• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Percepat Pengisian Jabatan Wawali, Parpol Koalisi Disarankan Bentuk Panitia

by BontangPost
4 November 2018, 16:10
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Herdiansyah Hamzah. (Dok/Bontangpost.id)

Herdiansyah Hamzah. (Dok/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA-Partai Demokrat, Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), selaku partai politik (parpol) koalisi tak kunjung mengusulkan calon Wakil Wali Kota (wawali) Samarinda. Hal itu terjadi karena setiap parpol ingin mengusung calon sendiri. Sementara nama yang harus diusung ke wali kota hanya dua orang.

Pengamat hukum dan politik Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Herdiansyah Hamzah menyarankan ketiga parpol tersebut membentuk panitia bersama untuk menggelar seleksi terbuka calon wawali.

“Tentu saja mesti melibatkan tim independen dalam komposisi kepanitiaannya. Jadi hasilnya bisa diterima bersama oleh ketiga partai pengusung. Kalau masing-masing partai buat seleksi seperti NasDem kemarin, sulit ketemu. Karena alasan itulah kenapa mesti melibatkan tim independen dalam kepanitiaan,” sarannya, Sabtu (3/11) kemarin.

Baca Juga:  Guru Honorer Minta Keadilan Gubernur 

Dia menyebut, komposisi kepanitiaan tersebut mesti diisi sebagian besar kalangan independen di luar parpol pengusung. Misalnya, jika ditentukan tujuh orang dalam kepanitiaan, sebanyak empat orang di antaranya mesti berasal dari luar parpol koalisi.

“Partai pengusung masing-masing satu orang. Jumlahnya tiga orang. Tim independen empat orang. Jadi total ada tujuh tim seleksi. Tim independen bisa dari akademisi atau pun kalangan profesional,” sebutnya.

Kepanitiaan bersama itu mesti terbuka dan partisipatif. Model penjaringan bakal calon yang dilakukan Partai NasDem, lanjut dia, dapat dijadikan gambaran dalam kepanitiaan tersebut.

“Yang dilakukan NasDem kemarin bagus. Hanya saja dilakukan sendiri dan hasil akhirnya masih ditentukan di pusat,” katanya.

Baca Juga:  Isran Gandeng Hadi, Dapat Dukungan, Tunggu Deklarasi

Pria yang karib disapa Castro itu menyebut, cara lain yang dapat diambil untuk menyelesaikan silang sengkarut itu adalah parpol menyerahkan jabatan wawali pada partai asal mendiang Nusyirwan Ismail.

“Kalau Pak Nursyirwan dari NasDem misalnya, maka calon yang diusulkan bisa dari NasDem. Ini bisa menjadi kesepakatan bersama di antara partai-partai pengusung,” ujarnya.

Kata Castro, kasus lambannya pengusungan calon wawali tersebut dapat dijadikan dasar bagi pusat untuk segera mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) tentang tata cara pengisian jabatan wakil kepala daerah yang berhalangan tetap.

Dalam PP tersebut mesti memuat bentuk seleksi terbuka dan partisipatif bakal calon wakil kepala daerah. Selain itu, di PP itu memuat batas waktu pengusungan calon di DPRD.

Baca Juga:  PWI Kaltim Galang Dana untuk Rohingya

“Semisal paling lambat 30 hari setelah wakil kepala daerah diberhentikan, partai pengusung sudah harus mengusulkan dua orang untuk dipilih dalam paripurna DPRD,” ucapnya.

Percepatan pengusungan wawali tersebut mesti dilakukan parpol koalisi. Pasalnya, semenjak jabatan itu kosong setelah ditinggal almarhum Nusyirwan, ada banyak efek negatif bagi pelayanan publik.

“Implikasinya begitu banyak. Tidak ada pengganti wali kota ketika wali kota berhalangan. Fungsi kerja di internal pemerintahan akan keropos jika hanya bertumpu kepada wali kota semata,” jelasnya.

Karenanya, sebelum PP diterbitkan, pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) harus mengambil langkah. “Mendagri mesti turun tangan untuk mempercepat proses pengisian jabatan Wakil Wali Kota Samarinda ini,” sarannya. (*/um)

Tags: Kursi WawaliMetro Samarinda
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wartawan Kejar-kejaran Menyusun dan Menyunting Berita di Bawah Deadline 

Next Post

Dewan: Kenaikan UMK Sepadan 

Related Posts

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10
Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat
Kaltim

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

22 Desember 2018, 16:00
Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 
Kaltim

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar 

21 Desember 2018, 16:30
2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 
Kaltim

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat 

21 Desember 2018, 16:20

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.