Dibawa ke Kantor Kelurahan, Disuruh Bersihkan Toilet
BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali merazia para pelajar yang kedapatan keluyuran saat jam wajib belajar (wajar) Rabu (13/9) tadi malam. Dalam razia kali ini, Satpol PP menyasar ke wilayah Bontang Kuala (BK) baik di wilayah daratan maupun wilayah di atas laut.
Dalam tangkapan kali ini, Satpol PP berhasil menciduk 16 pelajar. Rinciannya 9 orang yang tertangkap sedang asyik nongkrong di kafe, dan 7 orang yang tertangkap sedang asyik di warung internet (warnet).
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Basri yang juga Ketua FKPM Kelurahan Bontang Kuala mengatakan, razia semacam ini terus dilakukan guna menegakkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 8 Tahun 2008 tentang wajar dari pukul 19.00-21.00 Wita. Dimana, pelajar yang kedapatan keluyuran di jam tersebut, akan diberi pembinaan sehingga tidak mengulanginya lagi.
“Saat kami tangkap di kafe, ada beberapa dari mereka beralasan kerja kelompok. Namun dari logika kami tidak masuk di akal. Tempatnya pun juga tidak layak untuk dipakai belajar. Akhirnya kami angkut mereka,” ujar Basri kepada wartawan.
Setalah dikumpulkan di Kantor Kelurahan Bontang Kuala, puluhan pelajar ini langsung didata dan diberi pembinaan oleh aparat Satpol PP. Selain itu, mereka juga diminta untuk membersihkan toilet Kantor Kelurahan sampai bersih. Ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada mereka.
“Kami tak bosan-bosannya terus mengimbau kepada para orang tua yang memiliki anak, untuk senantiasa mengawasi anak-anaknya mereka. Jangan sampai keluyuran saat malam hari tanpa alasan yang jelas,” terangnya.
Sementara itu, Kunsari selaku Staf Pemerintahan Ketentraman dan Ketertiban Umum mengaku berterima kasih kepada Satpol PP yang telah membantu mengamankan wilayah Kelurahan Bontang Kuala. Dirinya meminta, agar kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan.
“Karena kami juga keterbatasan dana, sehingga butuh support dari Satpol PP. Mungkin bisa diagendakan sebulan atau dua bulan sekali,” pungkasnya. (bbg)







