• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

PKH Harus Diterima Ibu-Ibu

by BontangPost
24 Maret 2018, 11:03
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
SOSIAL: Seorang warga sedang menunjukan kartu tanda penerima manfaat di kediamannya, Desa Sangkima, Jumat (23/3).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

SOSIAL: Seorang warga sedang menunjukan kartu tanda penerima manfaat di kediamannya, Desa Sangkima, Jumat (23/3).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Program Keluarga Harapan (PKH) yang dicanangkan Kementerian Sosial dan disalurkan oleh Dinas Sosial Kutai Timur (Dinsos Kutim) mulai berjalan. Program senilai Rp 20 miliar itu akan diberikan kepada 10.313 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kutim.

Kepala Dinsos Kutim, Jamiathulkhair Daik membenarkan adanya program tersebut di Kutim. Menurutnya program tersebut diberlakukan untuk keluarga bertaraf hidup rendah.
“Penyaluran bantuan diberikan untuk kpm, semuanya mendapat pembagian hak yang sama. Dengan tujuan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup lebih baik,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/3) kemarin.

Kepala Bidang Bantuan Jaminan Sosial (Bajamsos), Darto menambahkan, batuan yang disalurkan hanya diperbolehkan atas nama ibu rumah tangga dengan jumlah hampir dua juta rupiah. Menurutnya kebijakan tersebut sangat berdasar. Pasalnya dengan alasan pemenuhan kebutuhan.

Baca Juga:  2019 Ganti Kepala OPD

“Kami sudah mendapat data KPM. Namun bantuan ini tidak diberikan kepada kepala keluarga. Melainkan disalurkan langsung kepada ibunya. Pasalnya seorang ibu dapat mengatur keuangan untuk kebutuhan rumah dengan baik. Jika memang tidak memiliki ibu, baru diperbolehkan atas nama bapak,” ujarnya.

Kebutuhan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak dan kesehatan keluarga. Dengan adanya PKH, semua anak dalam keluarga wajib sekolah dengan tingkat kehadiran minimal 85 persen. Selain itu ibu hamil dan balita diharuskan memeriksa kesehatannya secara berkala.

“Dana bantuan tersebut tidak dapat dipakai sembarangan. Ibu hamil harus memeriksakan kandungan minimal tiga kali, balita wajib posyandu perbulan, dan anak sekolah harus rajin dan aktif. Selain itu, dana tersebut juga diberikan untuk keluarga yang memiliki anak sebagai penyandang disabilitas,” jelasnya.

Baca Juga:  ASTAGA!!! Gempa di Sulteng Terasa sampai Kutim

Koordinator PKH Kutim, Agustina memaparkan timnya dengan jumlah 52 orang membentuk kelompok pemantau. Hal tersebut berguna untuk mengawasi dan memberi penyuluhan kepada kpm setiap setelah pencairan bantuan dilaksanakan.

“Setiap selesai pencairan, kami memantau ke masing-masing kecamatan. Hal tersebut guna mencegah penyalahgunaan anggaran. Selain itu, kami mengedukasi kepada kpm untuk menggunakan bantuan agar menjadi usaha. Supaya kedepannya tidak lagi bergantung pada bantuan,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan aturan penyaluran dana. Menurutnya uang tersebut diberi dengan empat tahapan. Tidak dapat diberikan secara menyeluruh. Dana yang disalurkan melalui bank Mandiri tersebut kerap kali mengalami kendala.

“Uang itu dibagi pertiga bulan. Yang mana pada tiga bulan pertama, kedua, dan ketiga sejumlah 500 ribu rupiah, kemudian bulan terakhir sekira 390 ribu rupiah. Namun dengan bank yang mengelola saat ini sedikit sulit diakses. Pasalnya beberapa kecamatan di pedalaman tidak ada fasilitas bank tersebut. Sehingga bank tersebut harus membawa uang tunai ke beberapa kecamatan itu,” paparnya.

Baca Juga:  Sambangi DPRD, Buruh Tuntut 6 Poin

Seorang warga penerima manfaat, Fitri mengakui program tersebut sangat membantu. Hanya saja minimnya informasi mengenai pencairan membuatnya merasa bingung. Dirinya mengaku menggunkan dana tersebut untuk kebutuhan sekolah anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dasar dan sekolah menengah.

“Uang itu saya gunakan untuk beli seragam atau uang saku anak-anak. Namun saya sering bingung, uangnya sudah disalurkan atau belum. Rumah saya kan di Sangkima, jadi jika ingin mengetahui uangnya sudah ada apa belum harus dicek ke Sangatta. Cukup jauh rasa raya. Harapannya ada tanggal tetap,” ungakpnya. (*/la)

Tags: PKHSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Soal Tespen, Banyak Pegawai Tak Tahu dan Malu 

Next Post

Ismu: Pemotongan DBH Bikin Kacau 

Related Posts

Waspada Peredaran Uang Palsu, Pedagang Pasar Tanjung Limau Jadi Korban
Bontang

Banyak Penerima PKH Tak Tepat Sasaran, Dinas Sosial Sebut Diakomodasi Pusat

29 September 2023, 13:00
Petugas Kebersihan di Pemkot Bontang Akhirnya Terima Gaji
DPRD Bontang

Banyak Penerima PKH Tak Tepat Sasaran, DPRD Dorong Pemkot Bontang Lakukan Evaluasi

15 September 2023, 16:00
Validasi Data, 305 Penerima PKH Ditidurkan
Bontang

Validasi Data, 305 Penerima PKH Ditidurkan

9 Juni 2021, 18:00
Penerima Program Keluarga Harapan di Bontang Capai 2.359 Rumah Tangga
Bontang

Penerima Program Keluarga Harapan di Bontang Capai 2.359 Rumah Tangga

18 April 2021, 16:00
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.