras tetap terjaga, jumlah penumpang angkutan udara di bulan Agustus 2020 naik 36 persen dari bulan sebelumnya. Kemudian neraca perdagangan September 2020 juga surplus USD 2,44 miliar, serta purchasing managers index (PMI) mulai memasuki tahap ekspansi kembali dan telah terjadi peningkatan konsumsi.

“Ini artinya, peluang untuk mengembangkan usaha akan semakin terbuka, pertumbuhan ekonomi akan terus membaik dan penciptaan lapangan kerja bisa semakin terbuka luas,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan dampak dari pandemi Covid-19 telah menciptakan efek domino dari kesehatan hingga persoalan sosial dan ekonomi. Itu, kata dia, bukan di Indonesia saja tetapi juga di negara-negara lain di dunia. “Perekonomian di berbagai negara mengalami kontraksi, bahkan resesi. Tak ada yang kebal dari pandemi, termasuk negara kita Indonesia” ucap Jokowi.

Pandemi Covid-19 diketahui pertama berasal dari kota Wuhan, Tiongkok yang lalu tersebar hingga ke seluruh dunia menjadi bencana kesehatan global sejak awal tahun ini. Di Indonesia sendiri kasus pertama Covid-19 diungkap Jokowi pada 2 Maret lalu. Sejak saat itu, secara akumulatif positif Covid-19 di Indonesia telah mencapai 385.980 kasus. 309.219 orang sembuh dan 13.205 meninggal. (aji/ndu2/k15/kpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: omnibus lawUU Cilakauu cipta kerja
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Abdul Malik Dukung Pemanfaatan Kolam Eks Tambang

Next Post

Bawaslu Bontang Tangkap Basah Dugaan Pelanggaran Pemilu

Related Posts

Isran Usulkan Semua Guru Honorer Jadi PPPK
Kaltim

Royalti Tambang Hilang, Gubernur Tak Tuntut Pusat

23 Oktober 2020, 20:58
Privat: Kaltim Kaya Sumber Daya Alam, Tapi Miskin Pembangunan
Kaltim

Dampak Omnibus Law, Perusahaan Tambang Bebas Tidak Membayar Royalti, Kaltim Berpotensi Kehilangan Rp 9 Triliun

22 Oktober 2020, 19:00
Industri Tambang di Omnibus Law; Petani Terancam Makin Tersingkir, Hutan Kian Gundul
Kaltim

Industri Tambang di Omnibus Law; Petani Terancam Makin Tersingkir, Hutan Kian Gundul

22 Oktober 2020, 09:35
Kantor DPRD Bontang Diduduki Massa, Dua Fraksi Tolak Omnibus Law
Kaltim

Kewenangan Dipangkas Pusat, Lingkungan Kaltim Kian Terancam, Pemda Cuma Jadi Penonton

15 Oktober 2020, 20:32
Dorong UMKM Melalui Digital Marketing
Kaltim

Omnibus Law Tak Akomodasi Perusahaan Lokal dan UMKM

15 Oktober 2020, 12:00
Pjs Wali Kota Tak Ingin Buru-Buru Keluarkan Surat Penolakan UU Cipta Kerja
Bontang

Pjs Wali Kota Tak Ingin Buru-Buru Keluarkan Surat Penolakan UU Cipta Kerja

13 Oktober 2020, 09:57

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.