• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Kisah Inspirasi Warga Bontang: Drs Sobirin (256); Tekankan Akhlak, Metode Pembiasaan Jadi Senjata Pamungkas

by BontangPost
18 Mei 2017, 12:50
in Feature
Reading Time: 2 mins read
0
SOBIRIN (Alam/Bontang Post)

SOBIRIN (Alam/Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

 

Akhlak menjadi penekanan utama kepada seluruh anak didiknya, selama mengajar. Metode pembiasaan pun menjadi senjata pamungkasnya menanamkan akhlak pada sang murid.

Yusva Alam, Bontang

27 tahun bukan waktu yang singkat bagi Sobirin, berprofesi sebagai seorang pengajar. Suka duka profesi mulia ini tentu kerap dialaminya. Apalagi, pendidikan Agama Islam menjadi mata pelajaran utama yang diasuhnya sejak awal hingga saat ini. Tidak hanya memiliki beban moral di dunia namun juga di akhirat.

Itu sebabnya, pria asal Pekalongan ini lebih menekankan pada akhlak ketimbang akademis anak-anak didiknya. Pasalnya, akhlak akan mengantarkan kesuksesan di dunia, juga di akhirat kelak.

Walaupun pada awal-awal karirnya sebagai pengajar, diakuinya masih minim pengalaman. Sehingga pengajaran yang diberikannya tidak bisa maksimal.

“Saat itu saya masih mudah emosi. Belum bisa menangani murid dengan baik. Bahkan memberikan nilai kepada murid berdasar kemampuan guru, bukan kemampuan murid,” ujarnya.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif Warga Bontang: Maskur (227); 25 Tahun Tekuni Fisioterapi, Bahagia Kalau Pasien Dapat Sembuh 

Namun seiring berjalannya waktu, pria yang mulai mengajar di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) sejak tahun 1990 ini terus meningkatkan kemampuan mengajarnya. Dengan meningkatnya kemampuan tersebut, otomatis berimbas pada anak-anak didik. Rata-rata anak didiknya senang dengan metode pengajarannya.

“Saya menggunakan metode pembiasaan pada sang anak. Untuk mengajarkan akhlak kepada mereka. Seperti misalnya, membiasakan makan dengan tangan kanan, berdoa sebelum melakukan sesuatu, dan lain sebagainya,” beber Sobirin.

Dengan motede tersebut, anak-anak didiknya antusias mengikuti pelajarannya. Karena metode tersebut lebih memperbanyak praktik ketimbang teori saat memberikan pelajaran agama. Salahsatunya lagi dengan memindah tempat belajar di musala, bukan di ruang kelas. Karena di musala sekolah inilah, anak-anak akan banyak melakukan praktik-praktik ibadah yang akan diajarkan.

“Saya selalu berusaha membuat murid-murid ini senang terlebih dahulu kepada gurunya. Kalau mereka sudah senang, maka pelajaran apapun yang saya berikan akan mudah mereka serap,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sosialisasikan KB lewat Lagu dan Demo Memasak

Selain itu, metode pembiasaan ini akan mudah diterima murid karena tidak hanya sekedar teori yang baru diajarkan dan cepat lupanya, namun langsung dipraktikkan oleh anak-anak didiknya.

“Suatu saat dewasa kelak, walaupun anak-anak ini ‘jalannya mulai berbelok’ mereka akan kembali ingat pelajarannya di waktu kecil. Memori positif yang sudah tertanam sejak kecil akan membantu meluruskan jalan mereka,” tegasnya.

Diakuinya, selama 27 tahun mengajar, Sobirin sudah pernah mengajar di semua tingkatan. Mulai SD, SMP, dan SMU. Namun menurutnya, mengajar murid-murid SD yang paling berkesan baginya. Karena mengajar anak-anak SD memiliki tantangan tersendiri. Anak SD masih sangat ketergantungan dengan sang guru, berbeda dengan tingkat SMP dan SMU yang sudah mulai mandiri.

“Kalau murid yang diajar ada 30 anak, berarti ada 30 karakter berbeda yang harus saya pahami. Saya harus berusaha bisa memahami keseluruhan karakter anak-anak ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Bikin Sekolah Gara-Gara Mobil, Sempat Stres Hadapi Anak-Anak

Saat ini dirinya sudah mulai memasuki masa-masa pensiun. Namun Ia masih semangat dalam mengajar. Karena tidak hanya mengajar di sekolah, Ia juga membagikan ilmunya dengan menjadi dai. Dan kegiatan dakwahnya tersebut sudah lama dilakukannya. Selain itu, ia patut bersukur, karena salahsatu anaknya ada yang mengikuti jejaknya sebagai pengajar agama Islam.

“Walaupun nantinya saya tidak lagi mengajar anak-anak, namun saya masih bisa mengajar orang-orang dewasa melalui ceramah-ceramah dan kajian yang sudah saya lakukan selama ini. Saya berharap ilmu yang saya bagikan ini menjadi amal baik saya di akhirat,” pungkasnya.  (*)

TENTANG SOBIRIN:

Nama: Drs Sobirin

TTL: Pekalongan, 04/01/1962

Pendidikan: IAIN Sunan Kalijaga, Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Agama Islam

Profesi: Guru Agama Islam di YPK

Tags: kisah inspiratifwarga bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hadi Dekati Yusran 

Next Post

Hanura Desak Pemekaran Dipercepat

Related Posts

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan
Bontang

Pengeluaran Warga Bontang Tertinggi di Kaltim, Capai Rp2,6 Juta Per Bulan

31 Maret 2026, 08:00
Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang
Bontang

6.892 Orang Pilih Hengkang dari Bontang

31 Januari 2023, 16:08
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup
Feature

Kondisi Ekonomi Lumpuh, Jadi Ojek Online untuk Bertahan Hidup

4 Desember 2018, 17:00

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdikbud Bontang Beri Opsi PJJ, Sekolah Diminta Sesuaikan Kondisi Kabut Asap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.