• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kondisi Korban Traumatik Berat, Kemenag Kutuk Perbuatan IM

by BontangPost
15 Desember 2017, 11:53
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Sulaiman(MEGA ASRI/BONTANG POST)

Sulaiman(MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG –Kementerian Agama (Kemenag) Bontang mengutuk perbuatan pelaku pencabulan IM yang merupakan oknum pimpinan Pondok Pesantren NM, korban juga diketahui mengalami traumatik berat sehingga tak dapat ditemui sembarang orang. Saat ini, Polres Bontang masih melakukan proses penyidikan terhadap kasus pencabulan 5 santriwati tersebut.

Kepala Kemenag Bontang, Sulaiman mengaku kaget atas kejadian pencabulan yang terjadi di Ponpes NM dengan korban sebanyak 5 santriwati. Pihaknya merasa prihatin serta berduka yang sedalam-dalamnya. Karena Sulaiman juga merasakan bagaimana perasaan keluarga korban yang awalnya menitipkan anak-anak mereka di ponpes untuk dididik dan dibina agamanya, tetapi malah mendapat perlakuan tak senonoh dari pimpinannya. “Apalagi biasanya anak-anak yang dititipkan di panti ataupun ponpes itu yang kurang mampu dari segi ekonomi, sehingga berharap terayomi makanan, pendidikan dan lainnya. Betapa sakitnya hati mereka saat kejadian ini, jika ini terjadi pada anak-anak kita bagaimana?” jelas Sulaiman di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Cegah Kasus Asusila, Kemenag dan Pondok Pesantren Sepakati Tiga Hal

Apalagi, lanjut dia, korban pencabulan tersebut merupakan anak di bawah umur yakni baru berusia 13 dan 14 tahun. “Umur tersebut masih terbilang polos dan lugu, tetapi sudah mendapat musibah seperti itu,” ujarnya dengan wajah sedih memperlihatkan duka yang mendalam.

“Saya sempat menjenguk mereka (para korban, Red), di sana saya tak bisa ngomong apa-apa karena mereka benar-benar lugu dan polos, saya hingga hampir menangis dan tak bisa melihat kondisi mereka berlama-lama. Batin saya merasakan kesedihan mereka, kepedihan yang luar biasa,” sambungnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengaku akan terus berupaya mengembalikan jiwa korban agar bisa kembali normal. Apalagi, sambungnya, bagi yang hamil semoga perkembangan ibu dan janinnya wajar seyogianya wanita hamil. “Untuk makan minum mereka sudah tercukupi, tetapi yang dikhawatirkan ialah kejiwaannya, perasaan mentalnya, makanya kami betul-betul berusaha menguatkan mereka,” ungkapnya.

Baca Juga:  Setubuhi Pacar 6 Kali hingga Hamil, Warga Guntung Dibui

Sulaiman juga mengaku, dari pihak Kemenag mendapingi para korban dengan mengirim satu tenaga untuk membimbing para korban agar jiwanya tetap kuat dan kembali stabil.

Sementara bagi pelaku, Sulaiman dengan tegas mengutuk perbuatan pelaku yang dianggapnya tidak berperikemanusian. Memang ini masih asas praduga tak bersalah. “Siapapun pelakunya, saya atas nama Kemenag mengutuk perbuatan seperti itu, karena sangat biadab telah menghancurkan perasaan anak,” tegasnya.

Namun demikian, Sulaiman berharap masyarakat tidak menggeneralisasi masalah ini. Pasalnya, jika pelakunya hanya satu orang, jangan sampai nama pesantrennya yang menjadi jelek. “Karena kami tetap tidak meragukan pesantrennya,” ujarnya.

K edepan, seperti dikatakan sebelumnya, pihak Kemenag akan mengevaluasi keberadaan pesantren itu karena di dalamnya ada panti juga. Apakah pesantrennya dirawat baik atau pantinya tidak atau seperti apa. Apakah juga karena terlalu bebas, kurang pengawas, ini juga perlu dievaluasi. “Mudah-mudahan dunia pesantren tidak tercemar,” ucapnya.

Baca Juga:  Etha: Pendidikan Seksual Penting 

Terpisah, Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalui Kasubag Humas Iptu Suyono mengatakan perkembangan kasus pencabulan oleh oknum pimpinan Ponpes NM masih dalam proses penyidikan. Korban masih tetap berjumlah 5 orang, pun dengan pelaku 1 orang. “Pihak reskrim masih proses penyidikan, korban masih membantah, tetapi itu haknya dia. Korban juga masih diamankan di rumah aman,” ujarnya. (mga)

Tags: pencabulanPondok Pesantren
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diskes Sebut Bontang Bebas Difteri

Next Post

DPRD Bakal Panggil Seluruh Pimpinan Ponpes  

Related Posts

Berdalih ‘Nikah Batin’ dan Pijat Tengah Malam, Modus Bejat Pimpinan Ponpes di Samarinda Terbongkar
Kaltim

Berdalih ‘Nikah Batin’ dan Pijat Tengah Malam, Modus Bejat Pimpinan Ponpes di Samarinda Terbongkar

12 Agustus 2026, 16:00
Ayah Tiri di Muara Badak Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Korban Diancam dan Direkam Diam-diam
Kriminal

Ayah Tiri di Muara Badak Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Korban Diancam dan Direkam Diam-diam

4 Agustus 2026, 13:45
Pria 45 Tahun di Kutim Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun di Toilet
Kriminal

Pria 45 Tahun di Kutim Diduga Cabuli Bocah 5 Tahun di Toilet

1 Januari 2026, 17:00
Kakak Beradik di Samarinda Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri Sejak Lama
Kaltim

Kakak Beradik di Samarinda Jadi Korban Pencabulan Ayah Tiri Sejak Lama

5 Desember 2025, 15:37
Empat Pria Rudapaksa Anak 12 Tahun di Kutim, Diiming-imingi Jaringan Internet
Kriminal

Empat Pria Rudapaksa Anak 12 Tahun di Kutim, Diiming-imingi Jaringan Internet

3 Desember 2025, 15:25
Glorifikasi Pelaku Kekerasan Seksual Dinilai Sangat Berbahaya
Kriminal

Pria Paruh Baya di Balikpapan Dilaporkan ke Polisi, Diduga Cabuli Lima Anak di Bawah Umur

2 Desember 2025, 19:39

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.