• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Derita Bocah di Kutim Berakhir Tragis, Tewas Dianiaya Ayah Kandung dan Ibu Tiri

by BontangPost
9 September 2025, 08:32
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
AKBP Fauzan Arianto (dua kiri) didampingi jajaran memperlihatkan barang bukti kasus penganiayaan anak hingga tewas oleh ibu tiri dan ayah kandung di Mapolres Kutim, Senin (8/9). (FOTO JUFRIADI/KP)

AKBP Fauzan Arianto (dua kiri) didampingi jajaran memperlihatkan barang bukti kasus penganiayaan anak hingga tewas oleh ibu tiri dan ayah kandung di Mapolres Kutim, Senin (8/9). (FOTO JUFRIADI/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Sangatta – Nasib tragis menimpa MA, bocah laki-laki warga Jalan APT Pranoto, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim).

Anak yang masih berusia belia itu ditemukan meninggal dunia dengan tubuh penuh luka akibat dianiaya ibu tirinya, EP, dan ayah kandungnya sendiri, SW.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menjelaskan, kasus ini terungkap setelah keluarga korban menerima panggilan video dari SW yang memperlihatkan MA sudah tidak bernyawa. Saat itu, korban sedang dibawa menuju Rumah Sakit (RS) di Kecamatan Muara Bengkal.

Sesampainya di RS, pihak keluarga curiga karena tubuh korban tampak membengkak dan dipenuhi memar. Paman korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Kutim.

Baca Juga:  Masih Terjadi, Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat

Hasil penyelidikan Satreskrim Polres Kutim mengungkap fakta memilukan. EP kerap melakukan kekerasan fisik terhadap anak tirinya.

Mulai mencakar wajah, memukul punggung dengan gantungan baju besi, mencubit paha, hingga mendorong kepala korban ke mesin cuci.

SW, sang ayah, juga pernah memukul korban dan lebih sering membiarkan perbuatan istrinya.

Kapolres mengungkap, EP kerap melampiaskan amarah kepada MA karena menganggap korban nakal dan sulit diatur. Perselisihan rumah tangga antara EP dan SW turut memicu kekerasan tersebut.

“Sering terjadi perselisihan paham antara EP dan SW, sehingga kekesalan itu dilampiaskan kepada korban,” jelas Fauzan, Senin (8/9).

Berdasarkan hasil autopsi RS Kudungga, korban didapati dalam kondisi kurang gizi. Dari pemeriksaan luar, terdapat memar di kepala, wajah, tangan, dan kaki, luka lecet di wajah, leher, serta dada, hingga luka tusuk di kepala. Korban juga mengalami patah tulang dasar kepala.

Baca Juga:  Tersangka Kekerasan Anak di Muara Badak Tak Ditahan, Psikolog; Kasihan Korban

Pemeriksaan dalam menemukan benjolan darah di bawah kulit kepala dan pendarahan di otak.

Penyebab kematian dipastikan akibat benturan benda tumpul di kepala yang menimbulkan pendarahan internal, menekan batang otak, hingga menyebabkan henti napas. Waktu kematian diperkirakan 24–48 jam sebelum pemeriksaan.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu celana dalam kuning, celana panjang biru tua, sapu lantai kuning, alat pel lantai, serta balok kayu cokelat abu-abu.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 80 ayat (1), (2), (3), dan (4) junto Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Keduanya terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp3 miliar.

Baca Juga:  Polres Bontang Tangani 33 Kasus Kekerasan Anak Hingga Juli 2025

“Kami mengapresiasi dukungan masyarakat dan media dalam membantu pengungkapan kasus ini. Semoga kerja sama ini dapat menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari tindak kekerasan,” tutup Kapolres. (rd/juf/kp)

Tags: kekerasan anak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Purbaya Yudhi Sadewa, dari Insinyur Elektro Jadi Menteri Keuangan, Bermodal Harta Rp39,2 Miliar

Next Post

Diperiksa KPK, Dayang Donna Walfiaries Diduga Terima Suap Perpanjangan IUP

Related Posts

Kasus Kekerasan di Kaltim Tembus 1.110 Pada 2025, 61 Persen Korbannya Anak
Kaltim

Kasus Kekerasan di Kaltim Tembus 1.110 Pada 2025, 61 Persen Korbannya Anak

5 Desember 2025, 15:17
Anak 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Kekasih Ibu, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang
Kriminal

Anak 2 Tahun di Luwu Tewas Dianiaya Kekasih Ibu, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang

23 November 2025, 19:47
Guru SD di Bontang Selatan yang Diduga Lakukan Kekerasan, Tetap Mengajar Sambil Menunggu Putusan BKN
Bontang

Guru SD di Bontang Selatan yang Diduga Lakukan Kekerasan, Tetap Mengajar Sambil Menunggu Putusan BKN

25 Oktober 2025, 17:04
Aniaya Anak Tiri, Ayah di Bontang Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Lebih
Kriminal

Aniaya Anak Tiri, Ayah di Bontang Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Lebih

4 Oktober 2025, 08:59
Diduga Korban Kekerasan Seksual, Gadis di Bawah Umur asal Balikpapan Meninggal
Kriminal

Pria di Bontang Barat Ditangkap karena Perkosa Anak di Bawah Umur

20 September 2025, 19:19
Emosi karena Merasa Istri Diganggu, Pemuda Samarinda Aniaya Pelajar dan Rampas HP
Kriminal

Emosi karena Merasa Istri Diganggu, Pemuda Samarinda Aniaya Pelajar dan Rampas HP

18 September 2025, 13:03

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.