• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Harga Naik, Sawit Rawan Pencurian 

by BontangPost
19 Januari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
RAWAN: Semenjak naiknya TBS, Disbun menghimbau agar kiranya petani sawit untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena rawan akan pencurian.(Dhedy/Radar Kutim)

RAWAN: Semenjak naiknya TBS, Disbun menghimbau agar kiranya petani sawit untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena rawan akan pencurian.(Dhedy/Radar Kutim)

Share on FacebookShare on Twitter

 

BREAKER “Jadi perlu dicurigai jika ada yang jual TBS dengan harga murah dibawah harga yang sudah disepakati bersama. Besar kemungkinan, TBS tersebut hasil curian,”

Kasianto Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Disbun. 

SANGATTA – Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit diawal 2017, memicu aksi kejahatan berupa pencurian. Pasalnya, untuk kelapa sawit yang umur tanamannya sudah sembilan dan sepuluh tahun, harga TBS kini mencapai Rp 1.800 lebih perkilonya. Sementara, pada tahun 2016 lalu, untuk umur sembilan tahun, hanya Rp1.600 dan umur sepuluh tahun Rp1.700 perkilo. (Lengkap lihat tabel).

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Hasil, Dinas Perkebuanan (Disbun), Kasianto mengaku, sebelum naiknya harga TBS, pencurian dilaporkan sudah merajalela. Terlebih, saat ini TBS sudah mengalami kenaikan, potensi pencurian akan semakin meningkat. Karenanya, pengusaha sawit diminta untuk terus waspada dan semaksimal mungkin mengontrol hasil panen TBS nya tersebut.

Baca Juga:  Selain SKTM, Jamkesprov dan Jamkesda Juga Ditiadakan

“Jadi perlu dicurigai jika ada yang jual TBS dengan harga murah dibawah harga yang sudah disepakati bersama. Besar kemungkinan, TBS tersebut hasil curian,” ujar Kasianto yang sebelumnya Kepala Bidang Produksi Disbun.

Himbauan ini dilayangkan lantaran, pihaknya pernah beberapa kali menjumpai dan mendapatkan laporan dari tim jika terdapat seseorang yang tengah melakukan penjualan yang diduga hasil curian kepada lapak baru (penadah) selain perusahaan. Penjualannya pun tidak dilakukan secara terbuka, akan tetapi tertutup dengan cara timbang dan bayar dijalan. “Siapa yang tidak tergiur dengan harga sawit saat ini. Harganya sudah kembali mahal. Makanya, banyak pencurian sawit. Marak sekali pencurian,” katanya.

Besarnya potensi pencurian tersebut karena, TBS yang sudah dipanen dari pokoknya hanya ditumpuk dipinggir jalan. Ada ratusan tumpukkan sebelum dilakukan pengangkutan keperusahaan. Karena nihilnya pengawasan, maka ada oknum yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pencurian.

Baca Juga:  Operasi Antik, Polres Ungkap 11 Kasus

“Siapa saja bebas untuk melewati jalan terebut. Jika sudah ada yang berniat, mereka tinggal angkut saja. Tidak ada yang tau. Gak usah banyak-banyak mengambilnya dalam satu tumpukkan, cukup tiga atau lima tandan saja, dikalikan beberapa tumpukkan, sudah menguntungkan sekali,” katanya.

Paling diwaspadai, dibeberapa tempat penghasil sawit terbesar di Kutim. Seperti halnya kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng. Saat ini dua kecamatan tersebut dinobatkan sebagai lokasi rawan pencurian TBS. “Karenanya, perlu tingkatkan pengawasan dan penjagaan. Terlebih, kebun pribadi. Tidak hanya di Wahau dan Kongbeng saja,namun disemua tempat yang merupakan penghasil sawit,” pinta Kasianto.(dy)

Tabel Perbandingan Harga 2016-2017

2017                                                                           2016

Umur Tanaman        Harga Jual                            Umur Tanaman        Harga Jual

Baca Juga:  Mencatut Nama Dispenda Kutim, Jukir PIS Diciduk Tim Saber Pungli

3 Tahun                     Rp1.600                                 3 Tahun                     Rp1.500

4 Tahun                     Rp1.600                                 4 Tahun                     Rp1.500

5 Tahun                     Rp1.600                                 5 Tahun                     Rp1.500

6 Tahun                     Rp1.700                                 6 Tahun                     Rp1.600

7 Tahun                     Rp1.700                                 7 Tahun                     Rp1.600

8 Tahun                     Rp1.700                                 8 Tahun                     Rp1.600

9 Tahun                     Rp 1.800                                9 Tahun                     Rp 1.600

10 Tahun                   Rp 1.800                                10 Tahun                   Rp 1.700

Sumber Disbun Kutim

Print Friendly, PDF & Email
Tags: hargakriminalkutimperkebunan kelapa sawit
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Panitia Pilkades Dipolisikan

Next Post

Tapal Batas Kutim-Berau Masih Bersengketa 

Related Posts

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54
Dalam Setahun 306 Kasus Kejahatan Terjadi di Bontang, Didominasi Curanmor dan Curat
Bontang

Dalam Setahun 306 Kasus Kejahatan Terjadi di Bontang, Didominasi Curanmor dan Curat

30 Desember 2025, 13:29
Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH
Kaltim

Akal-Akalan Perusahaan Sawit di Kutim; Bangun Kebun Plasma di Hutan, Kini Disita Satgas PKH

20 November 2025, 20:34
NU Dapat Tambang dari Penciutan Lahan Tambang KPC
Kaltim

Kementerian ESDM Gugat Balik Warga Kutim, Pemerintah Disebut Bebal dan Lebih Berpihak ke Pemodal

6 Oktober 2025, 19:00
Tiga Kasus Kriminalitas Tertinggi di Bontang Tahun Ini, Mulai Curanmor hingga Penggelapan
Kriminal

Tiga Kasus Kriminalitas Tertinggi di Bontang Tahun Ini, Mulai Curanmor hingga Penggelapan

31 Desember 2024, 11:38
Warga Sangkulirang Ditemukan Tewas Dimangsa Buaya Enam Meter di Sungai Lebur Kutim
Kaltim

Warga Sangkulirang Ditemukan Tewas Dimangsa Buaya Enam Meter di Sungai Lebur Kutim

27 Juni 2023, 08:05

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UPTD PPA Dampingi Korban Asusila di Bontang Utara, Fokus Pemulihan Psikologis Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.