• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Wartawan Kejar-kejaran Menyusun dan Menyunting Berita di Bawah Deadline 

by BontangPost
4 November 2018, 15:50
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
BERKOMPETEN: Dirhanuddin yang menjadi salah satu peserta UKW LPDS untuk jenjang madya mendapatkan sertifikat dari Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar, karena telah ikut serta pada kegiatan tersebut.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

BERKOMPETEN: Dirhanuddin yang menjadi salah satu peserta UKW LPDS untuk jenjang madya mendapatkan sertifikat dari Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar, karena telah ikut serta pada kegiatan tersebut.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

Keterampilan wartawan peserta uji kompetensi wartawan (UKW) benar-benar diasah oleh para penguji Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS). Mulai dari menyusun berbagai perencanaan liputan hingga menyuntingnya di bawah tekanan deadline.

DIRHAN, Samarinda

TERHITUNG 30-31 Oktober lalu, pikiran wartawan peserta UKW dari jenjang muda, madya, dan utama disita sepenuhnya untuk fokus mengerjakan setiap mata ujian yang diberikan para penguji.

Sebelum mengikuti mata ujian di masing-masing jejang, mulai wartawan muda, madya, dan utama terlebih dahulu mengikuti rapat perencanaan redaksi. Rapat ini menjadi jenjang awal dimulainya proses UKW.

Di rapat ini peserta dibagi menjadi empat kategori yakni wartawan, redaktur, redaktur pelaksana (redpel), dan pimpinan redaksi (pimred). Setiap jenjang dibagi dalam beberapa desk liputan.

Menariknya, sejak proses rapat redaksi hingga penyusunan perencanaan liputan mendapatkan penilaian dari penguji. Tak pelak, hampir semua peserta UKW berlomba-lomba menyampaikan argumen dan ide terbaiknya dalam rapat tersebut.

Penulis sendiri pada rapat itu ditunjuk menjadi koordinator dan redaktur untuk desk liputan ekonomi dan membawahi tiga orang wartawan muda. Rapat yang berlangsung selama 60 menit itu, mulai wartawan muda, madya, dan utama diminta menyusun perencanaan liputan dan mempresentasikannya.

Baca Juga:  PGRI Soroti Kesejahteraan Guru Honorer

Selepas itu, para penguji melakukan evaluasi. Tak hanya itu, di masing-masing jenjang juga dievaluasi untuk mengukur kemampuan para wartawan. Terutama dalam menyusun, mengkoordinir, dan melaksanakan tugas liputan.

Bagi peserta, setiap waktu yang ada wajib dimanfaatkan sebaik mungkin. Selain harus menyelesaikan mata ujian yang padat, waktu yang diberikan juga terbilang juga cukup singkat. Untuk setiap mata ujian, waktu yang diberikan maksimal 60 menit.

Namun untuk beberapa mata ujian bahkan hanya diberikan waktu 35 menit. Otak peserta juga semakin diajak berpikir taktis, karena waktu yang diberikan itu sudah termasuk untuk menyampaikan presentasi atas tugas yang sudah diberikan kepada penguji.

Penulis yang tergabung dalam jejang madya mengikuti sebanyak delapan mata ujian. Mulai dari materi ujian mengidentifikasi dan koordinasi liputan, analisis bahan liputan acara terjadwal, dan merencanakan liputan investigasi.

Selain itu, ada juga meteri menulis feature, menyunting berita, merancang isi rubrik, serta membangun dan memelihara jaringan. Khusus di materi terakhir ini, banyak di antara para peserta yang dibuat jantungnya berpacu cepat.

Baca Juga:  Mereka yang Menolak Lupa 

Bagaimana tidak, di materi ujian itu, setiap peserta dari jenjang muda, madya, dan utama diminta menuliskan 15 sampai 20 kontak narasumber. Selanjutnya, penguji akan meminta peserta menunjuk narasumber secara acak untuk ditelepon.

Mata ujian ini ditujukan untuk mengukur kemampuan jejaring setiap wartawan kepada narasumber. Tak sedikit dari peserta harus memutar otak untuk menghubungi narasumber. Sebab, beberapa dari narasumber ketika ditelepon tidak langsung merespon.

Seperti penulis, dari lima narasumber yang diminta ditelepon, dua di antara narasumber tidak langsung merespon. Menariknya lagi, banyak dan sedikitnya narasumber yang merespon telepon juga menjadi penilaian tersendiri bagi para penguji.

Wakil Ketua Dewan Pers, Ahmad Djauhar menerangkan, sederet mata ujian itu sengaja dirumuskan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan, serta menjadi acuan sistem evaluasi kinerja wartawan oleh perusahaan pers.

Selain itu, dari ujian itu, Dewan Pers ingin menegakkan kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik. Menjaga harkat dan martabat kewartawanan sebagai profesi khusus penghasil karya intelektual.

Baca Juga:  Puluhan Bus Terminal Lempake Diramcek 

“Dari ujian itu, menghindarkan penyalahgunaan profesi wartawan dan menempatkan wartawan pada kedudukan strategis dalam industri pers,” kata Djauhar yang juga turun menjadi penguji dalam UKW tersebut.

Ia menambahkan, pelaksanaan uji kompetensi wartawan sebagai follow up dari standardisasi Perusahaan Pers yang dicanangkan pada Piagam Palembang pada 9 Februari 2010, Dewan Pers menjadikan UKW sebagai program yang mulai dilaksanakan sejak 2011.

“Bagi wartawan yang mengikuti UKW, Dewan Pers memberikan pengakuan berupa sertifikat tanda kompetensi sesuai jenjangnya,” tandasnya.

Sebelumnya, setiap wartawan yang dilibatkan menjadi peserta UKW LPDS wajib menyerahkan beberapa persyaratan antara lain, menyerahkan tiga bukti karya tulis selama tiga bulan terakhir sebelum UKW dilaksanakan, bukti sertifikat perusahaan pers, tulisan feature, dan surat tugas dari perusahaan.

Bagi mereka yang telah mengikuti UKW sebelumnya, baik melalui LPDS maupun oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) wajib menyerahkan foto kopi bukti UKW sesuai jenjang yang telah diikuti. (*)

Tags: kisah inspiratifMetro SamarindaUKW
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lincahnya “Spiderman” Bontang

Next Post

Percepat Pengisian Jabatan Wawali, Parpol Koalisi Disarankan Bentuk Panitia

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah
Ragam

Kisah Inspiratif Kakek Penjual Sapu Lidi: Selama Kuat, Bekerjalah

18 Desember 2020, 09:19
Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis
Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

11 Januari 2019, 15:40
Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah
Kaltim

Kontrak LNG Habis, Isran: Tak Masalah

23 Desember 2018, 16:30
Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 
Kaltim

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh 

22 Desember 2018, 16:30
Pemprov Ingin Pembangunan Masjid Tetap Dilanjutkan, Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti 
Kaltim

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

22 Desember 2018, 16:10

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.