• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang Kriminal

Penghentian Perkara Dua Tersangka Perumda AUJ Bontang Dinilai Janggal dan Mencurigakan

by Redaksi Bontang Post
4 Oktober 2022, 13:00
in Kriminal
Reading Time: 3 mins read
0
Dua tersangka kasus dugaan korupsi Perumda AUJ, Lien Sikin (kiri) dan Andi Muhammad Amri (kanan).

Dua tersangka kasus dugaan korupsi Perumda AUJ, Lien Sikin (kiri) dan Andi Muhammad Amri (kanan).

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Penghentian perkara dua tersangka dugaan korupsi di tubuh Perumda AUJ mendapat perhatian publik. Pengamat Politik dan Hukum dari Universitas Mulawarman (Unmul) Herdiansyah Hamzah menyebut ada kejanggalan dalam penanganan perkara itu.

Menurut Herdiansyah Hamzah, berdasarkan Pasal 4 UU 31/1999 tentang Tipikor, secara eksplisit disebutkan bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana.

“Alasan kasusnya dihentikan, tidak masuk akal. Sebab pengembalian kerugian negara atau hasil kejahatan, tidak menghapus pidananya,” kata akademisi yang akrab disapa Castro ini.

Sehingga, lanjut dia, jika kejaksaan menghentikan kasus dengan alasan yang sesungguhnya tidak diperbolehkan oleh undang-undang. Karena itu, jelas aneh dan mencurigakan.

“Oleh karenanya, patut untuk diselidiki kemungkinan barter atau tawar menawar perkara, sebagaimana yang dicurigai publik,” ucapnya.

Sebab itu, ia mendorong Kejaksaan Tinggi Kaltim untuk melakukan supervisi terhadap kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri Bontang tersebut. Tak hanya itu, kejadian ini juga bisa dilaporkan kepada komisi kejaksaan sebagai pengawas kinerja dan etika kejaksaan.

Namun jika ada bukti kuat, bisa dilaporkan ke aparat penegak hukum lainnya, dalam hal ini pihak kepolisian. “Hal ini untuk menghindari conflict of interest penanganan perkara agar jangan sampai jeruk makan jeruk,” tutur dia.

Baca Juga:  Dua Terdakwa Kasus Korupsi Perumda AUJ Divonis Satu Tahun

Disinggung mengenai pemberitaan sebelumnya, bahwa indikasi ‘main mata’ terhadap perkara ini dipandangnya semakin terang-benderang. Selain itu, perbedaan penghitungan kerugian negara juga menjadi poin yang mencengangkan.

Sebagaimana tersangka Lien Sikin yang sebelumnya dirilis Kejari Bontang ada kerugian sekira Rp 61 menjadi Rp 50 juta. Belum lagi tersangka Andi Muhammad Amri yang dari perhitungan Rp 1 miliar lebih menjadi nol rupiah. Namun ia menyebut perbedaan nilai kerugian itu sering terjadi, tergantung yang menghitung.

Ia juga menyebut nilai kerugian keuangan negara itu tidak boleh dipermainkan. Itu bukan angka-angka di papan tulis yang bisa dihapus dan diganti seenaknya. Kondisi ini menandakan kejaksaan tidak profesional bekerja jika nilainya dipermainkan seperti itu.

“Tapi kalau tiba-tiba berubah, mesti dijelaskan. Makanya harus dibawa ke pengadilan, biar hakim yang menentukan nilai kerugiannya berdasarkan fakta. Bukan dengan cara menghentikan. Makanya disebut mencurigakan,” terangnya.

Baca Juga:  Rencana Pemisahan PT LBB dari Perumda AUJ, Bergantung Keputusan Pemegang Saham

Kaltim Post (induk bontangpost.id) sebelumnya mewartakan sengkarut dugaan tawar-menawar penghentian perkara tersangka di tubuh Perumda AUJ mulai terendus sejak tahun lalu. Sumber informasi Kaltim Post mengatakan bahwa terjadi permintaan penghentian penanganan perkara terhadap salah seorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tepatnya pada beberapa pekan lalu. Kala itu, perantara yang sekaligus salah satu petinggi parpol di Kota Taman memberikan nominal yang diiming-imingkan. “Besarannya Rp 2 miliar,” kata sumber tersebut.

