bontangpost.id – Program Rantang Kasih yang diresmikan pada awal Maret 2021 lalu, mendapat respons positif dari para penerima. Setelah sebelumnya menuai kritik dari sejumlah pihak, yang mengharuskan dilakukannya evaluasi menu makanan bagi lansia tersebut.
Salah seorang Lansia Solikin (63) mengaku telah menerima manfaat program tersebut sejak awal launching.
Meskipun, lauk makanan yang ia terima saat itu didominasi oleh olahan telur. Namun, ia mengaku tidak mensoalkan hal itu. Menurutnya, mendapat bantuan dari pemerintah itu sudah lebih dari cukup.
“Alhamdulillah, apapun menunya itu bagi saya sudah cukup meringankan,” ujarnya saat ditemui pada, Senin (27/6/2022).
Diketahui, warga Perumahan BTN KCY, Kelurahan Api-Api ini tidak memiliki riwayat penyakit serius. Sehingga ia tidak memiliki pantangan apapun dalam menu yang disajikan.
Hal serupa juga dialami Winarsih (77) lansia berdomisili di Jalan DI Panjaitan RT 22, Kelurahan Api-Api yang juga menerima program Rantang Kasih sebanyak dua kali sehari.
Saat dijumpai di kediamannya, Winarsih menunjukkan menu makanan yang ia terima. Yang terdiri dari nasi, sayur lodeh labu siam, tempe goreng, ayam goreng, dan nanas.
Dari pantauan redaksi bontangpost.id di lokasi, bila dilihat dari segi porsi, menu yang disajikan terbilang jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Cukup. Menunya sangat layak. Ganti-ganti juga kok menunya,” aku Winarsih.
Meski memiliki riwayat penyakit gula, Winarsih mengaku rasa dari tiap menu yang disajikan sudah pas. “Sedang saja. Tidak ada masalah,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengaku sangat bersyukur atas respons yang diberikan masyarakat. Ia akan lebih memaksimalkan program tersebut agar menu makanan tersalur dengan tepat sasaran.
“Kami akan tingkatkan mutu pelayanan. Dan berhati-hati dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan,” ujarnya.
Sebagai informasi, semula anggaran rantang kasih ditetapkan Rp 2 miliar. Belakangan nilainya dikoreksi menyesuaikan kondisi di lapangan sehingga nilainya menjadi Rp 1,6 miliar. (*)







