Dua pemuda tunarungu mengenakan seragam pramuka memiliki hasrat keliling Indonesia. Misinya, bertemu kepala daerah di setiap kabupaten/kota yang didatangi.
VERI SAKAL, BONTANG
KETERBATASAN bukan penghalang bagi Ahmad Ali dan Juarli Effendi. Keberanian mereka patut diacungi jempol. Sudah 17 daerah mereka datangi. Selasa (30/10) keduanya tiba di Bontang.
Awak media ini menemui mereka saat berada di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bontang. Komunikasi dilakukan dengan cara menulis di kertas. Ahmad berasal dari Palopo, sementara Juarli tercatata sebagai warga Pare-Pare, Sulawesi Selatan.
Setiba di Kota Taman, mereka menginap di salah satu hotel di dekat Terminal Bontang. Sejenak melepas lelah, Ahmad dan Juarli berniat bertemu dengan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.
Bermodal Rp 70 ribu, mereka menyewa sepeda motor dan melaju ke Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota, Jalan Awang Long. “Saya datangi ibu wali kota di Rujab, tapi katanya sedang pantau banjir,” terang Ahmad, Rabu (31/10).
Keesokan harinya, mereka kembali. Tapi lagi-lagi gagal bertemu dengan orang nomor satu di Pemkot Bontang itu, karena tengah melakukan perjalanan dinas ke luar kota.
Tak berhasil bertemu, mereka mencoba keesokan harinya dengan menyewa motor lagi, Rabu siang kemarin (31/1). Namun sayang, ibu wali sudah dinas ke luar kota. Tak kehilangan akal, keduanya menuju Kantor Disdukcapil dan diterima Kabid Pengelolalaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Disdukcapil Bontang, Ismail.
“Tujuan kami adalah dua orang pramuka mau ketemu bapak atau ibu, berfoto sebagai contoh surat keterangan saya mau perjalanan keliling Indonesia,” tulis Ahmad.
Ahmad mengaku sebelum ke Bontang sempat singgah di Balikpapan. Dia kemudian menunjukkan foto-foto saat berfoto bersama para kepala daerah. Untuk biaya perjalanan, didapat dari pemberian pejabat yang ditemui. (*)







