• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Keuangan Daerah Belum Mampu

by M Zulfikar Akbar
23 April 2018, 10:55
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA- Gaji standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) kembali mencuat. TK2D meminta kepada Pemkab Kutim agar menaikkan gajinya setara UMK. Pasalnya, mereka merupakan tenaga kontrak. Tak ubahnya dengan para pekerja kontrak lainnya.

“Saya sangat setuju dan berharap sekali gaji kami sesuai dengan UMK. Karena hal itu memang merupakan hak kami,” ujar salah seorang TK2D yang enggan dikorankan namanya.

Katanya, naiknya gaji akan menjadi energi tersendiri bagi TK2D. Tentu saja, menambah semangat kinerja dalam memberikan pelayanan ekstra kepada masyarakat.

“Jadi sesuai antara kewajiban dan hak. Intinya kami hanya menginginkan hak kami saja. Tidak lebih dari itu. Apalagi gaji kami sendat-sendat,” katanya.

Hanya saja diakuinya, jika saat ini Pemkab Kutim belum dapat merealisasikan hal itu. Sebab, masih tersandra oleh defisit keuangan.

Baca Juga:  Kontak dengan Peserta Ijtima Gowa, Bayi 10 Bulan di Kutim PDP Covid-19

“Kami sadari hal ini belum dapat terwujud. Tetapi besar harapan kami gaji setara UMK bisa dikabulkan. Mudahan saja bisa terwujud,” katanya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Irawansyah mengaminkan hal itu. Katanya, mimpi memiliki gaji setingkat UMK sangat didukung. Hanya saja hal itu belum dapat dikabulkan untuk saat ini.

“Tidak ada dasar, belum. Hanya kemampuan daerah. Bersabar saja,” katanya.

Jauh sebelumnya, Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) Kutim menyepakati gaji TK2D setara UMK.

Perwakilan DPK Apindo Kutim, Uce Prasetyo, mengatakan pihaknya harus taat pada sistem perundangan yang berlaku.

Suka atau tidak, SK Gubernur tersebut sekarang sudah jadi ketentuan hukum. Hal ini berdasarkan Permenaker Nomor 01/1999 dan Nomor 226/2000 yang mengatur bahwa UMK harus lebih besar daripada UMP.

Baca Juga:  Tak Kunjung Gajian, TK2D Mengeluh 

“Jadi persetujuan saya pada rapat penentuan upah di DPK karena saya harus taat pada sistem dan menjaga iklim usaha yang kondusif di Kutim,” katanya.

DPK sebagai lembaga non struktural yang dibentuk berdasar Keppres Nomor 107/2004, tugasnya antara lain memberikan saran tentang upah minimum dan saran penerapan sistem pengupahan di tingkat kabupaten.

“Karena tugas tersebut, DPK mewacanakan ke publik bahwa besaran UMK perlu juga diberlakukan kepada pegawai honorer (TK2D) Pemkab Kutim, termasuk pasukan kuning yang bertugas membersihkan kota,” katanya.

Alasan-alasan dari wacana tersebut antara lain, pertama, secara ekonomis, TK2D Pemkab Kutim juga tinggal dan hidup di Kutim. Idealnya mereka juga perlu hidup layak minimal sesuai KHL atau UMK.

Kedua, kenaikan upah di sektor swasta juga berpotensi meningkatkan harga barang kebutuhan sehari-hari. Tentunya hal tersebut juga berdampak pada kemampuan pegawai TK2D.

Baca Juga:  Bunda Neni Janji Bayar Honor Guru Ngaji Tapi...!

Ketiga, secara moral, kondisi pengupahan sekarang kurang ideal. Satu sisi Pemkab mewajibkan kepada pengusaha swasta untuk memberi upah atau melaksanakan UMK. Tapi di sisi lain pegawai honorer diupah di bawah UMK. Idealnya Pemkab Kutim juga memberikan keteladanan.

Keempat, dengan diberlakukanya UMK pada TK2D, untuk selanjutnya pemerintah juga bisa berempati dalam menentukan besaran UMK. Juga bisa menuntut kinerja pegawai TK2D seimbang dengan kinerja pegawai swasta, agar laju perekonomian sama-sama cepat maju.

“Dalam hal ini, wacana tersebut tentu perlu kajian, masukan dari banyak pihak, dan perlu diproses sesuai ketentuan hukum atau perlu ada landasan hukumnya, misalnya peraturan daerah,” kata Uce. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: gajisangattaUMK
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

3.196 Siswa SD Akan Hadapi USBN

Next Post

51 Nama Berebut Kursi DPD RI

Related Posts

Penyaluran Bentuan Keuangan Provinsi Kaltim ke Kabupaten Kota Dinilai Tak Merata
Kaltim

Daftar UMK Kaltim 2026; Berau Paling Tinggi Rp4,39 Juta, Bontang Urutan 8

25 Desember 2025, 10:00
Proyek Kolam Renang SMK 2 Sangatta Utara Mandek, Buntut Konflik Kontraktor dan Toko Material
Kaltim

Kepala SMKN 2 Sangatta Utara Khawatir Proyek Kolam Renang Molor, Progres Baru Capai 70 Persen

11 Mei 2025, 11:34
Penyaluran Bentuan Keuangan Provinsi Kaltim ke Kabupaten Kota Dinilai Tak Merata
Kaltim

Serikat Pekerja Kaltim Kawal Pembayaran Upah Minimum 2025, Ingkatkan Sanksi Pidana Jika Perusahaan Tak Patuh

13 Desember 2024, 15:43
Penyaluran Bentuan Keuangan Provinsi Kaltim ke Kabupaten Kota Dinilai Tak Merata
Kaltim

UMP Kaltim Naik Rp218 Ribu, Acuan UMK Tunggu Keputusan Gubernur

9 Desember 2024, 16:06
Gaji Rp 5 Juta Bakal Kena Pajak 5 Persen
Nasional

Gaji Rp 5 Juta Bakal Kena Pajak 5 Persen

3 Januari 2023, 12:00
Gaji Pekerja di Bawah UMK, Bisa Kena Denda hingga Penjara
Bontang

Gaji Pekerja di Bawah UMK, Bisa Kena Denda hingga Penjara

21 Desember 2022, 13:36

Terpopuler

  • Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    Digerebek Tengah Malam, Pemuda di Bontang Baru Kedapatan Simpan 28 Paket Sabu di Rumah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motor vs Pikap di Poros Sangatta–Bontang, Pengendara Asal Tanjung Laut Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Heboh Petugas MBG Jadi ASN, SPPG Bontang Ungkap Fakta Sebenarnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Bontang Ingatkan Sekolah, Tak Boleh Pungut Biaya Bimbel dan LKS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar Sabu Dibekuk di Marangkayu, Polisi Sita Belasan Gram Barang Bukti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.