SANGATTA – Pemkab Kutim sedang gencar lakukan pembangunan. Beberapa infrastruktur akan direnovasi. Salah satunya Folder Ilham Maulana Sangatta Utara. Hal tersebut mengharuskan lapak dagangan di kawasan tersebut ditutup.
Menurut pengakuan seorang pedagang yang biasa disapa acil, dirinya sudah mengetahui rencana pemerintah akan melakukan renovasi di Folder.
Baginya hal tersebut akan berdampak negatif terhadap omzet dagangannya. Pasalnya selama ditutup, pemerintah tidak menyediakan tempat sementara untuk berdagang.
“Saya sudah tahu akan ada renovasi lagi di sini. Sebenarnya bagus kalau ada pembangunan. Cuma kasihan kami yang jualan hanya disini. Tidak ada lahan sementara untuk jualan. Soalnya pemerintah tidak menyediakan tempat pengganti untuk kami berjualan,” ungkapnya.
Menurutnya, jika folder ditutup dalam waktu yang tidak ditentukan, maka pada waktu itu juga ia tak berjualan.
“Maka saya akan rugi. Bisa saja produk jualan saya kedaluwarsa. Ya omzet kami menurun. Bisa juga tidak mendapat omzet sama sekali. Yang pasti buruklah untuk perekomian keluarga saya,” katanya.
Sebelumnya hal seperti ini pernah dialaminya. Pemutihan kawasan tersebut menjadi pelajaran bagi mereka.
Pasalnya pemerintah menggunakan alasan pembangunan untuk merenovasi tempat tersebut.
Namun bagi mereka tidak ada perubahan signifikan. Hanya kerugian yang mereka dapatkan.
“Dulu juga seperti ini. Kata pemerintah mau dilakukan pembangunan. Tapi tidak ada yang berubah. Yang ada malah bikin kami rugi saja,” jelasnya.
Dia berharap pemerintah dapat memerhatikan nasib mereka.
Menurut informasi yang mereka dapat, pembangunan tersebut akan berjalan selama kurang lebih satu tahun.
“Harus sebandinglah. Setidaknya sediakan kami tempat jualan sementara. Lama sekali satu tahun. Masa kami menganggur setahun,” tutupnya. (*/la)







