bontangpost.id – Upaya penataan lapak dan kios di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) mulai dilakukan oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang.
Kepala Diskop-UKMP Bontang Kamilan mengatakan berdasarkan surat keputusan wali kota, sebanyak 228 lapak dan kios kosong di Pasar Taman Rawa Indah dalam waktu dekat akan segera ditata dengan cara diundi ulang.
Rencananya, pekan ini pihaknya akan melakukan sosialisasi usai mengadakan pertemuan dengan tim terpadu yang terdiri dari unsur Forkopimda, Dishub, Satpol PP dan UPT Pasar.
“Sudah terbit. Nomor suratnya berapa saya nggak hafal. Nanti saya cek lagi,” ucapnya saat dikonfirmasi.
Skema penataan akan dimulai dari penertiban pedagang yang berjualan di luar bangunan gedung Pasar Tamrin tepatnya di trotoar. Caranya dengan sosialisasi dan membekali surat peringatan kepada pedagang sebanyak tiga kali secara bertahap dengan jangka waktu sepekan.
“Setiap surat peringatan diberi jangka waktu biar pedagang tidak lagi berjualan di atas trotoar Jalan KS Tubun dan kembali ke kios di bangunan pasar,” imbuhnya.
Bilang Kamilan, bila tiga kali peringatan tidak kunjung diindahkan oleh pedagang, maka pihaknya akan melakukan penertiban secara paksa. “Kalau terus dibiarin ya enggak akan tertib. Sasarannya hanya pesagang yg di atas trotoar. Kalau mereka yang menyewa rumah itu bukan urusan kami,” ujarnya.
Tak hanya penertiban di luar gedung saja, sejumlah pedagang yang berjualan di dalam gedung yang tidak sesuai dengan peruntukan dan fungsinya turut menjadi sasaran penataan ulang.
Misalnya saja, untuk lantai satu akan dikhususkan bagi pedagang kue, plastik, telur dan makanan berat. Sedangkan lantai satu A disiapkan untuk penjual basah. Seperti pedagang ayam, daging, ikan, kelapa, gilingan bumbu, dan barang pecah belah.
Berikutnya, di lantai dua akan diisi oleh pedagang sayur, buah, kosmetik, mainan, aksesoris dan perhiasan. Lalu, di lantai dua A untuk pedagang tahu, tempe, ikan kering, bumbu jadi, sepatu, buku, dan tas. Teruntuk lantai tiga, dikhususkan bagi penjual sembako dan pakaian.
“Pokoknya akan kami tata ulang lagi. Sekarang kan banyak yang berjualan enggak sesuai dengan tempatnya. Makanya sebelum pengundian akan kami tertibkan pedagang di area luar gedung dulu,” imbuhnya. (*)







