• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Masih Terjadi, Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat

by M Zulfikar Akbar
2 Maret 2020, 14:45
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi Kekerasan Perempuan

Ilustrasi korban kekerasan. (DOK.JAWAPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Kekerasan terhadap anak dan perempuan masih saja terjadi di Kota Taman. Dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang, ada sebanyak 76 kasus sepanjang 2019 lalu.

Jika dilihat dari data tahunan, kasus ini mengalami peningkatan dari dua tahun sebelumnya. Pada 2017 lalu kasusnya mencapai 62, sementara itu pada 2018 lalu mengalami penurunan menjadi 47 kasus.

“Data 2019 lebih meningkat dibanding 2018,” ungkap Kepala Seksi Perlindungan Perempuan DPPKB Bontang, Marlina.

Namun dia belum mengetahui secara pasti mengapa kasus ini mengalami peningkatan. Apakah angka kekerasan tinggi tetapi warga tidak berani mengekspos atau tidak berani melapor. Atau warga yang mulai sadar bahwa mereka berhak dilindungi.

Baca Juga:  Guru SD di Bontang Selatan yang Diduga Lakukan Kekerasan, Tetap Mengajar Sambil Menunggu Putusan BKN

“Dengan meningkatnya kasus ini kami juga bertanya-tanya,” ucapnya.

Dari data tersebut dirincikan, kekerasan terhadap perempuan sebanyak 37 kasus, sedangkan kekerasan terhadap anak sebanyak 39 kasus. Kekerasan terhadap perempuan beragam bentuknya, mulai dari fisik hingga psikis. Seperti kekerasan dalam rumah tangga, hingga penelantaran.

“Banyak bentuk kekerasannya,” katanya.

Grafis: Nasrullah/Bontangpost.id

Marlina menyebutkan, penyebab kekerasan ini paling banyak didasari oleh ekonomi. Sedangkan yang lainnya karena masih kurangnya pemahaman warga terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Jadi bukan hanya fisik saja, tapi psikis atau omongan itu juga bagian dari kekerasan,” ujarnya.

Untuk menekan itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dan jika ada yang mengalami agar dapat menghubungi tim DPPKB. (Zaenul)

Baca Juga:  Hari Anak Nasional 2020 di Bontang: Digelar Sederhana, Meriah Makna
Tags: dppkb bontangkekerasan anakkekerasan perempuan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pertama di Indonesia, Ibu-Anak Positif Terjangkit Virus Korona

Next Post

Hilang di Sungai, Ibu Dua Anak Diduga Diterkam Buaya

Related Posts

Kasus Kekerasan di Kaltim Tembus 1.110 Pada 2025, 61 Persen Korbannya Anak
Kaltim

Kasus Kekerasan di Kaltim Tembus 1.110 Pada 2025, 61 Persen Korbannya Anak

5 Desember 2025, 15:17
Anak 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Kekasih Ibu, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang
Kriminal

Anak 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Kekasih Ibu, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang

23 November 2025, 19:47
Guru SD di Bontang Selatan yang Diduga Lakukan Kekerasan, Tetap Mengajar Sambil Menunggu Putusan BKN
Bontang

Guru SD di Bontang Selatan yang Diduga Lakukan Kekerasan, Tetap Mengajar Sambil Menunggu Putusan BKN

25 Oktober 2025, 17:04
Aniaya Anak Tiri, Ayah di Bontang Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Lebih
Kriminal

Aniaya Anak Tiri, Ayah di Bontang Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Lebih

4 Oktober 2025, 08:59
Diduga Korban Kekerasan Seksual, Gadis di Bawah Umur asal Balikpapan Meninggal
Kriminal

Pria di Bontang Barat Ditangkap karena Perkosa Anak di Bawah Umur

20 September 2025, 19:19
Emosi karena Merasa Istri Diganggu, Pemuda Samarinda Aniaya Pelajar dan Rampas HP
Kriminal

Emosi karena Merasa Istri Diganggu, Pemuda Samarinda Aniaya Pelajar dan Rampas HP

18 September 2025, 13:03

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.