BONTANG – Berdasarkan data Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2015 maka akan terjadi penambahan calon penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 4.092 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Saat ini masih terjadi validasi data di tiap kelurahan.
Kasi Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Ali Katuwo mengatakan, jumlah tersebut masih bisa terjadi perubahan. Tentunya tergantung dari hasil proses validasi yang dilakukan oleh koordinator dan pendamping PKH.
“Apakah alamatnya sesuai, orangnya masih ada, atau masih masuk komponen PKH,” papar Ali.
Dimana komponen PKH ialah ibu hamil, anak balita yang dibuktikan dengan kartu ibu dan anak, anak sekolah melalui rapor atau surat keterangan dari sekolah, disabilitas, serta lansia 70 tahun ke atas. Nantinya setelah validasi data terdapat tahapan verifikasi dan pemutakhiran data.
“Ada satu saja diantara beberapa komponen sudah bisa dapat bantuan,” tambahnya.
Koordinator PKH Bontang Muhammad Nur Fuad membenarkan, bila terdapat penambahan kuota dari Kementerian Sosial. Namun, jumlah calon penerima bantuan ini masih belum valid, karena bisa saja mengalami penurunan. Pihak rukun tetangga dan kelurahan dilibatkan dalam penyeleksian KPM di daerahnya masing-masing.
“Ini masih calon, kalau bertambah tidak bisa tetapi kalau menurun bisa. Prosesnya kami libatkan RT dan kelurahan,” kata Fuad.
Dipaparkannya, tahun 2016 data KPM sebanyak 1.627 dari semua kelurahan. Jumlah tersebut mengalami penyusutan setelah terjadi pemutakhiran data menjadi 1.578 KPM.
“Karena faktor pindah alamat, tidak punya komponen PKH, dan menjadi mampu,” paparnya.
Hari ini, proses validasi akan dilakukan di kelurahan Bontang Lestari, Gunung Elai, dan Loktuan. (*/ak)