Namun, upaya saat itu mengalami kebuntuan. Tidak berhenti, manuver rayuan terus berlanjut. Konon, beberapa pekan lalu kembali penawaran terjadi. Nominalnya pun sama dengan sebelumnya. Dilakukan oleh oknum pejabat teras Pemkot Bontang dengan pihak kejaksaan.

Dipastikan kedua pemberi gelontoran ini berbeda. Kala itu, awak media mencoba mengonfirmasi kepada Kejaksaan Negeri Bontang dan mereka membantahnya.

Diketahui, baru-baru ini Kasi Intelijen Kejari Bontang Danang Leksono Wibowo mengatakan, status tersangka Yudi Lesmana saat ini masih dalam tahap penyidikan. Terkait tersangka yang juga terjerat kasus lain, ia menjelaskan nantinya durasi penahanan akan terhitung dari masa tahanan perkara sebelumnya.

Baca Juga:  Demi PAD, Perumda AUJ Diminta Maksimalkan Peluang PI Migas

“Kami akan terus merampungkan tahapan ini supaya segera bisa dilimpahkan berkasnya ke Pengadilan Tipikor Samarinda,” kata Danang.

Sementara untuk tersangka Lien Sikin statusnya sudah dihentikan. Pasalnya tersangka telah membayar uang kerugian negara pada 19 September lalu. Nominalnya berdasarkan perhitungan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Nominalnya Rp 50 juta. Sudah dibayarkan melalui Bankaltimtara ke kas negara,” ucapnya.

Sebagai informasi pada saat pemberitaan sebelumnya kerugian yang ditimbulkan Lien Sikin sebesar Rp 61 juta. Kondisi serupa juga terjadi pada tersangka Andi Muhammad Amri. Bahkan berdasarkan perhitungan BPKP tidak ada kerugian negara. “Ini hasil perhitungan di 2017 silam,” tutur dia.

Penghentian penanganan perkara sudah diputuskan pada awal bulan ini. Diketahui sebelumnya dari lima tersangka yang telah dirilis Kejari Bontang baru dua yang telah disidangkan. Meliputi mantan direktur PT Bontang Investindo Karya Mandiri (BIKM) Yunita Irawati dan Direktur CV Cendana Abu Mansyur. Keduanya telah divonis masing-masing penjara satu tahun. (ak)

Tags: Dugaan KorupsiPerumda AUJ
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemkot Bontang Salurkan Bantuan Hibah Barang ke Majelis Taklim Bontang

Next Post

Atap Rumah Warga Bontang Baru Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Related Posts

KPK Masih Telusuri Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum Hipmi
Nasional

KPK Masih Telusuri Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum Hipmi

28 September 2026, 12:00
Gugatan Perumda AUJ Ditolak Pengadilan, Eksekusi KMP Bontang Express II Berlanjut
Bontang

Gugatan Perumda AUJ Ditolak Pengadilan, Eksekusi KMP Bontang Express II Berlanjut

4 September 2026, 11:41
Pemkot Evaluasi Kinerja Perumda AUJ Bontang Jelang Seleksi Direksi 2027
Bontang

Pemkot Evaluasi Kinerja Perumda AUJ Bontang Jelang Seleksi Direksi 2027

1 Juni 2026, 07:54
Perumda AUJ Gugat Anak Perusahaan PT Bontang Transport Terkait Akta Perdamaian Kapal Roro
Bontang

Perumda AUJ Gugat Anak Perusahaan PT Bontang Transport Terkait Akta Perdamaian Kapal Roro

24 Februari 2026, 13:13
Perumda AUJ Bontang Untung Rp327 Juta, Jauh di Bawah Skala Aset dan Usaha
Bontang

Perumda AUJ Bontang Untung Rp327 Juta, Jauh di Bawah Skala Aset dan Usaha

9 Februari 2026, 08:36
Empat Terdakwa Korupsi Lahan Labkesda Bontang Ajukan Kasasi Usai Vonis Banding Diperberat
Kriminal

Empat Terdakwa Korupsi Lahan Labkesda Bontang Ajukan Kasasi Usai Vonis Banding Diperberat

15 Desember 2025, 16:57

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.