Tentang Trully
Nama: Trully Tisna
Ttl: Surabaya, 24 Januari 1984.
Alamat: Jl Gunung Leuser No 21 RT 41 Kelurahan Gunung Elai.
Nama Suami: Andi Yulianto
Pekerjaan: PNS di Dissos-P3M Bontang
Organisasi : Himpsi Bontang, Kagama Bontang
Moto Hidup: Sebaik-baik orang adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain.
Hobi: Traveling.
Berbicara soal pemuda, tak sedikit permasalahan yang harus diselesaikan terkait kenakalan remaja. Apalagi, banyak kasus kenakalan remaja yang menjadi momok bagi pemerintah. Namun demikian, masih banyak juga remaja atau para pemuda yang berprestasi dan bisa membanggakan daerahnya serta menginspirasi banyak orang.
———
Salah satunya Trully Tisna, seorang ASN di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Bontang yang menjadi pegiat Kelas Inspirasi di Bontang.
Lahir di Surabaya 34 tahun silam, Trully terlahir sebagai anak pertama dan masa kecilnya banyak dihabiskan di Surabaya. Hingga kelas 2 SD, Trully pun dibawa hijrah oleh orang tuanya ke Bontang. Alumni dari SD, SMP dan SMA YPK ini memilih meneruskan sekolahnya di Universitas Gajah Mada dengan jurusan psikologi.
Saat kembali ke Bontang setelah lulus kuliah, Trully bekerja sebagai Guru Bimbingan Penyuluhan (BP) di SMP YPK selama 3 tahun dan di SMA YPK selama 2 tahun. Barulah saat dibuka penerimaan CPNS, Trully mencoba dan lolos di tahun 2010. “Dari awal lolos tes saya ditempatkan di BP2KB sampai 2016 akhir kemudian dimutasi dan ditempatkan di Dissos-P3M Bontang sampai sekarang,” ungkap dia.
Memang, dikatakan Trully karena dasarnya dia mengambil jurusan psikologi untuk membantu orang, pekerjaannya pun juga berkaitan dengan hal tersebut. Selain sebagai ASN, Trully ternyata termasuk orang yang tak bisa diam. Artinya, melihat banyaknya pemuda di Bontang yang hebat sukses dengan karyanya, Trully pun mencoba membuka wadah bagi para pemuda.
Dengan berani mengorbankan waktu, tenaga, serta materi bagi para pemuda dan anak-anak di Bontang, Trully mengajak 6 temannya untuk mengaktifkan Kelas Inspirasi di Bontang. Kelas Inspirasi ini memiliki misi untuk membangun mimpi anak Indonesia.
Selama ini, anak-anak SD jika ditanya cita-cita jawabannya pasti profesi yang terlihat seperti, polisi, TNI, dokter, ataupun pilot. Namun melalui Kelas Inspirasi ini, anak-anak SD bisa dikenalkan dengan berbagai macam profesi yang belum mereka kenal. Sebenarnya di Bontang, pengaktifan Kelas Inspirasi ini terbilang terlambat dibanding Bandung dan Kota Kutai Kartanegara.
Tetapi, Trully bersemangat dengan 5 temannya menumbuhkan cita-cita anak bangsa agar lebih bervariasi. “Kelas Inspirasi ini kami aktifkan betul-betul dengan cara mandiri tanpa anggaran dari pemerintah, sehingga para pegiat yang saya cari yang mau berkorban waktu, tenaga, pikiran juga materinya,” jelas dia.
Setelah komunikasi yang baik, 5 temannya pun sepakat dan punya misi yang sama. Akhirnya di tahun 2016, Kelas Inspirasi hadir di sekolah-sekolah yang menjadi objek, biasanya sekolah yang berada jauh dari kota. “Jadi misi kami ini, melihat banyaknya SDM yang luar biasa, pemuda pemudinya banyak orang hebat tetapi belum ada sarana untuk memfasilitasinya. Di Kelas Inspirasi ini, mereka yang hebat yang professional yang siap jadi relawan kami rangkul dan kami ajak bersama-sama menularkan semangatnya serta memotivasi siswa-siswi SD yang sudah ditunjuk sebagai objek Kelas Inspirasi,” bebernya.
Selain sebagai pegiat Kelas Inspirasi, Trully juga sering dipanggil sebagai pemateri di berbagai kegiatan remaja. Bahkan, dirinya yang tergabung dalam Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi) Cabang Bontang ini pun pernah menjadi penyiar radio. “Di Himpsi juga kami ada agenda siaran untuk memberikan konseling kepada pendengar. Tetapi saat ini masih vakum karena ada pergantian pengurus,” imbuhnya.
Di Himpsi juga dirinya benar-benar merasa enjoy dengan profesinya sebagai psikolog. Sejalur dengan pekerjaannya yang melindungi hak perempuan dan anak, Trully senang jika bisa membantu banyak orang. Apalagi menjadi pendengar setia bagi kliennya yang sedang memiliki masalah. Dengan profesinya itu, Trully meniatkan bahwa pekerjaannya sebagai ladang mencari berkah. Bahkan Trully sering mendapat klien korban kekerasan seksual yang pelakunya merupakan unsure keluarga.
Di momen Sumpah Pemuda ini, Trully yang memiliki hobi travelling mengharapkan para pemuda di Bontang lebih memiliki semangat yang menggelora. “Sibukkan diri kalian (remaja, Red) dengan kegiatan yang positif. Tetapi jangan terjerumus dengan casing positif tetapi di dalamnya ternyata kegiatan negatif,” ujarnya.
Jadi lanjut dia, para pemuda sebaiknya mengisi waktunya dengan sesuatu yang produktif. Jangan sampai banyak waktu luang yang dipakai untuk berleha-leha.”Remaja itu bisa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, atau kegiatan yang disukai dan atau kegiatan yang ingin dipelajari. Kalau masih mentok bingung mau berbuat apa, bertemanlah dengan orang yang positif,” imbaunya. (mga)







