• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Warga Sebut Tumpukan Batu Bara Cemari Lingkungan, Sudah Tujuh Bulan Dibiarkan

by Redaksi Bontang Post
12 September 2021, 10:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Tumpukan batu bara di RT 02 Desa Martadinata, Kutim belum dipindahkan sejak Maret lalu. (Nasrullah/bontangpost.id)

Tumpukan batu bara di RT 02 Desa Martadinata, Kutim belum dipindahkan sejak Maret lalu. (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Tumpukkan batu bara masih terlihat di Desa Martadinata, Kutai Timur. Sekira 300 meter dari perbatasan Bukit Kusnodo, Bontang. Kepulan asap keluar dari tumpukan salah satu bahan bakar fosil tersebut. Tingginya pun sekira 2,5 meter. Dengan luasan layaknya separuh lapangan sepakbola.

Area penampungan itu berada di sekitar permukiman warga. Tepatnya mereka yang tinggal di RT 2 wilayah tersebut. Bahkan, jarak area tumpukan dengan jalan raya hanya 10 meter. Warga RT 02 Desa Martadinata Haryanto mengeluhkan pembiaran yang dilakukan pemilik batu bara. Pasalnya sejak Maret lalu, golongan sumber bahan bakar ini tidak segera dipindahkan.

“Kami menjadi korban dengan adanya tumpukan batu bara di sini,” kata Haryanto.

Baca Juga:  Demi KPC, Jalan Nasional Digeser untuk Hauling Batu Bara

Sebab, telah terjadi pencemaran udara tiap harinya. Aromanya menyengat. Kondisi ini membuat warga di sekitar tempat penampungan enggan untuk membuka pintu rumah. “Udaranya bikin sesak. Apalagi kalau cuacanya hujan terus panas. Aromanya menyengat karena batu bara itu terbakar,” ucapnya.

Selain itu, sumber baku air juga telah tercemar. Dijelaskan dia, warna air dari sumur miliknya telah berubah. Menjadi keruh dan berbau. Perubahan ini terjadi setelah ada tumpukan batu bara di sekitar rumahnya.

Ia mengaku sebelumnya kawasan itu telah ditutup oleh pihak berwenang. Tetapi karena ada orang yang memakai bangunan di dalam kawasan menjadi bengkel, maka pintu masuk tempat penampungan dibuka. Bahkan garis polisi yang sebelumnya terpasang juga telah raib.

Baca Juga:  Jalan Loktuan Terancam Dilintasi 16.338 Truk Angkutan Batu Bara

“Hanya masih ada spanduk pengumuman kawasan ini dalam pengawasan yang tertempel di pagar lahan tersebut. Memang sebelumnya ada garis polisi tetapi ketika kami lewat beberapa hari sudah hilang,” tutur dia.

Sebelumnya penampungan itu menggunung. Beberapa hari setelah ditutup, pemilik melakukan pemerataan batu bara. Dengan menggunakan alat berat. Tujuan yang diketahuinya ialah agar tidak terlihat dari luar kawasan. Setelah itu, praktis tidak ada aktivitas di lokasi tersebut. Haryanto pun sudah menghubungi pemilik batu bara tersebut, 20 hari lalu. Kabarnya tidak diizinkannya proses muat di Pelabuhan Loktuan Bontang membuat pemindahan mandek. Bahkan kabar terbaru ialah pemilik masih melakukan negoisasi agar material itu bisa dijual ke PLTU Bontang Lestari.

Baca Juga:  Tumpuk Batu Bara di Dekat Kantor Polisi

“Tiga hari lalu kembali saya hubungi pemiliknya tetapi belum ada konfirmasi,” sebutnya.

Keluhan telah disuarakan kepada RT setempat. Tetapi jika dalam waktu dekat belum ada tindak lanjut, maka warga akan segera mengadukan kejadian ini ke Dinas Lingkungan Hidup Kutim.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim Ence Ahmad Raffidin Rizal mengatakan permasalahan ini sudah ditangani tim penegak hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Karena berada di kawasan hutan. “Saya tadi laporkan ke kepala unit gakkum. Mereka sudah mencari pemilik tempat tersebut,” pungkasnya. (*/ak)

Tags: angkutan batu barabongkar muat batu bara di loktuan ditentang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Masalah Lahan Seksi 5 Tol Balsam Belum Tuntas

Next Post

Pengawas Bakal Pantau Prokes Selama PTM Terbatas

Related Posts

Hauling Batu Bara di Jalan Nasional Kaltim, Memanfaatkan Konflik Horizontal untuk Kepentingan Penambang
Kaltim

Hauling Batu Bara di Jalan Nasional Kaltim, Memanfaatkan Konflik Horizontal untuk Kepentingan Penambang

8 Juni 2025, 19:40
Demi KPC, Jalan Nasional Digeser untuk Hauling Batu Bara
Lingkungan

Demi KPC, Jalan Nasional Digeser untuk Hauling Batu Bara

30 April 2025, 12:22
Tak Takut Ditindak, Aktivitas Diduga Tambang Ilegal di Jalan Poros Bontang Dilakukan Terang-terangan
Kaltim

Banyak Jalan Umum di Kaltim Rusak karena Dijadikan Hauling Batu Bara

29 April 2025, 12:13
Menagih Komitmen Cagub terhadap Dampak Batu Bara
Lingkungan

Batu Bara Makin Seksi, Harga Melambung Tinggi

4 Agustus 2024, 12:00
Warga Sebut Tumpukan Batu Bara Cemari Lingkungan, Sudah Tujuh Bulan Dibiarkan
Bontang

Pemilik Tumpukan Batu Bara Masih Dicari

15 September 2021, 12:01
Jatam Sesalkan Proses Penegakan Hukum Lamban
Bontang

Jatam Sesalkan Proses Penegakan Hukum Lamban

14 September 2021, 10:43

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.